Logo
Featured Image
Ilustrasi (Foto: Universitas Airlangga)
Bandungraya

Waduh, Lembang Tertinggi Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan 

Jurnalis
Wartawan Heni Suhaeni
Editor Denkur 3 September 2026

DARA | Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) sepanjang tahun 2026, masih cukup tinggi.

Berdasarkan catatan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) hingga Agustus 2026, terjadi 136 kasus  dengan berbagai jenis, seperti kekerasan terhadap anak 75 kasus, kekerasan terhadap perempuan 19 kasus dan KDRT 25 kasus.

Kasus-kasus tersebut tersebar di hampir setiap kecamatan se-KBB dengan kasus tertinggi di wilayah Kecamatan Lembang, yakni terjadi 17 kasus.

Disusul Kecamatan Padalarang 16  kasus, Ngamprah dan Parongpong 13 kasus, Cikalongwetan 8 kasus, Batujajar, Cililin, Cipatat, Cipongkor 7 kasus, Cihampelas, Cipeundeuy 6 kasus, Saguling 5 kasus, Cisarua, Sindnagkerta 4 kasus, Gununghalu  2 kasus, sedangkan Rongga nol kasus.

Berdasarkan catatan Bidang PPA DP2KBP3A KBB pula, kasus yang muncul sepanjang Agustus 2026 paling banyak di wilayah Kecamatan Lembang.

"Kasus-kasus yang ada dalam catatan kita, sampai akhir Agustus kemarin mencapai 136 kasus. Itu berdasarkan laporan langsung ke dinas, ataupun laporan melalui layanan Hotline," kata Kepala Bodang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) pada DP2KBP3A KBB, Laela Mahendrawati Nurdin di Ngamprah, Kamis (3/9/2026).

Penanganan yang dilakukan Bidang PPA pada DP2KBP3A untuk kasus-kasus tersebut antara lain melakukan pendampingan. Baik pendampingan untuk menjaga mentalitas korban, maupun pendampingan pelaporan ke pihak kepolisian.

Pada awal September, pihaknya menangani kasus anak perempuan berusia belasan tahun di wilayah Kecamatan Lembang, yang dicekoki minuman keras (miras) dicampur obat-obatan diduga oleh teman-temannya.

"Waktu itu juga, anaknya dibawa ke Puskesmas (salah satu Puskesmas di wilayah Lembang). Kemudian dirujuk ke RSUD Lembang. Tidak dirawat, karena tidak diberi ijin orang tuanya, " ungkapnya.

Pihaknya mau melakukan pendampingan dengan mendatangi rumah orang tuanya. Sayangnya, orang tuanya tidak lagi berada ditempat semula. Informasi yang dari tetangganya, Keluarga tersebut pindah-pindah tempat.

"Kita berupaya melakukan home visit, tapi ternyata keluarga itu sudah pindah tempat," ungkap Laela.

Kasus lainnya yang terjadi di Lembang, adalah pencabulan yang dilakukan pria dewasa terhadap anak perempuan berusia 13 tahun.

"Berdasarkan pengakuan ibu korban, pria yang mencabuli anaknya bekerja sebagai petugas bank keliling. Walau bukan asli daerah itu, tapi si pelaku sudah dikenal juga oleh warga di sana," bebernya.

Peristiwa yang menggegerkan warga setempat, bermula ketika ibu korban hendak ke kamar mandi umum yang tidak jauh dari rumah kontrakannya.

Ibu korban hendak mencuci beras di tempat itu, namun kamar mandi sedang dipergunakan anaknya dengan dalih sedang buat hajat.

Ibunya mengetuk pintu kamar mandi, anaknya malah meminta sang ibu agar menunggu karena belum selesai.

Berselang waktu ibu korban curiga karena dari luar terdengar bunyi seseorang di kamar mandi, selain anaknya.

"Tak lama kemudian, ibu korban mendengar suara seseorang seperti sedang membetulkan celana dan ikat pinggang dari dalam kamar mandi,” tutur Laela.

Curiga dengan suara tersebut, ibu korban melihat melalui celah pintu dan mendapati seorang pria dewasa berada di dalam kamar mandi bersama anaknya.

“Ketika pintu terbuka, korban terlihat sedang memegangi celananya. Sementara pria tersebut berusaha melarikan diri,” papar Laela.

Ibu korban kemudian berteriak meminta pertolongan, warga yang berdatangan langsung mengejar dan mengamankan pria tersebut.

Dalam pemeriksaan awal kepada ibunya, korban mengaku pria tersebut memaksanya membuka celana.

Dari hasil pemeriksaan, korban diancam dan diminta tidak berteriak saat ibunya memanggil,” ucapnya.

Kondisi saat ini, korban dalam kondisi syok. Kasus tersebut saat ini tengah ditangani pihak kepolisian.***

Dapatkan Update Berita Terkini!

Mari bergabung di Saluran WhatsApp kami untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya langsung di genggaman Anda.

Gabung Saluran WA

Opini Pembaca