Logo
Pariwisata

Wisatawan Korea Dominasi Ubud, Menikmati Model Baru Eco-Luxury Retreat dari Bali

Di 2026 Target Pemerintah Indonesia 17,6 Juta Wisman

Wisatawan Korea Dominasi Ubud, Menikmati Model Baru Eco-Luxury Retreat dari Bali
Tarian Kecak menyambut kedatangan wisatawan di Sanggarloka, Ubud Bali, Indonesia.(Foto: Ist)

Yang menarik, pendekatan yang ditawarkan bukan sekadar menjual stay, melainkan alur perjalanan. 


DARA| Tren baru pariwisata Bali terlihat jelas di akhir 2025, terutama di segmen wellness dan retreat premium yang semakin diminati pasar Asia. 

Di tengah dinamika ini, Sanggraloka Ubud mencatat wisatawan Korea Selatan sebagai pasar utama tamu asing sekaligus indikator kuat pergeseran minat menuju eco-luxury wellness retreat yang mengutamakan privasi, alam, dan pengalaman bermakna. 

Fenomena ini sejalan dengan lonjakan kunjungan wisman Bali saat Natal dan Tahun Baru, yang menembus 20.000 kedatangan per hari. Yang menarik, pendekatan yang ditawarkan bukan sekadar menjual stay, melainkan alur perjalanan. 

Tamu memulai healing di Forest Path dan sungai melalui outdoor escalator, menjalani melukat dan sound bath, lalu terhubung dengan kebun organik sebelum berpuncak di farm-to-table dining. 

Rangkaian ini terbukti mendorong length of stay dan kunjungan berulang serta menjelaskan mengapa pasar Korea, yang dikenal menghargai privasi, ketenangan, dan perjalanan emosional, merespons sangat positif.

Memasuki 2026, di tengah target pemerintah 16-17,6 juta wisman dan dorongan quality tourism, Sanggraloka menyiapkan pengembangan Wellness Pavilion, Forest Path, dan Art & Craft Studio sebagai pendalaman kualitas, bukan ekspansi agresif.


Editor: Maji