| Momentum Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban dan berbagi, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun generasi yang lebih sehat. Semangat tersebut diwujudkan Rumah Amal Salman Garut melalui penyelenggaraan Adha Festival Garut 2026 yang digelar di Balai Diklat KKB Garut, Sabtu, 6 Juli 2026, dengan mengusung tema “Generasi Hebat Dimulai dari Gizi yang Tepat.”
Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Ridho, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Misi Bergizi Generasi, sebuah gerakan yang berfokus pada peningkatan kualitas gizi anak sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam mencegah dan menangani stunting melalui edukasi berkelanjutan.
Menurut Ridho, pada tahun ini program tersebut memperluas jangkauan manfaatnya dengan melibatkan kader posyandu dari lima desa di Kabupaten Garut. Cakupan tersebut, ungkapnya , meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berfokus pada satu desa binaan, yakni Desa Karyasari.
"Salah satu agenda utama dalam Adha Festival Garut 2026 adalah demonstrasi memasak olahan daging kurban bergizi. Kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana edukasi bagi para kader posyandu agar memahami cara mengolah daging kurban secara tepat sehingga kandungan gizinya tetap terjaga," ujar Ridho.
Ridho menyebutkan, melalui kegiatan tersebut peserta mendapatkan pengetahuan praktis mengenai pemanfaatan sumber protein hewani untuk mendukung tumbuh kembang anak. Ia berharap , edukasi ini dapat diterapkan langsung di lingkungan keluarga dan masyarakat.
"Tak hanya menjadi sarana pembelajaran, hasil masakan dari demonstrasi tersebut juga disajikan kepada anak-anak yang terindikasi stunting dari lima desa dampingan. Langkah ini menjadi bagian dari kampanye pemenuhan gizi berbasis sumber protein hewani yang digagas Rumah Amal Salman," ucapnya.
Ridho menuturkan, pemanfaatan daging kurban sebagai media edukasi dipilih karena memiliki keterkaitan yang kuat dengan momentum Iduladha, sekaligus kebutuhan masyarakat terhadap pengetahuan gizi yang mudah diterapkan.
“Daging kurban merupakan sumber protein hewani yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan anak. Melalui Adha Festival Garut 2026, kami ingin memastikan manfaat kurban tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang dapat meningkatkan kualitas gizi keluarga dan memperkuat upaya pencegahan stunting di masyarakat,” katanya.
Selain demo masak dan edukasi gizi, kegiatan tersebut juga menghadirkan talkshow kesehatan dengan menghadirkan sejumlah praktisi dan akademisi kesehatan. Membahas berbagai isu yang berkaitan dengan kesehatan keluarga dan pembangunan generasi yang berkualitas.
Narasumber yang hadir antara lain Wawan Kurnia dari Pandu Mulia Gizi, Nofita Setiorini Futri, dosen STIKes Karsa Husada Garut, serta Agus Dindin, Kepala Bidang Keluarga pada Dinas Kesehatan Kabupaten Garut. Materi yang disampaikan mencakup gizi keluarga, kesehatan pencernaan, hingga kesehatan mental.
Sebagai festival keluarga, Adha Festival Garut 2026 juga diramaikan dengan berbagai aktivitas pendukung seperti pemeriksaan kesehatan gratis, booth interaktif, kids corner, serta pembagian lebih dari 500 porsi sate dan es krim gratis kepada peserta yang hadir.
Adha Festival Garut 2026 terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, IRAS, serta sejumlah mitra dan komunitas yang memiliki kepedulian terhadap isu kesehatan dan pembangunan keluarga.
Melalui Misi Bergizi Generasi, Rumah Amal Salman berharap momentum Iduladha dapat menjadi titik temu antara nilai ibadah, kepedulian sosial, dan upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat guna mewujudkan generasi Garut yang lebih sehat dan bebas stunting.***
