Logo
Featured Image
Surabi Bakar Berlian yang berlokasi di Jalan Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Berpanorama Gunung Guntur Mengasyikan.
Daerah

Surabi Bakar Berlian, Kuliner Khas Garut dengan Panorama Gunung Guntur, Mengasyikan

Wartawan Agus Andre
Editor Agus Dinar 31 Juli 2026

DARA I Menikmati surabi bakar dengan latar panorama Gunung Guntur menjadi pengalaman kuliner yang ditawarkan Surabi Bakar Berlian. Berlokasi di Jalan Ibrahim Adjie (Jalan Anyar), Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, kedai ini memadukan cita rasa jajanan khas Sunda dengan pemandangan alam yang memanjakan mata.

Meski tergolong kuliner tradisional, tempat ini dengan cepat menjadi magnet baru tak hanya bagi warga lokal, tetapi juga wisatawan luar daerah. Berlatar panorama Gunung Guntur serta hamparan sawah yang hijau, Surabi Bakar Berlian menghadirkan pengalaman menikmati jajanan legendaris Sunda dengan suasana yang estetik.

Pemilik Surabi Bakar Berlian, Yopi Herdiana, menuturkan bahwa motivasi utamanya mendirikan kedai ini adalah rasa tanggung jawab untuk melestarikan kuliner khas Jawa Barat di tengah gempuran tren makanan modern.

"Pengennya kita itu ya kita melestarikan (kuliner) tradisional kita yang dari dulu. Kalau bukan kita siapa lagi?" ujar Yopi.

Menurut Yopi, bahwa surabi khas Sunda memiliki identitas tersendiri yang berbeda dengan daerah lain. Jika surabi di daerah lain cenderung berukuran kecil dengan kuah kinca encer, surabi Sunda tampil lebih tebal dengan tekstur padat serta pilihan topping gurih maupun manis.

 Menariknya, bisnis yang awalnya hanya menawarkan tiga varian klasik, yakni polos, oncom, dan telur, kini berkembang pesat. Menyesuaikan selera anak muda dan wisatawan, Surabi Bakar Berlian telah menghadirkan sekitar 40 varian rasa.

"Dan seiring waktu juga nanti kita inovasinya di apalagi sih, tapi tetap kita yang best seller ya itu ada di surabi kinca, surabi polos, sama surabi oncom. Itu mah khusus ibu-ibu, kalau kayak anak Gen Z biasanya kan kayak matcha," ucapnya.

Baru menempati lokasi barunya di Jalan Ibrahim Adjie selama kurang lebih empat bulan setelah sebelumnya beroperasi di kawasan Perempatan Hampor, pertumbuhan usaha ini terbilang pesat. Kekuatan media sosial diakui Yopi menjadi salah satu pendorong meningkatnya popularitas kedai mereka.

 Bahkan tanpa mengandalkan promosi berbayar, konten yang diunggah para pengunjung kerap masuk FYP di berbagai platform media sosial dan ditonton jutaan kali.

"Sekitar 70 persen pengunjung kami di pagi hari adalah wisatawan dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, bahkan hingga Sumatra. Tempat kami kini jadi salah satu destinasi singgah agen travel sebelum wisatawan menuju objek wisata Papandayan atau Darajat Pass," ungkap Yopi.

Keunggulan rasa Surabi Bakar Berlian tak lepas dari proses pengolahan yang masih dipertahankan secara konvensional. Penanggung Jawab (PIC) Surabi Bakar Berlian, Roni Sukmawan, menjelaskan tekstur khas surabi diperoleh dari penggunaan kelapa segar dengan teknik parutan khusus.

"Yang pertama mungkin di tekstur surabinya sendiri ya, karena memang kita memakai kelapa yang fresh juga, kemudian parutannya itu nggak terlalu lembut, jadi agak kasar. Jadi kalau sudah bercampur dengan adonan, tekstur gurihnya itu dari kelapa kerasa. Cara pembuatannya setelah jadi adonan lalu dibakar, menggunakan kayu bakar," katanya.

Untuk varian gurih, pilihan favorit pengunjung adalah telur-oncom dan telur-abon. Sementara bagi pencinta rasa manis, perpaduan cokelat, keju, dan susu menjadi menu yang paling diminati. Harga yang ditawarkan pun terjangkau, mulai Rp4.000 hingga Rp15.000 per porsi.  


Saat akhir pekan, kedai ini mampu menjual hingga 1.000 porsi surabi dalam sehari. Bahkan, kunjungan tokoh nasional seperti Bima Arya beberapa waktu lalu turut memberikan apresiasi dan mendorong agar produk ini dikembangkan menjadi oleh-oleh berkonsep frozen food.

Popularitas kedai ini juga dirasakan langsung oleh para pengunjung. Ani, salah seorang pelanggan, menyebut Surabi Bakar Berlian sebagai tempat yang menawarkan pengalaman kuliner sekaligus lokasi bersantai.

"Karena menurut saya tempatnya estetik terus surabinya enak. Aku pesen yang abon, telur pedas sama matcha keju. Ya direkomendasikan (ke keluarga), rekomendasi pertama surabi. Sering kesini. Untuk orang-orang (yuk) datang ke Garut, ke surabi ini dijamin enak, pemandangannya bagus, kita bisa nyaman lah disini. Estetik banget buat foto-foto," tutur Ani saat mengunjungi Surabi Bakar Berlian pada Rabu (30/7/2026).

Ke depan, pihak pengelola berencana melakukan ekspansi ke beberapa kota seperti Tasikmalaya hingga Jakarta, sekaligus mewujudkan cita-cita menjadikan surabi sebagai ikon oleh-oleh baru Kabupaten Garut yang dapat bersanding dengan dodol.

Kedai Surabi Bakar Berlian melayani pelanggan setiap hari dalam dua sesi, yakni pukul 06.00–10.00 WIB dan pukul 17.00–22.00 WIB. Selain makan di tempat, pemesanan juga dapat dilakukan melalui WhatsApp dan layanan pesan antar. Informasi terbaru dapat diakses melalui Instagram @surabibakar.id dan TikTok Surabi Bakar Berlian. 

Opini Pembaca