Kondisi Kantor Pemkab Bandung Barat Kumuh dan Bau Pesing
Ironi Musim Hujan Malah Sulit Air Bersih
Bau pesing dan bekas jejak sepatu kotor, makin memperlihatkan kondisi tidak terawat.
DARA| Selama dua hari, kesan kumuh terlihat di lingkungan perkantoran Pemkab Bandung Barat. Lantai bawah di lobby Gedung A, B, C dan D kotor dengan jejak tanah yang menempel di sana-sini.
Pemandangan lainnya, terlihat di sejumlah toilet. Bau pesing dan bekas jejak sepatu kotor, makin memperlihatkan kondisi tidak terawat.
Kondisi cukup parah pada lorong tangga yang melewati Kantor Dinas Kesehatan Gedung A, kotor dan licin.
Salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) KBB yang bekerja di Gedung A mengatakan, kotornya lantai di lobby bawah kemungkinan tidak dibersihkan.
"Dua hari kemarin, sampai tadipun kan hujan terus-terusan. Otomatis lantai kotor, ya karena di perjalanan nginjak tanah. Terus air nggak ngocor, jadi mau bagaimana dibersihkan lantainya," ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Ia mengeluh, selama dua hari kalau mau ke toilet terpaksa harus ditahan. Menunggu jadwal sholat dzuhur dan ashar, ke Mesjid As-Shidiq.
"Kalau bolak-balik ke mesjid, lumayan jauh juga. Pakai motor, kan hujan. Jadi kepaksa saya nahan dulu, nunggu waktunya sholat," ujarnya lagi.
Keluhan serupa, diungkapkan sejumlah ASN di Gedung B, C dan D. Mereka mengatakan jika belakangan air bersih di lingkungan Pemkab, sering mengalami hambatan.
"Iya, memang dua hari kemarin di sini tidak ngocor. Baru hari ini, ada lagi (ngocor)," ucapnya.
Pelaksana di Bidang Bangunan Dinas Pemukiman Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB, Ayo Kurnia mengatakan, pengadaan air bersih di lingkungan perkantoran tersebut, lantaran debit air dari hydran-nya mengalami penurunan.
Menurutnya, berkurangnya pasukan air bersih bukan disebabkan kerusakan Instalasi. Kalaupun ada kerusakan, sudah langsung ditangani.
Pihaknya, mengatur penggunaan air yang disalurkan ke perkantoran di gedung-gedung tersebut.
"Debit airnya berkurang, sementara penggunanya cukup banyak. Makanya, kita atur penggunaannya," terangnya.
Meski demikian, Dinas PUTR akan mengupayakan distribusi air dari sumber PDAM. Selama ini lanjut Ayi, sumber air bersih di lingkungan Pemkab Bandung Barat berasal dari hydran dan PDAM.
"Kita akan berkoordinasi dengan PDAM, untuk memaksimalkan penggunaan dari PDAM supaya kita diprioritaskan," bebernya.
Editor: Maji
