| Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat (KBB), dalam waktu dekat akan memanggil manajemen Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kartini di Jalan GRE Manulang-Padalarang, Senin (2/9/2026).
Dewan ingin memastikan keberadaan jalan lintasan RSIA Kartini yang sebelumnya mendapat sorotan warga sekitar, terkait 16 bangunan liar (bangli) di sekitar Jalan GRE Manulang yang dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) beberapa waktu lalu.
Seperti diketahui, jalan lintasan RSIA Kartini disinyalir menutupi saluran air milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB, namun hingga saat ini belum ikut dibongkar.
Selain, RSIA pihaknya juga akan mengundang pemilik bangunan yang melakukan pembangunan di atas aliran sungai.
Saat melakukan peninjauan, rombongam Komisi I didampingi Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) KBB, Ludi Awaludin, sejumlah petugas Satpol PP dan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) KBB. Komisi I
"Kita baru menememukan terkait hal ini (saluran air ditutupi bangunan jalan). Nanti kita akan undang pihak rumah sakit karena kita perlu data dan fakta yang lebih nyata lagi," kata Ketua Komisi I DPRD KBB, Sandi Supyandi, saat meninjau langsung eks pembongkaran bangli, termasuk menelusuri saluran air di sekitar Jalan GRE Manulang, Senin (21/9/2026).
Sandi juga belum bisa memastikan bahwa bangunan jalan tersebut, diusulkan dewan untuk dibongkar sesuai dengan harapan warga sekitar yang bangunannya dibongkar.
"Nah ini kita harus lihat dulu dari awal. Kalau misal ini disepakati oleh masyarakat dan ini tidak bermasalah. Yang terpenting ada perawatan terhadap sungai," ucapnya.
Sebelumnya, Komisi I juga meninjau perkembangan area yang biasa dipakai pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Underpass Padalarang.
Terkait penertiban PKL, Sandi menyatakan mendukung penuh agar kondisi daerah
harus tertib dan terlihat rapih.
Meski demikian, Pemkab Bandung Barat harus memikirkan solusi buat PKL tersebut, supaya lebih berdaya lagi.
Pemerintah tetap harus hadir buat mereka dengan mencari solusi terbaik, semisal ditempatkan di satu titik saja. Kata Sandi, itu dilakukan biar aktifitas mereka dalam mencari nafkah berjalan, namun lingkungan rapih dan aman.
"Dari proses ini kita akan berdiskusi lagi dan tidak hanya Satpol PP saja tapi dengan dinas terkait lainnya," ucapnya.
