Logo
Featured Image
Daerah

SPPG HIPMI Karyawangi Tepis Stigma Dapur MBG Lewat SOP Ketat dan Transparansi

Jurnalis
Wartawan deram
Editor deram 2 Juli 2026

DARA | Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) HIPMI Karyawangi menegaskan komitmennya menjalankan pengelolaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara profesional melalui penerapan standar operasional yang ketat serta keterbukaan informasi kepada masyarakat.

 

Berlokasi di Kolonel Masturi, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, SPPG yang beroperasi sejak September 2025 ini kini melayani sekitar 3.200 orang baik pelajar, balita, ibu hamil dan ibu menyusui yang tersebar di Kecamatan Parongpong dengan dukungan 52 tenaga kerja.

 

Kepala SPPG Karyawangi, Arlan Hardi, mengatakan pihaknya ingin menjawab berbagai stigma negatif yang berkembang mengenai pengelolaan dapur MBG dengan menunjukkan praktik yang mengedepankan kualitas, keamanan pangan, dan transparansi.

 

"Keunggulan kami terletak pada penerapan SOP yang ketat dan keterbukaan kepada masyarakat. Kami telah mengantongi Sertifikat Halal, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), serta sistem Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang memenuhi standar. Kami juga libatkan dua chef bersertifikat untuk menjaga kualitas menu" ujar Arlan, Kamis (2/7/2026).

 

Selain aspek keamanan pangan, Arlan menyebut transparansi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.

 

Menurutnya, orang tua siswa dapat memantau menu harian anak melalui media sosial yang terintegrasi dengan situs resmi SPPG. Pengelola juga menyediakan layanan call center untuk menerima masukan maupun pengaduan dari penerima manfaat.

 

"Kami juga menyusun menu secara mingguan agar pengadaan bahan baku lebih terencana sehingga kualitas dan kesegaran bahan makanan tetap terjaga," ujarnya.

 

Asisten lapangan SPPG HIPMI Karyawangi, Yogi Leonardi menjelaskan, sistem IPAL yang dimiliki SPPG Karyawangi menggunakan sembilan tahap penyaringan sehingga limbah yang dihasilkan aman bagi lingkungan.

 

"Bahkan hasil uji terbaru menunjukkan air limbah yang dialirkan ke kolam ikan tidak membahayakan. Ikan di kolam tersebut tetap hidup dengan baik. Itu menjadi salah satu indikator bahwa pengelolaan limbah kami berjalan sesuai standar," katanya.

 

Selain itu, pengelolaan sampah juga diangkut secara berkala. Sampah organik, kata Yogi, sering dipakai masyarakat untuk pakan ternak. Sementara sampah plastik diangkut seminggu sekali.

 

Keterbukaan tersebut juga diwujudkan dengan membuka akses bagi kalangan akademisi. Saat ini terdapat empat mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang sedang melakukan penelitian di SPPG Karyawangi, mulai dari aspek pengelolaan sampah, keuangan, gizi hingga strategi komunikasi melalui media sosial.

 

"Mahasiswa dari UIN Jakarta, UPI, UNAI, dan Poltekkes Bandung sedang melakukan penelitian di sini. Kami terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar, selama tidak mengganggu operasional pelayanan," kata Arlan.

 

Memanfaatkan masa libur sekolah, SPPG Karyawangi saat ini fokus melakukan evaluasi manajerial serta perawatan seluruh peralatan dapur agar pelayanan dapat kembali berjalan optimal ketika kegiatan belajar mengajar dimulai.

 

"Karena sedang libur, kita gunakan untuk evaluasi dan general cleaning. Perawatan juga biasanya dilakukan tiap minggu untuk menjaga dapur tetap higenis," jelasnya.

Opini Pembaca