Logo
Featured Image
Sidokkes Polres Garut mengambil data Ante Mortem (AM) dan sampel DNA dari keluarga korban di Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Selasa (15/9/2026)(Foto: Ist)
Daerah

Satu Korban Kapal Virgo 8 asal Garut Ditemukan Selamat di Perairan Makassar

Wartawan Agus Andre
Editor Denkur 15 September 2026

DARA | Satu dari 9 korban tragedi Kapal Virgo Transport 8 asal Kabupaten Garut yang dinyatakan hilang ditemukan dalam keadaan selamat di perairan Makasar, Sulawesi Selatan. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang berhasil ditemukan tersebut diketahui atas nama Gilang Slamet Saputra (27).

"Iya benar, berdasarkan informasi yang kami terima atas nama Gilang Slamet Saputra, ditemukan pada Senin 14 September 2026 kemarin di sekitar perairan Makasar," ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana, Selasa (15/9/2026).

Menurut Marlinda, Gilang merupakan satu dari sembilan orang korban asal Kabupaten Garut yang sebelumnya dinyatakan hilang dalam insiden kecelakaan laut Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa saat berlabuh dari Surabaya menuju Banjarmasin. Sementara 8 orang lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian.

Delapan nama korban lain yang belum ditemukan tersebut masing-masing atas nama M. Rio Akbar Fadilah (24), Iyus (50), Saepul Wahyudin (31), Usep Saepuloh (52), Rizky Nazril Ilham (18), Muhammad Fahri Nulhasin Hakim (22), dan Salbi Alghifari Abizar (19).

"Saat ini pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut masih berupaya melakukan koordinasi dengan pihak terkait, untuk terus memperbarui data terkini para korban asal Garut," ujar Marlinda.

Ambil Sampel DNA

Sementara itu, Kapolres Garut, AKBP NIko N. Adi Putra, menyebutkan sebagai upaya membantu proses identifikasi korban kecelakaan Kapal Virgo 8 rute Surabaya–Banjarmasin,  Sidokkes Polres Garut mengambil data Ante Mortem (AM) dan sampel DNA dari keluarga korban di Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut pada Selasa (15/9/2026).

"Petugas melakukan pendataan secara langsung terhadap keluarga korban sekaligus mengambil sampel DNA menggunakan metode Buccal Swab, yakni pengambilan sampel dari bagian dalam rongga mulut," katanya.

NIko menuturkan, dalam proses tersebut, sebanyak 13 anggota keluarga korban memberikan sampel DNA. Mereka terdiri dari keluarga dua korban yang telah dinyatakan meninggal dunia serta keluarga dari 11 korban yang hingga kini masih dalam pencarian. Menurutnya, pengambilan sampel DNA keluarga menjadi salah satu langkah penting dalam proses identifikasi. 

Data Ante Mortem dan sampel yang diperoleh nantinya digunakan untuk membantu proses pencocokan identitas korban.

"Seluruh sampel DNA yang telah diambil oleh petugas selanjutnya akan dikirimkan ke Pusdokkes Mabes Polri untuk dilakukan pemeriksaan dan proses identifikasi lebih lanjut," ujar NIko.

Niko menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan Polri dalam mendukung proses identifikasi korban sekaligus membantu keluarga memperoleh kepastian mengenai anggota keluarganya yang menjadi korban dalam kecelakaan Kapal Virgo 8. 

Diharapkan, melalui proses identifikasi yang dilakukan secara profesional dan terukur, dapat membantu mempercepat proses pencocokan identitas korban serta memberikan kepastian bagi keluarga yang masih menanti kabar. 

Dapatkan Update Berita Terkini!

Mari bergabung di Saluran WhatsApp kami untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya langsung di genggaman Anda.

Gabung Saluran WA

Opini Pembaca