| Polsek Garut Kota, Polres Garut, menindaklanjuti temuan dua pemuda yang diketahui tengah mencari tembakau sintetis di kawasan Kampung Lebak Gede, Kelurahan Cimuncang, Kabupaten Garut pada Senin malam (26/10/2026).
Keduanya kemudian diserahkan kepada Satuan Reserse Narkoba Polres Garut untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.
Kapolsek Garut Kota, Kompol Zainuri, mengatakan saat melaksanakan patroli di wilayah hukumnya, personel Polsek Garut Kota mendapati dua pemuda yang tengah mencari sesuatu di pinggir jalan dengan gerak gerik yang mencurigakan, sehingga petugas melakukan pemeriksaan kepada pemuda tersebut.
Menurutnya, dari hasil pemeriksaan awal, kedua pemuda tersebut mengaku sedang mencari tembakau sintetis yang sebelumnya dipesan melalui akun Instagram bernama (a).
"Dari pengakuannya, pemesanan tersebut dilakukan dengan cara mentransfer uang sebesar Rp150.000.Kedua pemuda tersebut masing-masing berinisial E (20), asal Kecamatan Tarogong Kidul, dan MR (19), asal Kecamatan Pendeuy, Kabupaten Garut," ujar Zainuri, Selasa (27/10/2-26).
Menindaklanjuti temuan tersebut, lanjut Zainuri, personel Unit Reskrim Polsek Garut Kota melakukan penanganan awal dan mengamankan kedua pemuda itu untuk selanjutnya diserahkan kepada Satuan Reserse Narkoba Polres Garut.
Penyerahan tersebut, ungkapnya, dilakukan agar petugas Satres Narkoba dapat melakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut terkait dugaan pemesanan tembakau sintetis tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
Zainuri mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian dan kerja sama dengan kepolisian demi mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif.
"Melalui kegiatan patroli dan sinergi bersama masyarakat, Polsek Garut Kota terus berupaya mencegah potensi gangguan kamtibmas, termasuk penyalahgunaan narkotika dan zat berbahaya lainnya yang dapat mengancam generasi muda." ucapnya.
