| PT Migas Utama Jabar (MUJ) menegaskan komitmennya untuk mendukung arah kebijakan pembangunan yang dicanangkan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Dalam forum arah masa depan pembangunan Jawa Barat yang diwadahi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jawa Barat 2026 pertengahan April lalu, KDM memberi titah kepada semua unsur bahwa perencanaan harus tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Sekadar diketahui, Musrenbang merupakan forum tahunan partisipatif yang mempertemukan masyarakat, pemerintah dan pemangku kepentingan untuk membahas serta menyepakati prioritas pembangunan mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Kesepakatan dituangkan dalam komitmen penandatanganan – salah satunya MUJ– yang dipimpin Gubernur Jabar.
Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat yang bergerak di sektor energi, MUJ memandang bahwa energi merupakan salah satu fondasi utama dalam mempercepat pembangunan di berbagai sektor, mulai dari industri, UMKM, hingga penguatan ekonomi berbasis lokal.
Sisi lain, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, MUJ juga secara konsisten menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan dampak berkelanjutan, selaras dengan agenda pembangunan Jawa Barat, serta CSR berbasis lingkungan untuk melakukan restorasi ekosistem mangrove di Desa Mayangan, Subang, untuk menanggulangi abrasi dan erosi seperti penanaman ribuan pohon mangrove dan pembuatan Alat Pemecah Ombak (APO) guna menekan emisi karbon serta melindungi pesisir utara Jawa Barat.
Oleh karena itu, MUJ siap mengambil peran strategis dalam setiap pembangunan atau tanggung jawab sosial yang nyata untuk masyarakat Jawa Barat langsung.
Plt Direktur MUJ Ghema Akbar menyampaikan bahwa arah pembangunan Jawa Barat yang menekankan pada kemandirian daerah dan penguatan ekonomi lokal sangat sejalan dengan fokus bisnis perusahaan. Kini MUJ memang sedang memperkuat bisnis hilir migas dengan mendistribusikan Compressed Natural Gas (CNG) untuk industri dan komersial di Jawa Barat.
Fokus pada energi bersih ini bertujuan mendukung transisi energi, menyediakan bahan bakar lebih efisien, dan memiliki residu yang minim.
“MUJ siap all in mendukung kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dipimpin Pak Gubernur Kang Dedi Mulyadi. Kami melihat energi, khususnya gas bumi, memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi daerah, termasuk mendukung pelaku industri kecil, menengah, hingga sektor produktif lainnya di Jawa Barat,” kata Ghema, Rabu (29 April 2026).
Dalam implementasinya, MUJ akan terus memperluas pemanfaatan energi gas, termasuk Compressed Natural Gas (CNG), sebagai alternatif energi yang lebih bersih dan efisien. Langkah ini tidak hanya mendukung agenda transisi energi, tetapi juga membuka peluang peningkatan daya saing ekonomi lokal.
Dalam program gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, bahan bakar dan energi dalam proses produksi genteng tanah liat juga mencakup ke beberapa alternatif. Program ini nantinya akan menggunakan gas bumi sebagai alternatif untuk energi yang lebih bersih.
MUJ melihat saat ini produsen genteng masih banyak yang menggunakan bahan bakar secara konvensional seperti kayu bakar. Sehingga menurut Ghema penggunaan energi yang lebih modern dan efisien bisa dilakukan untuk mendorong program pemerintah pusat tersebut. Pun demikian dengan Pemprov Jabar yang menjadi salah satu pelaksana program gentengisasi ingin memastikan ketersediaan produksi genteng.
Ghema menambahkan, MUJ juga berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta masyarakat dalam menciptakan ekosistem energi yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Jawa Barat yang menempatkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan sebagai prioritas.
“Ke depan, MUJ tidak hanya berperan sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan Jawa Barat yang berdaya saing, mandiri, dan berkelanjutan,” tambahnya.
MUJ saat ini tengah menjalankan transformasi perusahaan secara menyeluruh sebagai upaya memperkuat peran strategisnya di sektor energi. Transformasi ini mencakup penguatan tata kelola perusahaan, serta pengembangan portofolio energi yang lebih adaptif termasuk energi yang lebih bersih dan efisien.
Ghema berharap, dengan semangat transformasi yang diusung ini, MUJ bisa lebih berperan dalam menciptakan dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung arah pembangunan Jawa Barat serta memperkuat peran Perseroan energi daerah dikancah nasional.
