Logo
Nasional

Member Paywall Membuat New York Times Bisa Bertahan

Member Paywall Membuat New York Times Bisa Bertahan

DARA|Di tengah massifnya disrupsi media yang membuat media cetak di seluruh dunia bertumbangan, media massa terkenal dari Amerika, The New York Times ternyata bisa bertahan.

Apa yang membuat media yang didirikan pada tahun 1851 itu tetap bertahan? Selain mempertahankan jurnalisme berkualitas tinggi, pelaporan mendalam, suratkabar ini juga berhasil mengembangkan ekosistem yang baik.

Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria menyampaikan hal itu saat membuka Special Event GNI Update, di Aston Hotel Serang, Minggu (8/2/2026) pagi. Acara yang diselenggarakan atas kerjasama Dewan Pers dan Google News Initiatif ini diadakan untuk memeriahkan HPN 2026 di Serang, Banten.

Nezar mamaparkan, pada tahun 2011 The New York Times mengantisipasi munculnya gelombang internet, dan juga transformasi digital yang terjadi akibat munculnya plafon-plafon media sosial, New York Times membuat satu inovasi yang dilihat sebagai hal yang gila.

“Dia mencegat pembaca dengan yang disebut dengan member paywall. Jadi kita kalau mau baca harus pakai paywall. Kita harus bayar. Coba bayangkan, di tengah banjirnya informasi, gratis, New York Times minta dibayar untuk membaca isinya,” kata Nezar.

Semua bingung waktu itu, apa maksudnya sejumlah media yang ikut-ikutan gagal, Tetapi New York Times terus bisa maju.. Hari ini, ada 13 juta pelanggan New York Times digital, dan hanya, kurang dari 1 juta, yang perlangganan cetaknya.

Tahun 2011, angkanya terbalik. Mungkin hanya di bawah 1 juta pelanggan digital, 6-7 juta juta pelanggan cetaknya.

Apa yang dilakukan oleh New York Times betul-betul against the mainstream. Media tersebut telah membangun satu ekosistem sendiri. Beberapa strateginya, antara lain: tidak boleh ada downgrade dari konten yang namanya jurnalisme. Tidak boleh ikut-ikutan latah membuat yang clickbait dan lain sebagainya. Tetap dijaga kualitas kontennya karena itu adalah core dari jurnalisme.

“Mereka mengibaratkan seperti matahari. Matahari bagi New York Times adalah the quality of journalism. Itu yang pertama. Jurnalisme. Kemudian baru ada satelit-satelitnya. Baru ada planet-planet lainnya. Mereka buat yang namanya, kalau nggak salah ada crossword, ya, puzzle, lalu cooking, sport dan lain sebagainya. Itu konten-konten yang satelit mereka. Mereka hidupkan. Dan ini ajaibnya, ternyata crossword, tegak-tegi silang, peminatnya luar biasa, jutaan!”

Dan itu dilengketkan pada ekosistem yang ada di New York Times. Dengan maksud apa? Membuat crowd baru di luar crowd yang dikumpulkan oleh platform media sosial. Nah ini yang dilakukan oleh New York Times. Tahun berjalan. Dan kemudian kita saksikan. Platform-platform lain yang menjadi agregator dan sebagainya. Satu-satu pertumbangan. New York Times naik terus. Dan bisa bertahan, bisa survive. Sampai hari ini.