Logo
Featured Image
Acara Halal Bihalal yang digelar Keluarga Besar Alumni ITB Garut (Abeg) bersama keluarga besar Rumah Amal Salman di Pendopo Garut, Jalan Kian Santang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut pada Sabtu (2/5/2026)(Foto: Istimewa)
Daerah

Keluarga Besar Alumni ITB Garut  Gelar Halal Bihalal

Bersama Keluarga Besar Rumah Amal Salman

Wartawan Agus Andre
Editor Denkur 6 Mei 2026

Mmengusung tema: "Bersama, Membangun Kontribusi untuk Garut".


DARA | Keluarga Besar Alumni ITB Garut (ABEG) gelar Halal Bihalal bersama keluarga besar Rumah Amal Salman, di Gedung Pendopo Garut, Sabtu (2/5/2026).

Mengusung tema: "Bersama Membangun Kontribusi untuk Garut".

Agenda utamanya adalah silaturahmi dengan para tokoh serta jamuan untuk para tamu dan donatur yang support pada program-program ABEG dan Rumah Amal Salman.

Turut hadir Bupati Garut,  Dr Ir H Abdusy Syakur Amin, dan perwakilan dinas pendidikan, dinas lingkungan, serta dinas perikanan.

Ada 120 peserta dari berbagai elemen yang hadir, mulai dari Alumni ITB Garut, Inohong Rumah Amal Salman Garut, Direktur Rumah Amal Salman, Mitra & Donatur Rumah Amal Salman Garut, serta para relawan.

Bahkan, kegiatan ini juga dihadiri oleh Guru Besar ITB 2007 Prof Dr Maman Abdurachman Djauhari (seorang intelektual senior yang menjadi aset Kabupaten Garut).

Kegitan ini hadir sebagai wujud cinta Alumni ITB Garut kepada lemah cai atau tempat kelahiran, Ada berbagai program yang diusungkan mulai dari program pendidikan, lingkungan, dan kesehatan yang tentunya berkolaborasi langsung dengan Rumah Amal Salman.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan Kabupaten Garut dengan luas wilayah mencapai 3.100 km², menjadikannya daerah terluas ketiga di Jawa Barat.

Dengan jumlah penduduk hampir 2,9 juta jiwa atau peringkat kelima di Jawa Barat, menurutnya, skala permasalahan yang dihadapi pun cukup kompleks, mulai dari permasalahan kesenjangan pendidikan, problem pertanian, potensi pembangunan jalan di Garut, dll.

Oleh karena itu, Syakur berharap orang Garut yang memiliki kapasitas baik bisa membantunya dalam membangun Garut. Meskipun ia tahu ada banyak orang Garut yang hebat namun berada diluar Garut. Syakur juga membuka kesempatan untuk anak ITB Garut bisa berdiskusi dan berkolaborasi.

Syakur mengatakan, bahwa salah satu fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Karena saat ini posisi IPM Garut berada di urutan 26 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Ia pun mengaku senang sekali atas inisiatif pertemuan ini untuk kemajuan Garut.

"Urang Garut teh loba nu palalinter, jebolan ITB oge aralus, ngan seeur oge anu aya di luar Garut. Abi bingah  bapak/ibu nu hoyong kontribusi mangga abi terbuka kangge diskusi sareng kolaborasi," ujar Syakur.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Halal Bihalal 2026, Usep Tahmid Abdullah, S.Tr.T menuturkan bahwa hadirnya gerakan kebermanfaatan di kabupaten Garut lewat program pendidikan, lingkungan, dan kesehatan adalah hasil dari kolaborasi sinergis Alumni ITB Garut dan Rumah Amal Salman bersama mitra dan donaturnya sehingga kebermanfaatan itu bisa dihimpun dan di implementasikan secara berkelanjutan.

"Harapannya kegiatan silaturahmi ini bisa memperkuat hubungan dan memperkuat kolaborasi untuk kebaikan Kab. Garut, karena dengan berkolaborasi kebermanfaatan yang di capai bisa lebih besar dan berdampak hingga menjadi amal jariah untuk setiap pihak yang memberikan support terbaiknya," ucap Usep.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Alumni ITB Garut, Ir. Aji Mustiaji, S.T., M.T. juga memaparkan bahwa potensi orang Garut itu besar sekali, dan salah satu ruang untuk bisa mengokohkan potensi tersebut adalah dengan bersilaturahmi dan berkolaborasi.

"Orang Garut memiliki potensi yang baik, harapannya dengan silaturahmi seperti ini kita bisa berkolaborasi untuk kemajuan dan kebermanfaatan Garut yang lebih besar. Kami juga memiliki program-program seperti program pendidikan, yang saat ini bisa meloloskan banyak anak-anak di pelosok Garut ke Universitas Top Indonesia. Semoga langkah ini bisa terus di support oleh seluruh pihak dan memberikan dampak yang lebih luas," katanya,

Dalam Rangkaian kegiatannya, ada sharing peradaban dari Prof Dr Maman Abdurachman Djauhari (Guru Besar ITB 2007) yang memiliki darah sunda berpemikiran global.  Tema yang diusung adalah "Kontribusi Pada Peradaban".

Ia menuturkan peradaban adalah tingkat kemajuan sebuah kebudayaan. Setiap peradaban berakar pada budaya, namun tidak setiap kebudayaan melahirkan peradaban.

Baginya sektor pendidikan adalah pilar utama pembentuk peradaban, pendidikan yang memiliki nilai baik dengan sistem yang baik, sehingga budaya yang bisa di berikan adalah budaya yang baik hingga melahirkan peradaban yang baik pula.

"Kita harus mengincar level atas piramida Maslow, menebar benih eksis cemerlang. Saya sudah pernah keliling dunia, Italia, Inggris, bahkan di Malaysia saya dihormati, bagi saya pendidikan adalah pilar utama peradaban." ucap Prof Dr Maman.

Ia juga meyampaikan semangat kemasjidan adalah sebuah langkah efektif untuk membentuk insan yang berintegritas.Menurutnya, dari pada gerakan-gerakan lain yang ada, ia  lebih percaya pada gerakan semangat kemasjidan lebih efektif dan bisa menjangkau kalangan dengan luas.

"Harapannya semoga Guru Besar bisa diberdayakan, dan ruang silaturahmi dan kolaborasi seperti ini semoga tidak selesai disini tapi bisa menjadi agenda rutinan tiap bulannya," katanya.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan jamuan makan dan penampilan-penampilan dari anak-anak muda Garut yang kreatif. Ada penampilan musikalisasi puisi dan pembawaan lagu-lagu untuk ikut memeriahkan jamuan halal bihalal tahun ini.

 Di akhir sesi ada talkshow bersama Syachrial, S.T. M.S.P Direktur Rumah Amal Salman dan Ketua Alumni ITB Garut yang di pandu oleh moderator pak Aziz Nurul Hidayat S.Si (Alumni ITB Garut).

Dalam sharingnya, Syachrial memaparkan program-program kolabolatif untuk berkontribusi pada Garut secara historis "

Kolaborasi ini dipupuk dari tahun 2021 bersama alumni ITB, teman-teman aktivis salman Garut, dan mitra-mitra kami. Kami sangat senang dan tidak menyangka kolaborasi ini bisa menjadi besar, dan berharap bisa terus berkolaborasi lebih luas lagi baik itu untuk program pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan program sosial lainnya."  tuturnya.***

 

Opini Pembaca