| Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Bandung mendorong penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif dan kewirausahaan di Kota Bandung.
Dorongan tersebut mengemuka dalam Bandung Economic Outlook yang digelar sebagai bagian dari rangkaian Musyawarah Cabang (MUSCAB) XI HIPMI Kota Bandung di Universitas Pasundan (UNPAS) Kampus Tamansari, Bandung, Senin (24/8/2026).
Mengusung tema “Gagasan dan Akselerasi HIPMI Menuju Kota Kreatif yang Berdaya Saing Global”, forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di Kota Bandung untuk bertukar gagasan, melihat perkembangan ekonomi daerah, sekaligus membuka ruang sinergi antara dunia usaha, pemerintah, akademisi, komunitas, dan generasi muda.
Ketua BPC HIPMI Kota Bandung Ibrahim Imaduddin Islam mengatakan Bandung memiliki modal yang kuat untuk berkembang sebagai kota kreatif dengan daya saing global. Modal tersebut antara lain berasal dari talenta muda, sektor industri kreatif, institusi pendidikan, serta ekosistem kewirausahaan yang telah berkembang di masyarakat.
“Bandung memiliki banyak potensi, mulai dari talenta muda, industri kreatif, pendidikan, hingga ekosistem kewirausahaan. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat kita akselerasikan menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan dampak nyata dan mampu bersaing di tingkat global,” kata Ibrahim, Kamis (27/8/2026).
Menurut dia, penguatan ekosistem ekonomi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Diperlukan pertemuan dan sinergi antarpemangku kepentingan agar berbagai potensi yang dimiliki Kota Bandung dapat dikembangkan secara lebih terarah.
Karena itu, Bandung Economic Outlook menjadi ruang untuk mempertemukan para pemangku kepentingan yang ada di Kota Bandung agar dapat saling mengenal, bertukar perspektif, membangun jejaring, dan menemukan peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti.
“HIPMI memiliki posisi strategis untuk menjadi bagian dari proses tersebut melalui penguatan kapasitas pengusaha muda, penciptaan kolaborasi, serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru yang dapat menjawab kebutuhan Kota Bandung di masa depan,” ujarnya.
Forum tersebut juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengembangan ekonomi Kota Bandung. Kehadiran lingkungan akademik dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia usaha.
Mahasiswa dan generasi muda didorong tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki keberanian untuk menciptakan peluang usaha, mengembangkan inovasi, serta memanfaatkan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Bandung Economic Outlook sekaligus menjadi bagian dari upaya HIPMI Kota Bandung untuk melihat tantangan dan peluang ekonomi secara lebih komprehensif. Potensi ekonomi kreatif yang telah menjadi salah satu kekuatan Bandung perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses pasar, penguatan teknologi, serta kolaborasi yang lebih erat antarsektor.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda dalam rangkaian MUSCAB XI HIPMI Kota Bandung. Selain menjadi forum regenerasi kepemimpinan organisasi, MUSCAB XI juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan gagasan dan arah gerak HIPMI Kota Bandung menghadapi perkembangan dunia usaha ke depan.
Melalui Bandung Economic Outlook, HIPMI Kota Bandung menegaskan pentingnya kolaborasi sebagai fondasi untuk mengubah potensi ekonomi Bandung menjadi kekuatan yang lebih kompetitif.
Gagasan menjadi titik awal, sinergi menjadi penggerak, dan akselerasi menjadi langkah untuk mendorong Bandung semakin kuat sebagai kota kreatif yang berdaya saing global.
