| Ada tiga ruang kelas di SMPN 3 Cibitung rusak berat. Bahkan, boleh dibilang sudah tak layak digunakan untuk proses belajar mengajar.
SMPN 3 Cibitung Satu Atap (Satap) tersebut berada di Desa Banyuwangi, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi.
Akibat kondisi bangunan yang memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera, proses belajar mengajar tidak dapat berlangsung secara normal. Pihak sekolah terpaksa menyatukan kegiatan pembelajaran di ruangan yang masih memungkinkan digunakan.
Kekhawatiran rubuh ketika musim hujan, pasalnya bangunan bocor, air hujan cukup deras masuk ke ruang kelas.
Plt. Kepala SMPN 3 Cibitung, Poniran, mengatakan kerusakan tidak hanya terjadi pada ruang kelas. Ruang perpustakaan dan laboratorium IPA juga mengalami kondisi serupa dan sudah cukup lama tidak dapat difungsikan.
Menurutnya, kondisi bangunan saat ini sudah membutuhkan penanganan serius. Bahkan, untuk sekadar melakukan perbaikan ringan pun pihak sekolah menghadapi kendala karena kondisi bangunan dinilai terlalu berisiko untuk dinaiki pekerja.
“Kalau dipaksakan untuk dinaiki pekerja sangat riskan. Untuk perbaikan ringan saja sekarang tidak ada yang sanggup,” katanya, Senin (5/10/2026).
Pihak sekolah sudah berupaya mengusulkan perbaikan. Pengajuan rehabilitasi telah dilakukan sejak 2022, kemudian pada 2025 sekolah kembali mengajukan revitalisasi. Namun, hingga saat ini perbaikan belum juga terealisasi.
Poniran berharap kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah, mengingat bangunan sekolah merupakan fasilitas utama yang menunjang kegiatan pendidikan.***
