| Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan jumlah calon siswa baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026-2027, sebanyak 45 siswa . Pelaksanaan pembelajaran di SR Terpadu di Sekolah Rakyat Terpadu 4 milik Kementerian Sosial RI dengan lokasi Soreang.
Pada Tahun Ajaran 2025-2026, Pemkab Bandung Barat memiliki 100 siswa tingkat
SMP dan 100 siswa tingkat SMA.
Hal itu terungkap saat Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin Asisten Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
Setda KBB, Duddy Prabowo dengan difasilitasi Bagian Kesra Setda KBB di Ruang Rapat Sekda KBB, Jum'at (14/8/2026).
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) KBB, Idad Sa'dudin mengatakan, rakor tersebut sebagai tindak lanjut dari rapat sebelumnya dengan Kementerian Sosial RI serta Tim Penyediaan Lahan SR Permanen yang melibatkan sejumlah kementerian pada, Senin (11/8/2026).
"Rakor ini kami selenggarakan sebagai bentuk pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Sekolah Rakyat tahun ajaran 2025–2026, sekaligus mempersiapkan langkah memasuki tahun ajaran baru 2026–2027," ujarnya, Jum'at (14/8/2026).
Menurutnya, seluruh calon siswa direkrut dari keluarga miskin desil 1–2 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSEN).
Ia juga mengatakan, seluruh pembiayaan mulai dari proses rekrutmen, penetapan, pengiriman, pemeriksaan kesehatan digratiskan. Untuk pendampingan dan MPLS telah berjalan sesuai tahapan yang ditetapkan.
Pemkab Bandung Barat telah meterbitkan Surat Keputusan Bupati Bandung Barat mengenai Tim Pendukung Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di KBB.
"Dengan telah diterbitkannya SK Bupati tentang Tim Pendukung Penyelenggaraan Sekolah Rakyat, pendampingan dan pelaksanaan program dapat berjalan secara kolaboratif antarperangkat daerah agar pelaksanaannya lebih tepat sasaran," tegasnya.
Poin terpenting yang menjadi bahasan utama dalam rapat adalah upaya penyediaan lahan Sekolah Rakyat yang terus diperjuangkan bersama seluruh perangkat daerah terkait. Atas arahan Sekretaris Daerah, Dinas Sosial bersama Disperkim, DPUTR, DLH, DPMPTSP, Dishub, Bapelitbangda, dan DPKAD diminta segera mengambil langkah konkret sesuai arahan Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat tingkat pusat.
Sekolah Rakyat hadir sebagai harapan baru bagi warga kurang mampu yang nyaris kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan. Program ini diharapkan mampu memutus mata rantai kemiskinan antar generasi dan membuka peluang masa depan yang lebih baik.
"Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi dan memberikan peluang pendidikan bagi masyarakat miskin yang sebelumnya hampir putus cita-citanya," pungkasnya.
