| Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mendorong para Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten/kota di Jawa Barat untuk tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi tampil sebagai motor penggerak pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Herman dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) Provinsi Jawa Barat di Forest Hill Hotel Ciwidey, Kabupaten Bandung, Rabu (12/8/2026) sore.
Menurut Herman Suryatman, posisi Sekda memiliki peran strategis dalam menerjemahkan visi kepala daerah ke dalam program pembangunan yang konkret dan terukur.
Terlebih, kepala daerah merupakan figur yang dipilih langsung oleh masyarakat sehingga setiap kebijakan pemerintahan harus mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan warga.
"Jangan hanya menjadi administrator. Kita harus menjadi bagian yang menggerakkan, mengoordinasikan, memonitor, dan memastikan hasil pembangunan dirasakan masyarakat," ujar Herman.
Ia menekankan, dinamika politik dalam pemerintahan daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses demokrasi. Namun, dinamika tersebut harus diimbangi dengan kerja birokrasi yang profesional, terukur, dan berorientasi pada hasil.
Dirinya pun mengingatkan para Sekda agar mampu membantu kepala daerah mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki daerah, mulai dari pendapatan, investasi, perdagangan hingga pengelolaan anggaran.
Menurut dia, peningkatan kinerja emonomi daerah akan memberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah untuk membiayai berbagai kebutuhan pembangunan, termasuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga pelayanan publik.
Herman Suryatman mencontohkan, pertumbuhan ekonomi yang meningkat akan berdampak signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan pada akhirnya memperbesar kapasitas fiskal daerah.
"Kalau ekonomi kita tumbuh, dampaknya bukan hanya pada angka statistik. Ada ruang fiskal yang bertambah dan itu bisa kita gunakan untuk membiayai pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Karena itu, dirinya mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk lebih agresif menarik investasi dan meningkatkan aktivitas ekonomi. Investasi harus diarahkan pada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat perdagangan dan ekspor. Menurutnya, Jawa Barat memiliki potensi besar untuk meningkatkan kontribusi ekonomi melalui investasi yang berorientasi pada produksi dan perdagangan internasional.
"Investasi harus menghasilkan pendapatan dan lapangan kerja. Jangan hanya mengejar masuknya investasi, tetapi harus kita pastikan memberikan nilai tambah bagi daerah," tutur Herman.
Dalam kesempatan itu juga, Herman mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Menurutnya, pembangunan tidak dapat dilakukan secara parsial karena setiap daerah memiliki keterkaitan ekonomi, sosial, dan pelayanan publik.
Untuk itu, Forum Sekda se-Jawa Barat diharapkan menjadi ruang untuk saling berbagi praktik baik, menyamakan persepsi, serta mencari solusi atas berbagai persoalan pembangunan daerah.
"Pertemuan ini bukan hanya silaturahmi, tetapi harus menjadi ruang untuk saling belajar dan mencari solusi bersama. Apa yang berhasil di satu daerah bisa menjadi pembelajaran bagi daerah lainnya," kata Herman.
Herman berharap forum tersebut menghasilkan langkah konkret yang dapat segera diterapkan di masing-masing daerah, terutama dalam memperkuat kinerja pemerintahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.
Ia menegaskan, keberhasilan birokrasi pada akhirnya bukan diukur dari banyaknya program yang dibuat, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
"Ukuran keberhasilan kita sederhana, masyarakat harus merasakan bahwa pemerintah hadir dan bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan mereka," pungkas Herman.
