Minggu, 6 Desember, 2020
">
ADVERTISEMENT
">

Waspada, Kasus Positif Covid-19 di Garut Bertambah 74 Orang

“Bahkan dalam tiga hari terakhir saja terdapat penambahan sebanyak 74 kasus positif. Yang paling harus diwaspadai adalah klaster keluarga,” ujarnya, Senin (19/10/2020).


DARA| GARUT- Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut kembali mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir ini. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut pun meminta masayarakat untuk waspada penyebaran di klaster keluarga.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, Yeni Yunita, mengatakan, ancaman klaster keluarga tersebut semakin meningkat setelah bertambahnya kasus konfirmasi positif dalam beberapa hari terakhir ini yang jumlahnya mencapai hingga puluhan orang.

BACA JUGA

Menurut Yeni, penambahan kasus terbanyak terjadi pada Jumat (16/10/2020) yang jumlahnya mencapai hingga 63 orang. Sedangkan pada Sabtu bertambah lima orang dan Minggu sebanyak enam orang.

“Bahkan dalam tiga hari terakhir saja terdapat penambahan sebanyak 74 kasus positif. Yang paling harus diwaspadai adalah klaster keluarga,” ujarnya, Senin (19/10/2020).

Yeni menyebutkan, hingga kini kasus konfirmasi positif di Kabupaten Garut sudah mencapai 426 orang, yaitu 167 orang menjalami isolasi
di rumah sakit, 255 orang dinyatakan sembuh, dan 14 orang meninggal.

Yeni pun kembali mengingatkan warga pentingnya menerapkan protokol kesehatan, seperti selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, sering cuci tangan dengan menggunakan sabun, dan jaga jarak.

“Itu jadi kunci untuk memutus penyebaran virus corona. Jadi kepedulian masyarakat sangat diperlukan agar kasus positif Covid-19 ini tak terus bertambah,” ucapnya.

Yeni menuturkan, klaster keluarga ini merupakan penularan virus dari salah satu anggota keluarga pada anggota keluarga yang lainnya. Karena itu, upaya pencegahan menjadi sangat penting, dengan menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan di dalam keluarga itu sendiri.

“Upaya pencegahan penularan virus (klaster keluarga) bertujuan mengurangi risiko penularan,” katanya.

Editor : Maji

Related Posts

Next Post

Discussion about this post