WAMENKOMINFO NEZAR PATRIA MELUNCURKAN BUKU “BERNALAR SEBELUM KLIK”

Selasa, 19 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DARA | Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria mengatakan program literasi digital di Indonesia perlu terus digerakkan secara berkelanjutan. Upaya membekali masyarakat dengan pengetahuan praktis dan terapan terkait perkembangan digitalisasi dan dampaknya penting agar masyarakat dapat memanfaatkan media sosial (medsos) secara rasional, produktif dan aman.

“Dunia digital telah menjadi bagian dari kehidupan keseharian kita, bahkan sudah menjadi kebutuhan pokok. Nyaris seperti kita membutuhkan sandang dan pangan,”ujar Wamenkominfo Nezar Patria saat meluncurkan buku bertajuk “Bernalar Sebelum Klik: Panduan Literasi Digital” karya Agus Sudibyo di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Palace Hotel, SCBD, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Senin (18/12).

Acara peluncuran buku dengan 171 halaman itu adalah salah satu rangkaian acara Hari Pers Nasional (HPN) 2024. Acara puncak HPN sendiri akan diadakan pada 9 Februari 2024 di Taman Impian Jaya Ancol (TIJA), Jakarta.

Tampak hadir dalam acara peluncuran buku itu, antara lain Dirjen Komunikasi dan Informasi Publik Usman Kansong dan Guru Besar Ilmu Komunikasi UNAIR Henri Subiakto. Dari jajaran pengurus PWI Pusat hadir pula Wasekjen Raja Pane; Ketua Dewan Kehormatan Sasongko Tejo dan Wina Armada (anggota) serta Ketua Penasehat PWI, H Ilham Bintang.

Agus Sudibyo, Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI tercatat sebagai penulis buku yang cukup produktif. Buku “Bernalar Sebelum Klik” adalah buku Agus Sudibyo kedua tahun 2023 atau buku ke-20 selama karirnya sebagai penulis.

Agus Sudibyo mengaku inspirasi buku “Bernalar Sebelum Klik” itu berasal dari keluarganya sendiri. Agus dan istrinya begitu khawatir karena anaknya yang kelas 5 SD kecanduan gadget. Ternyata setelah ditelusuri, dia dan istrinya serta sebagian besar keluarga di Indonesia juga kecanduan.

“Kecanduan adalah sisi negatif dari dunia digital. Kita telah diperbudak oleh teknologi. Problem yang dihadapi anak-anak dan orang tua hari-hari ini adalah sindrom lupa waktu. Itu yang membuat kita menjadi tidak produktif. Di sinilah pentingnya literasi digital,”ujar Agus.

Pemerintah mendorong program literasi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab. Salah satu hasil positif dari adanya literasi digital adalah tren turunnya jumlah hoax menjelang pemilu serentak 2024.

Agus Sudibyo berpendapat bahwa medsos adalah ruang publik bukan privat. Oleh karena itu, tambahnya, kita menggunakan standar etika publik saat ber-medsos. “Pesan moral buku ini, mari kita berpikir sebelum melakukan klik di dawai,”ujar Agus Sudibyo.

Dikatakan, melalui buku “Bernalar Sebelum Klik”, Agus Sudibyo ingin mendorong literasi digital secara kritis. Sebab, tambahnya, sejauh ini gerakan literasi digital lebih banyak menunjukkan sisi positifnya, seperti pemanfaatan untuk ekonomi kreatif dan pariwisata.

Dalam bukunya itu, Agus Sudibyo menyoroti secara kritis kebiasaan pengguna medsos menyimpan foto-foto pribadi di Facebook atau Instagram. Atau pemanfaatan layanan berbasis teknologi cloud. Intinya, dia mengingatkan adanya motif ekonomi bisnis di balik layanan platform digital tersebut.

Guru Besar Ilmu Komunikasi UNAIR Henri Subiakto mengatakan buku karya Agus Sudibyo layak menjadi panduan literasi digital khususnya individu. Dia menyarankan agar buku tersebut perlu dilanjutkan dengan buku literasi digital untuk komunitas dan negara. ***

Berita Terkait

Ancaman Makin Kompleks, Wapres Minta Aparat TNI-Polri ‘Melek’ Teknologi
Dukung dan Vote Jagoan Ambyarmu di Ajang Penghargaan Ambyar Awards 2024
Simak Nih, Catatan Diskusi: Dilema Kabinet Prabowo dalam Bingkai Koalisi Besar
Presiden Jokowi Sambut Kunjungan Grand Syekh Al Azhar, Tekankan Perdamaian dan Toleransi
FIFGROUP Gandeng YKPI Edukasi Deteksi Dini Kanker Payudara
Bey Machmudin Saksikan Penyampaian LHP LKPP 2023 dari BPK ke Presiden RI
Kembangkan Kepemimpinan Digital, Kominfo Siapkan DLA
Mengenal Budaya dan Seni Korea Melalui Kopi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 12:27 WIB

Ancaman Makin Kompleks, Wapres Minta Aparat TNI-Polri ‘Melek’ Teknologi

Jumat, 12 Juli 2024 - 16:20 WIB

Dukung dan Vote Jagoan Ambyarmu di Ajang Penghargaan Ambyar Awards 2024

Jumat, 12 Juli 2024 - 14:53 WIB

Simak Nih, Catatan Diskusi: Dilema Kabinet Prabowo dalam Bingkai Koalisi Besar

Kamis, 11 Juli 2024 - 11:31 WIB

Presiden Jokowi Sambut Kunjungan Grand Syekh Al Azhar, Tekankan Perdamaian dan Toleransi

Kamis, 11 Juli 2024 - 11:19 WIB

FIFGROUP Gandeng YKPI Edukasi Deteksi Dini Kanker Payudara

Berita Terbaru


Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety  Permanawati mengalungkan ID Card kepada peserta Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar Kwartir di Bumi Perkemahan Gentong, Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Sabtu (13/7/2024).(Foto: diskominfo)

EKSKUL

Emma Dety Ajak Anggota Pramuka Jadi Agen Perubahan

Sabtu, 13 Jul 2024 - 15:30 WIB