Tujuh Makanan Jawa Barat yang Cocok untuk Takjil

Selasa, 12 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Awug (Foto: bandung.go.id)

Awug (Foto: bandung.go.id)

Bulan Ramadan telah tiba. Setiap tahunnya, masyarakat dari berbagai daerah punya cara tersendiri untuk menjalaninya termasuk menyiapkan takjil atau hidangan berbuka puasa.

DARA | Di Jawa Barat, ada beraneka ragam kuliner yang bisa dijadikan takjil. Beberapa daerah punya keunggulan masing-masing yang tentunya sangat lezat untuk disantap ketika berbuka puasa.

Dari sekian banyaknya pilihan kuliner Jawa Barat, sedikitnya ada 7 macam yang dapat diburu di waktu ngabuburit. Berikut ulasannya:

1. Es Cendol

Es cendol menjadi salah satu minuman kebanggaan warga Jawa Barat khususnya daerah Priangan. Minuman ini memiliki rasa yang manis sehingga sangat cocok untuk melepaskan dahaga di waktu berbuka.

Kuliner ini terdiri dari berbagai bahan dasar. Cendolnya terbuat dari tepung beras, sementara untuk melengkapinya ditambah santan serta gula merah.

Untuk menambah kesegaran, biasanya ada tambahan buah nangka yang sudah dipotong kecil-kecil. Selain di Jawa Barat, kuliner sejenis es cendol juga bisa ditemukan di negara lain seperti Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Brunei Darussalam.

2. Es Goyobod

Selain es cendol, masyarakat Jawa Barat juga menjadikan es goyobod sebagai salah satu hidangan favorit untuk berbuka puasa. Kuliner ini begitu memikat karena memiliki rasa manis, segar, serta warna yang cantik perpaduan buah alpukat, agar, kolang-kaling, pacarcina, dan lain-lain.

Menurut beberapa sumber, goyobod dalam Bahasa Sunda berarti campuran minuman yang terbuat dari tepung kanji diiris persegi, dicampur sirup dan juga gula merah. Sumber lain menyebutkan bahwa kuliner ini ada berkat pengaruh dari bangsa Cina karena penggunaan tepung hunkwe di dalam bahan utamanya.

Terlepas dari itu, es goyobod sudah menjadi kuliner tradisional warga Jawa Barat. Penjualnya bisa ditemukan dengan mudah khususnya saat memasuki Bulan Ramadan.

3. Tahu Gejrot

Sesuai namanya, kuliner ini menggunakan tahu sebagai sajian utama. Tahu tersebut dipotong kecil-kecil untuk selanjutnya disiram dengan kuah bercita rasa manis pedas.

Menurut informasi, dulu tahu gejrot hanya disantap oleh masyarakat kalangan bawah. Tapi sekarang, tahu gejrot ‘naik kelas’ dan bahkan bisa ditemui dengan mudah di berbagai kota di Indonesia.

4. Awug

Kue awug merupakan salah jajanan tradisional khas Jawa Barat. Makanan ini terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan parutan kelapa, daun pandan, serta gula merah.

Sekilas tampilan kue awug mirip dengan kue putu bambu. Hanya saja bentuk dari kue awug seperti tumpeng yang mengerucut.

Sajian kue awug ini sangat cocok disantap selepas buka puasa. Sensasinya akan semakin nimmat jika dibarengi dengan segelas teh manis hangat.

5. Kolak Peyeum

Sesuai dengan namanya, kolak satu ini menggunakan peuyeum alias tape singkong sebagai bahan utama. Kolak peyeum banyak dijual sebagai jajanan takjil karena rasanya manis dan sangat cocok untuk disantap ketika berbuka puasa.

Jika ingin membuatnya di rumah, tak perlu khawatir soal bahan-bahannya. Sebab kuliner ini memiliki bahan yang mudah ditemukan seperti peyeum, cengkeh, kayu manis, gula putih, santan, serta daun pandan.

Kolek peuyeum yang penuh rempah bisa menjadi pemulih stamina tubuh selepas beraktivitas di bulan puasa. Sajian ini bisa dihidangkan saat hangat atau bisa juga disantap dingin agar rasanya terasa lebih segar.

6. Bubur Candil

Bubur Candil merpakan kuliner yang terbuat dari tepung ketan, gula jawa, dan kuah santan. Makanan manis ini menjadi salah satu kudapan yang mudah ditemui ketika berburu takjil.

Kombinasi rasa gurih serta manisnya gula merah yang menyatu dalam bubur candil ini membuat ketagihan bagi siapa saja yang menyantapnya. Sama seperti kolak, hidangan ini bisa dinikmati saat hangat ataupun ketika dingin.

7. Mie Glosor

Mie glosor sangat mudah ditemukan di wilayah Bogor dan sekitarnya. Kuliner ini akan lebih lezat jika disantap bersamaan dengan bumbu kacang yang memiliki cita rasa pedas.

Mie ini sangat licin dan kenyal, beda dari mie berbahan baku lain yang biasanya punya tekstur kesat. Ciri lainnya adalah penggunaan kunyit sebagai pewarna, yang membuat tampilannya menarik serta menggugah selera.

Ketika Ramadan tiba, pedagang mie glosor ‘menjamur’ dimana-mana. Biasanya mie glosor dijual bersamaan dengan penganan lain seperti kerupuk dan gorengan.

Editor: denkur

Berita Terkait

Bagja Setiawan Tepis Mencalonkan Diri Jadi Wali Kota Cimahi, Keukeuh Masih Komitmen di KBB
Prakiraan Cuaca Bandung, Jumat 19 April 2024
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Jumat 19 April 2024
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Jumat 19 April 2024
Musrenbang RKPD 2025, Pj Bupati Bandung Barat Prioritaskan Ini
Pagu Usulan Musrenbang Bandung Barat Tahun 2024, Total Rp1,1 Trilyun Lebih
Bupati Bandung Batalkan Pelantikan Ratusan ASN, Begini Alasannya
Peringati Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-60, Lapas Banceuy Gelar Penyuluhan Hidup Sehat dan Kerja Bakti

Berita Terkait

Jumat, 19 April 2024 - 20:53 WIB

Bagja Setiawan Tepis Mencalonkan Diri Jadi Wali Kota Cimahi, Keukeuh Masih Komitmen di KBB

Jumat, 19 April 2024 - 07:32 WIB

Prakiraan Cuaca Bandung, Jumat 19 April 2024

Jumat, 19 April 2024 - 07:25 WIB

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Jumat 19 April 2024

Jumat, 19 April 2024 - 07:21 WIB

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Jumat 19 April 2024

Kamis, 18 April 2024 - 20:54 WIB

Musrenbang RKPD 2025, Pj Bupati Bandung Barat Prioritaskan Ini

Kamis, 18 April 2024 - 19:54 WIB

Pagu Usulan Musrenbang Bandung Barat Tahun 2024, Total Rp1,1 Trilyun Lebih

Kamis, 18 April 2024 - 18:10 WIB

Bupati Bandung Batalkan Pelantikan Ratusan ASN, Begini Alasannya

Kamis, 18 April 2024 - 16:48 WIB

Peringati Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-60, Lapas Banceuy Gelar Penyuluhan Hidup Sehat dan Kerja Bakti

Berita Terbaru

Foto: Kominfo

HEADLINE

Pemerintah Bentuk Satgas Penanganan Pornografi Anak

Jumat, 19 Apr 2024 - 16:06 WIB