Tips Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi

Sabtu, 18 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: Klikdokter)

Ilustrasi (Foto: Klikdokter)

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia, dengan 90-95% kasus didominasi oleh hipertensi esensial.

DARA | Di Indonesia, menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dan studi kohor penyakit tidak menular (PTM) 2011-2021, hipertensi merupakan faktor risiko tertinggi penyebab kematian keempat dengan persentase 10,2%.

Data SKI 2023 menunjukkan bahwa 59,1% penyebab disabilitas (melihat, mendengar, berjalan) pada penduduk berusia 15 tahun ke atas adalah penyakit yang didapat, di mana 53,5% penyakit tersebut adalah PTM, terutama hipertensi (22,2%).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dr Eva Susanti, dalam temu media yang dilaksanakan di Hotel Mercure Jakarta Selatan, menyampaikan bahwa perilaku masyarakat yang dapat meningkatkan faktor risiko hipertensi adalah merokok, aktivitas fisik kurang, kurangnya makan sayur dan buah, serta mengonsumsi makanan asin.

“Proporsi penderita hipertensi umur 18-59 tahun yang melakukan aktivitas fisik kurang 1,9 kali lebih tinggi dibandingkan penderita hipertensi yang melakukan aktivitas fisik cukup,” kata Direktur P2PTM Dr. Eva Susanti.

Direktur Eva menuturkan, proporsi penderita hipertensi umur 18-59 tahun dengan obesitas sentral atau yakni kondisi kelebihan lemak pada perut 3,4 kali lebih tinggi dibandingkan penderita hipertensi yang tidak obesitas sentral.

Sementara itu, proporsi penderita hipertensi umur di atas 60 tahun dengan obesitas sentral sama dengan penderita hipertensi yang tidak obesitas sentral.

Dr Eva menyampaikan, hipertensi dapat diturunkan dengan perilaku hidup sehat dengan ‘PATUH’, yakni Periksa kesehatan secara rutin dan ikut anjuran dokter, atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, tetap diet dengan gizi seimbang, upayakan aktivitas fisik dengan aman, hindari asap rokok, alkohol, dan zat karsinogenik lainnya.

Presiden Indonesian Society of hypertension (InaSH, 2019-2021) Dr Tunggul D. Situmorang, yang juga merupakan narasumber pada temu dia tersebut, menyampaikan bahwa ada beberapa faktor penyebab hipertensi, di antaranya stress, usia, keturunan, garam, dan obesitas.

Dr Tunggul juga mengatakan, hipertensi atau darah tinggi dapat menyebabkan komplikasi penyakit stroke, kebutaan penyakit gagal jantung dan juga gagal ginjal.

Namun, darah tinggi atau hipertensi dapat diturunkan dengan berolahraga secara teratur, mengatur pola makan yang sehat, mengurangi konsumsi garam, konsumsi obat, dan menghindari stres.

“Ada begitu banyak pilihan-pilihan obat, begitu banyaknya obat-obatan, sehingga harus sudah tahu persis bagaimana mekanisme kerjanya, dipakai untuk siapa, dan harus digunakan dengan cara yang baik dan benar,” kata Dr Tunggul.

Dr Tunggul menyampaikan, untuk menurunkan hipertensi dan mencegah penyakit tidak menular lainnya, terapkan perilaku ‘CERDIK’, yakni Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet Seimbang, Istirahat cukup, Kelola stress.

Peran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam pengendalian hipertensi adalah berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang faktor risiko hipertensi.

Selain itu, Kemenkes juga menyosialisasikan pentingnya gaya hidup sehat, deteksi dini, penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat, termasuk layanan diagnosis dan tata laksana/protokol serta pengobatan penyakit hipertensi agar hiperetensi terkendali.

Kemenkes juga berfokus pada pengembangan SDM, melakukan integrasi terhadap semua sistem/aplikasi dalam SATU SEHAT, pemberdayaan masyarakat, serta dukungan terhadap riset-riset inovatif.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI.

Editor: denkur

Berita Terkait

Memutus Rantai Transmisi Penularan Tuberkulosis Melalui Pendekatan Budaya
herd Coffee Roaster Hadirkan The Neighborherd 1.0: Tren Baru Slow Bar & Omakase Coffee Bersama Mikael Jasin dengan Konsep yang ‘Seriusan Santainya’
Inilah Lima Manfaat Tertawa bagi Kesehatan
Skincare Mirukaku, Brand Lokal dari Usaha Sampingan Kini Jadi Sorotan
Rayakan Ulang Tahun, Merry Riana Tampil Beda Berikan Hadiah Spesial untuk para Follower
Ketua IKWI Jabar Lantik Pengurus IKWI Kabupaten Bandung
Dukung dan Sukseskan Cycling de Jabar 2024, Jadi Bukti Komitmen bank bjb Menggerakkan Ekonomi dan Pariwisata Jawa Barat
Age Gap Relationship: Saat Cinta Tak Mengenal Batas Usia
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 10:21 WIB

Memutus Rantai Transmisi Penularan Tuberkulosis Melalui Pendekatan Budaya

Rabu, 12 Juni 2024 - 12:33 WIB

herd Coffee Roaster Hadirkan The Neighborherd 1.0: Tren Baru Slow Bar & Omakase Coffee Bersama Mikael Jasin dengan Konsep yang ‘Seriusan Santainya’

Selasa, 11 Juni 2024 - 09:12 WIB

Inilah Lima Manfaat Tertawa bagi Kesehatan

Sabtu, 8 Juni 2024 - 14:08 WIB

Skincare Mirukaku, Brand Lokal dari Usaha Sampingan Kini Jadi Sorotan

Sabtu, 1 Juni 2024 - 11:22 WIB

Rayakan Ulang Tahun, Merry Riana Tampil Beda Berikan Hadiah Spesial untuk para Follower

Kamis, 30 Mei 2024 - 07:39 WIB

Ketua IKWI Jabar Lantik Pengurus IKWI Kabupaten Bandung

Sabtu, 25 Mei 2024 - 12:03 WIB

Dukung dan Sukseskan Cycling de Jabar 2024, Jadi Bukti Komitmen bank bjb Menggerakkan Ekonomi dan Pariwisata Jawa Barat

Sabtu, 25 Mei 2024 - 00:15 WIB

Age Gap Relationship: Saat Cinta Tak Mengenal Batas Usia

Berita Terbaru

Foto: miga/dara.co.id

BANDUNG UPDATE

Prakiraan Cuaca Bandung, Minggu 16 Juni 2024

Minggu, 16 Jun 2024 - 06:52 WIB