Solusi: Biomass Gasification, Inovasi Tim Dasher dari Madrasah TechnoNatura Depok, Juara 1 Samsung Solve for Tomorrow 2023

Senin, 18 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Madrasah TechnoNatura Depok Juara 1 Samsung Solve for Tomorrow 2023 (Foto: Ist)

Madrasah TechnoNatura Depok Juara 1 Samsung Solve for Tomorrow 2023 (Foto: Ist)

Gasifikasi biomassa adalah teknologi yang matang dengan biaya yang kompetitif untuk memproduksi hidrogen. Metode ini juga dapat menyelesaikan masalah ruang penyimpanan dan transportasi karena bahan baku yang berbentuk pelet.

DARA| Komunitas global makin intens mengurangi jejak karbon mereka, salah satunya dengan cara bertransisi dari sumber energi fosil ke sumber energi terbarukan. Hidrogen memiliki potensi yang menjanjikan sebagai bahan bakar yang bersih dan ramah lingkungan dan dapat mendukung upaya Indonesia untuk mengurangi emisi karbonnya sebanyak 31,89-43,2 persen sampai 2030.

Akan tetapi, masalah dalam pengembangan hidrogen sebagai bahan bakar hijau untuk sampai ke end user adalah biaya produksi yang tinggi, penyimpanan, serta suplai dan transportasi. Untuk itu, tim Dasher mengusulkan Biomass Gasification, mesin yang dapat mengubah bahan baku biomassa menjadi campuran gas (salah satunya adalah hidrogen) yang dikenal sebagai SynGas, dengan biaya yang lebih kompetitif.

 

Mengapa Biomass Gasification?

Biomassa merupakan sumber daya domestik yang melimpah. Ada lebih banyak biomassa yang tersedia daripada yang dibutuhkan untuk kebutuhan pangan dan pakan ternak.

Biomassa mendaur ulang karbondioksida. Tanaman mengkonsumsi karbon dioksida dari atmosfer sebagai bagian dari proses pertumbuhan alami mereka, saat mereka membuat biomassa, tumbuhan mengimbangi karbondioksida yang dilepaskan dari produksi hidrogen melalui proses biomass gasification (gasifikasi biomassa) dan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang rendah.

Gasifikasi biomassa adalah teknologi yang matang dengan biaya yang kompetitif untuk memproduksi hidrogen. Metode ini juga dapat menyelesaikan masalah ruang penyimpanan dan transportasi karena bahan baku yang berbentuk pelet.


Para Pemenang Samsung Solve for Tomorrow 2023 (Foto: Ist)

 

Bagaimana Biomass Gasification bekerja?

Proses gasifikasi biomassa diawali dengan memasukkan pelet biomassa ke dalam reaktor gasifikasi. Pada suhu tinggi (700-1000 derajat Celsius) gasifikasi akan terjadi.

Biomassa pun bereaksi dan suhu tinggi akan memisahkan gas-gas yang terkandung dalam biomassa dan akan membentuk SynGas (terdiri dari H2, CO2, CO, CH4). SynGas kemudian didinginkan oleh cooling system lalu dibersikan dalam filter tank. SynGas yang sudah bersih bisa dikeluarkan dari gasifier.

Pengembangan Prototype Biomass Gasification

Untuk pengembangan mesin Biomass Gasification lebih lanjut, Tim Dasher melakukan:

1.Produksi Pelet Biomassa
Tim Dasher sedang mengidentifikasi sejumlah limbah atau bahan biomassa yang mudah didapat, efisien, dan mudah dijadikan pelet biomassa untuk sumber hidrogen.

2.AI H2 Identification on Biomass pellet

Tim Dasher membuat alat identifikasi kandungan pelet biomassa menggunakan bantuan AI, yang menggabungkan teknologi Flame Visual Detection dan AI Nose Detection. Sistem AI ini dapat memberikan penilaian akurat terhadap kandungan hidrogen dan gas-gas lainnya yang dihasilkan dari pelet biomassa.

3.Biomass Gasifier Prototype

Tim Dasher membuat prototype mesin biomass gasifier. Dengan alat AI H2 content identification dan api yang tercipta, didapati bahwa mesin ini berhasil menghasilkan hidrogen dan SynGas lainnya.

 

Editor: Maji

 

Berita Terkait

Samsung Solve for Tomorrow Kembali Digelar, Siapkan Inovasimu!
Integrasikan Pendidikan AI dan IoT, Samsung Innovation Campus Cetak Talenta Digital Muda Siap Kerja
Laptop Axioo Hype Series Berikan Performa Tinggi dengan Harga Kompetitif untuk Generasi Muda Indonesia
Produktif di Awal Tahun dengan Galaxy A15, Simak Caranya!
Galaxy A15 Series, Mulai 2 Jutaan untuk Yang Pasti Performanya dengan Super AMOLED dan NFC
Laptop Bertenaga AMD Ryzen™ 7000 Series Processors Terbaru, Tawarkan Performa Unggul dengan Efisiensi Daya Menakjubkan
Lika Liku Anak Sekolah Menengah Ciptakan Solusi IoT Canggih di SIC
Ini Saatnya Punya Tablet Flagship Serbaguna yang Terjangkau: Galaxy Tab S9 FE!
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 April 2024 - 20:44 WIB

Samsung Solve for Tomorrow Kembali Digelar, Siapkan Inovasimu!

Rabu, 28 Februari 2024 - 23:22 WIB

Integrasikan Pendidikan AI dan IoT, Samsung Innovation Campus Cetak Talenta Digital Muda Siap Kerja

Rabu, 7 Februari 2024 - 21:09 WIB

Laptop Axioo Hype Series Berikan Performa Tinggi dengan Harga Kompetitif untuk Generasi Muda Indonesia

Selasa, 23 Januari 2024 - 11:30 WIB

Produktif di Awal Tahun dengan Galaxy A15, Simak Caranya!

Rabu, 17 Januari 2024 - 22:26 WIB

Galaxy A15 Series, Mulai 2 Jutaan untuk Yang Pasti Performanya dengan Super AMOLED dan NFC

Rabu, 29 November 2023 - 17:55 WIB

Laptop Bertenaga AMD Ryzen™ 7000 Series Processors Terbaru, Tawarkan Performa Unggul dengan Efisiensi Daya Menakjubkan

Rabu, 25 Oktober 2023 - 19:34 WIB

Lika Liku Anak Sekolah Menengah Ciptakan Solusi IoT Canggih di SIC

Sabtu, 14 Oktober 2023 - 13:57 WIB

Ini Saatnya Punya Tablet Flagship Serbaguna yang Terjangkau: Galaxy Tab S9 FE!

Berita Terbaru

Bandara Kertajati (Foto: Setkab)

BANDUNG UPDATE

Tingkatkan Rute Penerbangan, PT BIJB Diskon Harga Avtur

Jumat, 14 Jun 2024 - 14:51 WIB