Sebar Kampanye di Medsos di Hari Tenang, Bisa Kena Pasal

mm

Senin, 12 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Memasuki masa tenang jelang pencoblosan Pemilu 2024, para peserta Pemilu dilarang melakukan aksi kampanye.

DARA | Baik kampanye secara langsung atau menggunakan media sosial seperti Instagram (IG), WhatsApp (WA), fesbook (FB), Tiktok maupun YouTube.

Kendati berkampanye pada masa tenang sudah jelas dilarang, namun masih saja ada diantaranya yang men-share kampanye peserta pemilu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung Barat (KBB), Riza Nazrul Falah Sopandi mengatakan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, tidak secara eksplisit disebutkan larangan berkampanye di medsos non akun resmi peserta Pemilu.

Namun apabila masih ada pihak-pihak yang men-share aktivitas kampanye pada masa tenang, masyarakat bisa melaporkan ke Bawaslu.

Menurutnya, pelanggaran yang dilakukan peserta Pemilu pada saat masa tenang, sekalipun di akun media sosial tak resmi bakal kena pasal.

“Kalau ada seperti itu, masukin saja laporannya ke Bawaslu. Kita akan melakukan kajian, apakah ini termasuk melabrak aturan Undang-undang Pemilu atau Undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik)?” ujar Riza, Minggu (11/2/2024).

Riza menegaskan berkampanye melalui medsos, peserta Pemilu wajib melaporkan akun resmi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) 3 hari sebelum masa kampanye.

Untuk akun resmi, bisa secara mudah memantaunya apabila ada pelanggaran. Namun akun lainnya yang tidak didaftarkan di KPU, tinggal kejelian dari masyarakat apabila ada pelanggaran

“Sebenarnya Bawaslu juga sudah bersurat ke parpol pada tanggal 7 (Pebruari) terkait dengan imbauan di masa tenang,” ujarnya.

Menurutnya, kampanye di masa tenang dalam masa tenang tidak dibolehkan. Apabila ada diantaranya yang masih melakukan aktivitas kampanye, jangan segan-segan untuk melaporkan ke Bawaslu.

“Biar kita bisa menindaklanjutinya. Kemudian kita kaji, kalau jelas tindakannya, ada perbuatannya. Nanti kita lihat pelanggaran hukumnya,” katanya.

Editor: denkur | Foto: Ist

Berita Terkait

Buat Warga Kabupaten Bandung, Nih Ada Beras Murah, Simak Lokasi dan Jadwalnya
Prakiraan Cuaca Bandung, Rabu 28 Februari 2024
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Rabu 28 Februari 2024
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Rabu 28 Februari 2024
Kesertaan BPJS Kesehatan Masyarakat Peringkat 23 se-Jabar, Pemkab Bandung Barat Berkomitmen Kejar UHC 95 %
Ini Lokasi Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Bandung
Penanganan Penyalahgunaan Narkoba, BNNK Bandung Barat Tidak Bisa Kerja Sendiri
Prakiraan Cuaca Bandung, Selasa 27 Februari 2024
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:51 WIB

Buat Warga Kabupaten Bandung, Nih Ada Beras Murah, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Rabu, 28 Februari 2024 - 06:14 WIB

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Rabu 28 Februari 2024

Rabu, 28 Februari 2024 - 06:10 WIB

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Rabu 28 Februari 2024

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:57 WIB

Kesertaan BPJS Kesehatan Masyarakat Peringkat 23 se-Jabar, Pemkab Bandung Barat Berkomitmen Kejar UHC 95 %

Selasa, 27 Februari 2024 - 15:21 WIB

Ini Lokasi Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Bandung

Selasa, 27 Februari 2024 - 14:55 WIB

Penanganan Penyalahgunaan Narkoba, BNNK Bandung Barat Tidak Bisa Kerja Sendiri

Selasa, 27 Februari 2024 - 06:29 WIB

Prakiraan Cuaca Bandung, Selasa 27 Februari 2024

Selasa, 27 Februari 2024 - 06:23 WIB

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Selasa 27 Februari 2024

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman (Foto: Ist)

HEADLINE

Sekda Sukabumi, Orang Asing Perlu Diawasi

Rabu, 28 Feb 2024 - 14:03 WIB