Salinan Formulir C 1 Jadi Incaran Peserta Pemilu, Begini Penjelasan Komisioner KPU KBB

Senin, 19 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cep Suryana atau Boim (Foto: Istimewa)

Cep Suryana atau Boim (Foto: Istimewa)

Salinan formulir C 1, menjadi fenomena cukup menarik jelang penghitungan suara Pemilu 2024 di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Bandung Barat yang akan dilaksanakan mulai Selasa (20/2/2024).

DARA | Nampaknya, salinan formulir C 1 satu-satunya formulir yang paling banyak dicari peserta Pemilu 2024, seperti tim capres/ cawapres dan calon anggota legislatif (caleg).

Hanya calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), peserta Pemilu yang tidak terdengar kasak kusuk cari salinan formulir C 1.

Komisioner KPU KBB, Cep Suryana mengatakan salinan formulir C 1 ini sebagai alat pembanding ketika rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2024 di masing-masing kecamatan, sedang berlangsung.

Ketika rekapitulasi masing-masing kecamatan, dilakukan sonding data antara C Plano dan C hasil yang ada di dalam kotak.

Dan C hasil yang terpampang di Sirekap, berada pula C 1 dipegang Panwas, dan C 1 salinannya ada di para saksi.

“Nah itu merupakan data pembanding. Kalau misalnya si A klaim mendapatkan suara segitu, mesti ditunjang dengan data. Data itu mesti akurat dan keakuratannya tersimpan di C 1,” ujar Cep Suryana yang lebih dikenal Boim di Sekretariat KPU KBB, Senin (19/2/2024).

Salinan formulir C 1 ini dikeluarkan oleh KPPS, diberikan kepada peserta yang hadir di dalam pemungutan dan penghitungan di TPS, salah satunya pada saksi yang diberikan mandat oleh peserta pemilu.

Jadi KPPS wajib memberikan salinan formulir C 1, salah satunya kepada saksi yang diberikan mandat oleh peserta pemilu.

Namun kenyataannya, peserta pemilu tidak mengirimkan saksi di TPS sehingga mereka kesulitan memperoleh salinan formulir C 1 ini.

Saat Pemilu 2024 yang berlangsung pada 14 Pebruari lalu, saksi yang hadir di TPS se-KBB rata-rata di bawah angka 10 orang.

Padahal idealnya, saksi di TPS tersebut terdiri dari 75 orang yang terdiri dari 3 orang dari capres/ cawapres, 18 orang dari partai dan 54 dari DPD.

“Konsekwensi logisnya ketika peserta pemilu tidak memandatkan saksinya, maka kerugian bagi mereka. Jadi hanya peserta yang mendelegasikan saksi di masing-masing TPS yang mendapatkan C 1,” tutur Boim.

Namun sebenarnya, para peserta pemilu bisa mendapatkan salinan formulir C ini dari saksi peserta lainnya yang hadir di TPS. Hanya mungkin, tidak sesimpel dari saksi sendiri yang memegang salinan C 1.

“Bagi peserta pemilu yang tidak mengantongi C 1, sesungguhnya dalam juknis tidak ada alternatif lain. Mungkin bisa dengan bantuan, minta ke partai lain. Itu alternatifnya,” ujatnya.

Editor: denkur

Berita Terkait

Sahabat8’84 SMPN 1 Margahayu Gelar Reuni, Ketua Alumni Berpesan Tetap Tumbuhkan Silaturahmi dan Persaudaraan
Simak Nih, 13 Penghargaan Yang Diboyong Pemkab Bandung Sepanjang Peringatan Harganas 2024
Prakiraan Cuaca Bandung, Senin 22 Juli 2024
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Senin 22 Juli 2024
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Senin 22 Juli 2024
Prakiraan Cuaca Bandung, Minggu 21 Juli 2024
Kang Arfi Harap Kelompok Rentan Dapat Perhatian Ekstra
Prakiraan Cuaca Bandung, Sabtu 20 Juli 2024
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juli 2024 - 19:53 WIB

Sahabat8’84 SMPN 1 Margahayu Gelar Reuni, Ketua Alumni Berpesan Tetap Tumbuhkan Silaturahmi dan Persaudaraan

Senin, 22 Juli 2024 - 10:46 WIB

Simak Nih, 13 Penghargaan Yang Diboyong Pemkab Bandung Sepanjang Peringatan Harganas 2024

Senin, 22 Juli 2024 - 07:55 WIB

Prakiraan Cuaca Bandung, Senin 22 Juli 2024

Senin, 22 Juli 2024 - 07:50 WIB

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Senin 22 Juli 2024

Senin, 22 Juli 2024 - 07:47 WIB

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Senin 22 Juli 2024

Berita Terbaru

CATATAN

PASCA JOE BIDEN Dari Zampoli Hingga Johnson

Senin, 22 Jul 2024 - 19:05 WIB

DISDIK

Proyek e- Katalog Disdik Jabar Jadi Sorotan

Senin, 22 Jul 2024 - 18:36 WIB