PT PIL dengan KKP Perkuat Zona II PIT di Tanah Papua

mm

Senin, 29 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana acara Soft Launching Ekosistem Hasil Perikanan Zona II Penangkapan Ikan Terukur Koridor Biak-Surabaya. (Dok. Istimewa)

Suasana acara Soft Launching Ekosistem Hasil Perikanan Zona II Penangkapan Ikan Terukur Koridor Biak-Surabaya. (Dok. Istimewa)

PT Pindad International Logistic (PT PIL) bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat implementasi Penangkapan Ikan Terukur (PIT) di Tanah Papua.

DARA | Soft Launching Ekosistem Hasil Perikanan Zona II PIT Koridor Biak-Surabaya berlangsung di Biak, Sabtu (27/1/2024).

Direktur Utama PT PIL, Suresh Ferdian hadir langsung pada acara tersebut.

Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Dirjen PDSPKP) Budi Sulistiyo saat soft launching mengatakan, pengelolaan berbasis ekosistem tersebut untuk mendekatkan rantai pasok hasil perikanan dari hulu ke hilir. Khususnya, dari pusat produksi ke pusat distribusi ikan.

Budi Sulistiyo juga mengatakan, Zona II adalah salah satu zona yang memiliki sumber daya ikan yang tinggi, namun saat ini belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga melalui implementasi PIT berbasis kuota, sumberdaya ikan akan terjaga dan manfaat ekonomi akan terwujud secara lestari dan berkelanjutan, terutama bagi masyarakat lokal.

Budi Sulistiyo memaparkan pendekatan logistik untuk memastikan produk perikanan yang dikirim dilakukan secara tepat waktu, tepat kuantitas, tepat kualitas, dan tepat lokasi, sehingga kegiatan akan berjalan lebih efektif dan biaya yang dikeluarkan akan lebih efisien.

Terlihat saat uji coba selama sebulan terakhir sebanyak 20 kapal yang sudah beroperasi di Zona II berhasil dipersingkat waktu yang semula 7 – 10 hari untuk sampai ke daerah penangkapan, kini hanya butuh dua hari.

“Sebelum pindah ke sini berangkatnya dari Jakarta perlu perjalanan satu minggu hingga 10 hari. Operasi disini, 2 hari sudah sampai ke lokasi penangkapan,” kata Budi Sulistiyo.

Lebih lanjut Budi Sulistiyo mengatakan, efisiensi tersebut juga berhasil meningkatkan produktivitas kapal penangkapan ikan. Terlihat dari jumlah tangkapan selama sebulan yang mencapai 50 kontainer berukuruan 20 feet.

“20 kapal ikan yang sudah bermigrasi di sini, sebulan sudah menghasilkan 50 kontainer ukuran 20 feet, artinya 750 ton. Jadi, mari bangun ekonomi biru di Tanah Papua melalui PIT berbasis kuota yang mengedepankan ekologi untuk kesejahteraan masyarakat berkelanjutan,” kata Budi Sulistiyo.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Logistik Ditjen PDSPKP, Berny A Subki berharap pengembangan koridor Biak-Surabaya tersebut bermanfaat bagi perekonomian daerah serta memicu tumbuh-kembang usaha dan industri sektor kelautan dan perikanan di wilayah Indonesia timur dengan memprioritaskan keberlanjutan sumber daya sebagai implementasi ekonomi biru.

Terlebih estimasi potensi di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 717 untuk ikan pelagis kecil sebesar 135 ribu ton dengan Jumlah Tangkapan yang Dibolehkan (JTB) 121,6 ribu ton dan ikan pelagis besar (selain tuna dan cakalang) sebesar 189 ribu ton dengan JTB 132 ribu ton.

“Satu data KKP tahun 2022 mencatat produksi perikanan tangkap di Kabupaten Biak Numfor sebesar 138 ribu ton. Jadi masih terdapat potensi pemanfaatan Sumber Daya Ikan di wilayah ini,” kata Berny A Subki.

Berny A Subki juga menginformasikan, model ekosistem yang dibangun KKP adalah penguatan dan harmonisasi tata kelola sistem logistik ikan yang efisien, mendukung penjaminan mutu serta ketertelusuran terhadap produk. KKP bekerja sama dengan PT Pindad International Logistic dalam mengembangkan koridor Biak-Surabaya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan KKP telah mengembangkan lima koridor logistik ikan untuk mendukung pengembangan sistem logistik ikan nasional.

Kelima koridor logistik ikan nasional yang sudah ada tersebut meliputi koridor Kendari-Jawa, koridor Mimika-Jawa, koridor Ambon-Jawa, koridor Bitung-Jawa, dan koridor Makassar-Jawa.***(Muhammad Fadhli)

Editor: denkur

Berita Terkait

Persiapan Ramadhan, Presiden Jokowi Meminta Jajarannya Menjaga Stabilitas Harga
Menuju Indonesia Emas, 12,7 Juta USD Sumbangsih BINAR untuk PDB Indonesia
Presiden Jokowi Terima Surat Kepercayaan dari Sembilan Dubes Negara Sahabat
Pertamina Dampingi Ribuan UMKM Binaan Raih Sertifikasi Halal
Bulog Jabar Jamin Stok Beras Cukup hingga Ramadan dan Idulfitri
Sambut Pesta Demokrasi, Pertamina Patra Niaga Regional JBB Siagakan Satgas Distribusi BBM & LPG
Ekonomi Jawa Barat 2023 Tumbuh 5 Persen, Tertinggi Kedua di Pulau Jawa
Dukung UMKM, Sepanjang 2023 Pertamina Salurkan Rp141 Miliar untuk 5.116 Mitra Binaan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Februari 2024 - 16:13 WIB

Persiapan Ramadhan, Presiden Jokowi Meminta Jajarannya Menjaga Stabilitas Harga

Selasa, 20 Februari 2024 - 12:20 WIB

Menuju Indonesia Emas, 12,7 Juta USD Sumbangsih BINAR untuk PDB Indonesia

Minggu, 18 Februari 2024 - 15:40 WIB

Presiden Jokowi Terima Surat Kepercayaan dari Sembilan Dubes Negara Sahabat

Minggu, 18 Februari 2024 - 12:52 WIB

Pertamina Dampingi Ribuan UMKM Binaan Raih Sertifikasi Halal

Sabtu, 17 Februari 2024 - 11:50 WIB

Bulog Jabar Jamin Stok Beras Cukup hingga Ramadan dan Idulfitri

Sabtu, 10 Februari 2024 - 19:50 WIB

Sambut Pesta Demokrasi, Pertamina Patra Niaga Regional JBB Siagakan Satgas Distribusi BBM & LPG

Kamis, 8 Februari 2024 - 11:37 WIB

Ekonomi Jawa Barat 2023 Tumbuh 5 Persen, Tertinggi Kedua di Pulau Jawa

Rabu, 7 Februari 2024 - 11:15 WIB

Dukung UMKM, Sepanjang 2023 Pertamina Salurkan Rp141 Miliar untuk 5.116 Mitra Binaan

Berita Terbaru

Foto: miga/dara.co.id

BANDUNG UPDATE

Prakiraan Cuaca Bandung, Rabu 28 Februari 2024

Rabu, 28 Feb 2024 - 06:24 WIB

mobil sim keliling kota Bandung

BANDUNG UPDATE

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Rabu 28 Februari 2024

Rabu, 28 Feb 2024 - 06:10 WIB