Perilaku Etis dalam Profesi Akuntansi: Pentingnya Integritas dan Kepercayaan

Kamis, 27 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konsultangue.com

Konsultangue.com

Profesi akuntansi memiliki peran krusial dalam dunia bisnis modern.

DARA | Sebagai penjaga integritas keuangan perusahaan, akuntan dituntut untuk menjunjung tinggi etika profesional.

Artikel ini akan membahas pentingnya perilaku etis dalam profesi akuntansi, prinsip-prinsip yang harus dipegang, serta konsekuensi dari pelanggaran etika melalui studi kasus Enron dan KAP Arthur Andersen.

Etika dan Perilaku Etis dalam Akuntansi

Etika dapat didefinisikan sebagai serangkaian prinsip atau nilai moral yang menjadi perekat dalam masyarakat.

Dalam konteks profesi akuntansi, perilaku etis berfungsi untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat atas kompetensi dan integritas para praktisi.

Kode etik akuntan di Indonesia diatur oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan berlaku bagi seluruh anggotanya.
Prinsip-prinsip Etika Profesi Akuntansi Profesi akuntansi dilandasi oleh beberapa prinsip etis utama:
1. Tanggung jawab profesional
2. Kepentingan publik
3. Integritas
4. Objektivitas dan independensi
5. Keseksamaan
6. Ruang lingkup dan sifat jasa

Selain itu, akuntan profesional juga harus memegang prinsip:
– Kompetensi di bidang keahlian

– Objektivitas dalam penawaran layanan
– Integritas dalam urusan dengan klien
– Kerahasiaan informasi klien
– Disiplin terhadap anggota yang melanggar standar

Fungsi dan Tujuan Etika dalam Akuntansi

Etika dalam akuntansi memiliki beberapa fungsi penting:
1. Sebagai pedoman profesionalitas bagi anggota profesi
2. Alat kontrol sosial bagi masyarakat
3. Pencegah campur tangan pihak luar dalam hubungan etika antar anggota profesi

Studi Kasus: Enron dan KAP Arthur Andersen

Kasus Enron dan KAP Arthur Andersen menjadi contoh nyata konsekuensi fatal dari pelanggaran etika profesi akuntansi.

Enron, perusahaan energi terbesar di AS, bangkrut pada tahun 2001 dengan meninggalkan hutang sebesar US$31,2 milyar.

KAP Arthur Andersen, sebagai auditor Enron, terlibat dalam manipulasi laporan keuangan dan penghancuran dokumen-dokumen penting.

Pelanggaran etika yang dilakukan meliputi:
– Manipulasi laporan keuangan untuk menarik investor
– Kurangnya independensi auditor
– Penghancuran bukti-bukti audit
– Konflik kepentingan dalam pemberian jasa audit dan konsultasi

Akibatnya, kedua perusahaan menghadapi konsekuensi hukum yang berat, kehilangan kepercayaan publik, dan akhirnya hancur. Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya menjunjung tinggi etika dalam profesi akuntansi.

Kesimpulan
Perilaku etis dalam profesi akuntansi sangat penting untuk memastikan integritas, kepercayaan, dan transparansi dalam praktik bisnis.

Dengan mematuhi prinsip-prinsip etika, profesional akuntansi dapat membangun reputasi yang kuat dan mempertahankan kepercayaan publik.

Kasus Enron dan Arthur Andersen menunjukkan bahwa pelanggaran etika dapat mengakibatkan kerugian besar bagi banyak pihak dan merusak integritas profesi secara keseluruhan.***

Penulis: Azmi Nurmaulana, Indah Septiani, Lia Amelia, Nabilah Dinda Oktaviani, Eva Miranda, Fernaldy Wahyu Kurniawan (Mahasiswa Universitas Pamulang)

Editor: denkur

Berita Terkait

Wakil KOPERTAIS Menjelaskan Terkait Wisuda STIT-At Taqwa dan STIT Muhammadyah
Wisuda ke-40 Universitas Paramadina, Berbekal Kitab dan Hikmah Generasi Muda Hadapi Tantangan Masa Depan
The Room 19 Library Space, Bikin Betah Baca Buku
Siswa Sampoerna Academy Raih 59 Penghargaan di SASMO-Singapore and Asian Schools Math Olympiad
Sekda Herman Suryatman Raih Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dari IPDN
Berkaca dari Tragedi Ciater, Kadisdik Jabar Imbau Begini tentang Study Tour Sekolah
Begini Manfaat Aplikasi Sapawarga untuk PPDB 2024
Pemprov Jabar Gunakan Aplikasi Sapawarga untuk Mudahkan PPDB 2024
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juli 2024 - 21:29 WIB

Wakil KOPERTAIS Menjelaskan Terkait Wisuda STIT-At Taqwa dan STIT Muhammadyah

Kamis, 27 Juni 2024 - 22:18 WIB

Perilaku Etis dalam Profesi Akuntansi: Pentingnya Integritas dan Kepercayaan

Sabtu, 15 Juni 2024 - 20:49 WIB

Wisuda ke-40 Universitas Paramadina, Berbekal Kitab dan Hikmah Generasi Muda Hadapi Tantangan Masa Depan

Kamis, 6 Juni 2024 - 15:13 WIB

The Room 19 Library Space, Bikin Betah Baca Buku

Senin, 3 Juni 2024 - 19:37 WIB

Siswa Sampoerna Academy Raih 59 Penghargaan di SASMO-Singapore and Asian Schools Math Olympiad

Berita Terbaru


Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety  Permanawati mengalungkan ID Card kepada peserta Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar Kwartir di Bumi Perkemahan Gentong, Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Sabtu (13/7/2024).(Foto: diskominfo)

EKSKUL

Emma Dety Ajak Anggota Pramuka Jadi Agen Perubahan

Sabtu, 13 Jul 2024 - 15:30 WIB