Pemkab Bandung Gandeng Telkom University Atasi Persoalan Sampah dan Banjir

Sabtu, 6 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bandung mengungkapkan, Kabupaten Bandung setiap harinya rata-rata mengeluarkan 1.282 ton sampah, yang kini masih menyisakan 298 ton sampah yang belum tertangani.

DARA| Pemerintah Kabupaten Bandung dan Telkom University sepakat menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) tentang penanganan sampah dan pengendalian banjir dengan pendekatan inovasi sehingga menghasilkan pilot project.

Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Ilmu Terapan Universitas Telkom dengan DPUTR Kabupaten Bandung, di Gedung Selaru, Fakultas Ilmu Terapan Universitas Telkom, Jumat (5/7/2024).

Dokumen kerja sama yang diteken DPUTR dengan pihak U-Tel ini merupakan program yang mengedepankan pendekatan inovasi sehingga menghasilkan pilot project.

Bupati Bandung mengungkapkan, Kabupaten Bandung setiap harinya rata-rata mengeluarkan 1.282 ton sampah, yang kini masih menyisakan 298 ton sampah yang belum tertangani.

“Saya menyambut baik MoA ini, sehingga dengan kerjasama pentahelix ini nantinya diharapkan bisa menghasilkan inovasi untuk menangani sisa sampah yang belum tertangani sebesar 298 ton tersebut, yang selama ini dibuang ke TPA Sarimukti Bandung Barat,” kata bupati.

Sementara sekitar 1.000 ton sampah masyarakat sudah melakukan penanganan secara mandiri. Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna menyebut penanganannya dilakukan dengan empat cara.

Pertama, berbasis individu atau rumah dengan membuat Lubang Cerdas Organik (LCO) minimal dua titik LCO per orang di masing-masing rumahnya.

Kedua, pengolahan sampah berbasis RW, dengan menginstruksikan Kelompok Swadaya Masyarakat yang mengelola TPS3R, seperti di Desa Cangkuang Wetan Kecamatan Dayeuhkolot.

Ketiga, penangan di tingkat desa dengan berbasis kawasan. Pemkab Bandung telah membeli empat mesin Refuse Derived Fuel (RDF), yang hasil daur ulang sampahnya bisa dijual ke pabrik untuk pengganti batu bara. Keempat, yaitu dengan memanfaatkan incenerator.

Selain dengan keempat cara tersebut, Kang DS menginginkan persoalan sampah bisa selesai. Bahkan lebih dari itu bisa menjadikan sampah ini sebagai berkah dan bukan sebagai masalah lagi.

Maka dari itu, sambung Bupati Bedas, dengan MoA ini tentunya diharapkan menghasilkan inovasi yang dilahirkan dari hasil kajian Telkom University, agar permasalah sampah di Kabupaten Bandung ini bisa selesai dengan kolaborasi pentahelix.

“Saya ingin bisa seperti Kota Surabaya yang bersih dan saya optimis permasalahan sampah kita ini bisa selesai dua atau tiga tahun ke depan dengan kolaborasi pentahelix,” ungkap Bupati Dadang Supriatna.

Kepala DPUTR Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa dalam laporannya menyampaikan, MoA ini sesuai dengan arahan Bupati Bandung, bahwa kita harus berkolaborasi dengan konsep pentahelix dalam menyelesaikan permasalah di Kabupaten Bandung yang cukup kompleks seperti persoalan penanganan sampah, selain pengendalian banjir.

“Kami berharap kerjasama ini bisa menghasilkan inovasi, sehingga sesuai tagline DPUTR ‘ Sampah Jadi Berkah bisa terwujud, bukan hanya untuk pengurangan volume sampah tapi juga bagaimana agar dari sampah itu bisa bernilai ekonomis bagi masyarakat,” kata Zeis.

 

Editor: Maji

 

Berita Terkait

Bupati Bandung: Program Insentif Guru Ngaji Untuk Meningkatkan Ukhuwah Islamiah
Laporkan Jika ada Kekerasan dalam Masa Orientasi Siswa Baru
Rembug Bedas : Cara Bupati Bandung Ngecek 13 Program Prioritas
Baznas Jabar Award 2024, Selamat kepada Baznas Kabupaten Sukabumi
Prevalensi Stunting Tinggi, Pemerintah Kabupaten Bandung Gelontorkan Anggaran Rp200 M
Dinas di Kabupaten Bandung Wajib Miliki Layanan Quick Response, Begini Alasannya
Prakiraan Cuaca Bandung, Jumat 12 Juli 2024
Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Jumat 12 Juli 2024
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 14:40 WIB

Bupati Bandung: Program Insentif Guru Ngaji Untuk Meningkatkan Ukhuwah Islamiah

Sabtu, 13 Juli 2024 - 12:02 WIB

Laporkan Jika ada Kekerasan dalam Masa Orientasi Siswa Baru

Jumat, 12 Juli 2024 - 19:55 WIB

Rembug Bedas : Cara Bupati Bandung Ngecek 13 Program Prioritas

Jumat, 12 Juli 2024 - 17:01 WIB

Baznas Jabar Award 2024, Selamat kepada Baznas Kabupaten Sukabumi

Jumat, 12 Juli 2024 - 13:53 WIB

Prevalensi Stunting Tinggi, Pemerintah Kabupaten Bandung Gelontorkan Anggaran Rp200 M

Berita Terbaru


Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety  Permanawati mengalungkan ID Card kepada peserta Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar Kwartir di Bumi Perkemahan Gentong, Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Sabtu (13/7/2024).(Foto: diskominfo)

EKSKUL

Emma Dety Ajak Anggota Pramuka Jadi Agen Perubahan

Sabtu, 13 Jul 2024 - 15:30 WIB