Naik Pesawat yang Lebih Hemat dan Efisien, Presiden Jokowi Betolak ke Tiga Negara

mm

Jumat, 29 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Jokowi bertolak menuju Roma, Italia, dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (29/10/2021) pagi. (Foto: Agus Suparto)

Presiden Jokowi bertolak menuju Roma, Italia, dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (29/10/2021) pagi. (Foto: Agus Suparto)

Ada yang berbeda dalam kunjungan ke luar negeri Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke tiga negara yakni Italia, Inggris Raya, dan Persatuan Emirat Arab.


DARA – Presiden dan rombongan menggunakan pesawat berbadan lebar milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia dalam kunjungan kerja tersebut.

Menanggapi hal ini, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono memberikan penjelasan jelang keberangkatan menuju Roma di Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (29/10/2021).

Heru menjelaskan bahwa pemilihan pesawat maskapai nasional ini telah dipertimbangkan secara matang, seperti pertimbangan efisiensi waktu, penghematan anggaran, dan juga protokol kesehatan.

“Dengan menggunakan pesawat berbadan lebar ini, perjalanan menuju Roma selama 13 jam ini bisa dilakukan langsung tanpa perlu transit. Bila kita menggunakan Pesawat Kepresidenan BBJ, kita harus transit. Dan ingat, ini adalah kunjungan kerja pertama Bapak Presiden ke luar negeri di masa pandemi, kami harus sangat berhati-hati dalam menjalankan protokol kesehatan, termasuk pertemuan tatap muka di saat transit,” ujar Heru, seperti dikutip dari laman resmi Setkab, Jumat (29/10/2021).

Apabila Presiden dan rombongan harus transit, ucap Heru, maka persiapan pelaksanaan protokol kesehatan harus dijalankan dengan baik, seperti sterilisasi ruang tunggu, tes PCR untuk pramusaji di tempat transit, dan juga makanan dan minuman yang disajikan harus dipastikan dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Hal lain yang menjadi pertimbangan Heru adalah efisiensi anggaran di mana semua menteri yang hadir dalam kunjungan tersebut, turut serta dalam rombongan Presiden di pesawat ini.

“Tentunya penggunaan anggaran juga menjadi perhatian kami. Setelah kami hitung jauh lebih hemat dengan turut sertanya para menteri dalam rombongan ini, dibandingkan para menteri ini menggunakan pesawat komersial. Total ada enam menteri yang ikut dalam pesawat ini, Menko Perekonomian, Menko Kemaritiman dan Investasi, Menteri Luar Negeri, Menteri Keuangan, Menteri BUMN, dan Sekretaris Kabinet,” kata Heru.

Memang para Menteri ini tidak semuanya bergabung sejak di Jakarta, karena adanya pertemuan yang harus diikuti sebelum bergabung dengan rombongan Presiden.

“Menteri Keuangan dan Menteri Luar Negeri misalnya, beliau harus berangkat terlebih dahulu ke Roma, karena ada pertemuan tingkat menteri dan juga mempersiapkan kedatangan Presiden. Namun setelah itu, dari Roma menuju Glasgow, kemudian lanjut Abu Dhabi dan Dubai, Menlu akan bergabung terus,” ujar Heru.

Penghematan lainnya adalah semua rombongan yang tergabung dalam tim pendahulu ke Abu Dhabi dan Dubai, kepulangan ke Tanah Air akan bergabung dengan pesawat tersebut.

“Semua pegawai yang bertugas sebagai tim pendahulu di Abu Dhabi dan Dubai akan ikut bersama kami dalam kepulangan ke Tanah Air. Jadi mereka tidak membeli tiket pesawat komersial untuk kembali ke Tanah Air,” tutur Heru.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya di masa pandemi ini, ucap Heru, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M Tonny Harjono menerapkan aturan protokol kesehatan dalam penerbangan ke luar negeri ini.

“Ini penerbangan jarak jauh dan kita tahu COVID ini masih ada, bahkan di Eropa terjadi peningkatan. Oleh karena itu Pak Sesmil menerapkan aturan yang ketat di dalam penerbangan ini, seperti harus menggunakan masker dan antarpenumpang minimal berjarak satu kursi,” ucap Heru.

Adapun rencana pesawat yang akan digunakan oleh Presiden dan rombongan adalah menggunakan tipe Boeing 777-300ER. Selama digunakan Presiden dan rombongan, pesawat ini akan diberi lambang dan tulisan Republik Indonesia di badan pesawat. Sebab secara protokoler, pesawat itu akan menjadi Pesawat Kepresidenan RI.***

Editor: denkur

Berita Terkait

Di HPN 2024 Jokowi Janji, Bangun Graha Pers Pancasila
Bupati Bandung Dadang Supriatna Raih Anugerah PWI Pusat di Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2024
Sekjen PWI Pusat Serahkan 10.000 Bibit Pohon ke Ancol
Real Count KPU, Prabowo-Gibran Moncer di 58.67 Persen
Sidak Pasar Gedebage, Pj. Gubernur Jabar Pastikan Stok Beras Aman
Pemda Harus Beri Bantuan bagi Petugas Penyelenggara Pemilu yang Wafat
Jelang Ramadhan, Inilah 134 Titik Pantauan Hilal
Menteri BUMN Erick Thohir Dapat Penghargaan Pin Emas PWI

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 09:26 WIB

Di HPN 2024 Jokowi Janji, Bangun Graha Pers Pancasila

Selasa, 20 Februari 2024 - 19:46 WIB

Bupati Bandung Dadang Supriatna Raih Anugerah PWI Pusat di Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2024

Selasa, 20 Februari 2024 - 12:48 WIB

Sekjen PWI Pusat Serahkan 10.000 Bibit Pohon ke Ancol

Selasa, 20 Februari 2024 - 12:39 WIB

Real Count KPU, Prabowo-Gibran Moncer di 58.67 Persen

Selasa, 20 Februari 2024 - 12:15 WIB

Sidak Pasar Gedebage, Pj. Gubernur Jabar Pastikan Stok Beras Aman

Selasa, 20 Februari 2024 - 12:08 WIB

Pemda Harus Beri Bantuan bagi Petugas Penyelenggara Pemilu yang Wafat

Selasa, 20 Februari 2024 - 12:03 WIB

Jelang Ramadhan, Inilah 134 Titik Pantauan Hilal

Senin, 19 Februari 2024 - 21:14 WIB

Menteri BUMN Erick Thohir Dapat Penghargaan Pin Emas PWI

Berita Terbaru

NASIONAL

Di HPN 2024 Jokowi Janji, Bangun Graha Pers Pancasila

Rabu, 21 Feb 2024 - 09:26 WIB

Foto: miga/dara.co.id

BANDUNG UPDATE

Prakiraan Cuaca Bandung, Rabu 21 Februari 2024

Rabu, 21 Feb 2024 - 06:15 WIB

mobil sim keliling kota Bandung

BANDUNG UPDATE

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Rabu 21 Februari 2024

Rabu, 21 Feb 2024 - 05:59 WIB