Menyebarkan Pesan Cinta Melalui Tari Bali

mm

Minggu, 30 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

Galeri Indonesia Kaya menyuguhkan penampilan istimewa yang menyentuh hati dan memberikan pesan cinta serta keharmonisan bagi para penikmat seni dalam pertunjukan bertajuk Janger Semara Ratih.

DARA | Dipersembahkan oleh kelompok Kembalikan Baliku, Sabtu (29/7/2023).

Kembalikan Baliku mengangkat kisah Dewa Semara dan Dewi Ratih sebagai Dewa-Dewi cinta yang menggambarkan gejolak asmara pemuda-pemudi yang memiliki kekuatan cinta yang luar biasa dan memperlihatkan bagaimana kekuatan cinta merasuki setiap insan.

“Sore ini, Auditorium Galeri Indonesia Kaya dimeriahkan dengan penampilan penuh cinta dari kelompok Kembalikan Baliku. Semangat kelompok Kembalikan Baliku dalam menyebarkan semangat cinta budaya melalui seni pertunjukan tertuang melalui pertunjukan Janger Semara Ratih yang tak hanya indah tapi juga kaya akan nilai-nilai luhur yang harus kita lestarikan,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.

“Kami harap, pertunjukan kekinian yang kental dengan kebudayaan Bali ini dapat meningkatkan minat generasi muda untuk mempelajari dan semakin mencintai ragam kebudayaan yang ada di Indonesia,” imbuhnya.

Selama kurang lebih 60 menit penikmat seni dihibur dengan kisah Dewa Semara dan Dewi Ratih sebagai Dewa Dewi cinta melalui struktur tari yang disajikan menjadi tiga bagian.

Bagian pertama menggambarkan gejolak cinta asmara para pemuda pemudi yang bergelora, bagian kedua menggambarkan Dewa Semara dan Dewi Ratih yang memiliki kekuatan cinta yang luar biasa, dan bagian ketiga menggambarkan bagaimana kekuatan cinta tersebut merasuki setiap insan.

Dalam setiap pembagian babaknya, Kembalikan Baliku juga menyajikan Bondres atau pertunjukkan lawak Bali, yang menggunakan topeng dari tata ria layaknya badut dengan format kekinian sebagai pengantar cerita agar
terjalin secara terstruktur dan menarik.

Tari Janger merupakan bentuk nyanyian dari para petani yang bergembira saat panen tiba yang dibawakan dengan cara bersahut-sahutan oleh sekumpulan muda mudi, yang diciptakan oleh I Gede Dharna di tahun 1920an di Buleleng, Bali.

Dalam perkembangannya, tari Janger menjadi tari pergaulan yang dibawakan dengan berpasangan serta berkelompok. Dalam pementasannya, tari Janger kian berkembang dengan mementaskan lakon drama di dalamnya yang dikenal dengan Janger Melampan/Melampahan (Janger Berkisah). Hal ini yang mendasari penciptaan karya tari Janger yang diberi tajuk Janger Semara Ratih.

Syandria Kameron selaku pendiri kelompok Kembalikan Baliku mengungkapkan: “kami hadir untuk mempertahankan seni budaya Bali, sehingga dapat diserap oleh berbagai kalangan, baik muda hingga tua. Salah satu langkah yang kami lakukan untuk melestarikan kebudayaan Bali adalah dengan menampilkan tarian Bali secara rutin dalam berbagai kegiatan, seperti sore hari ini di panggung Auditorium Galeri Indonesia Kaya.”

“Kami harap, penampilan kami hari ini dapat menghibur, melestarikan kebudayaan serta menjadi media untuk menyebarkan rasa cinta dan kasih melalui seni pertunjukan agar terciptanya keharmonisan,” kata Syandria.

Kembalikan Baliku merupakan gebrakan budaya yang diinisiasi oleh Syandria Kameron untuk melestarikan salah satu budaya Indonesia, yakni budaya Bali.

Kelompok ini, kerap menyebarkan kebudayaan Bali di berbagai kegiatan karena prihatin akan kondisi seni budaya Bali yang semakin tergerus oleh persaingan industri hiburan global.

Kembalikan Baliku berharap, penampilan rutin mereka di berbagai tempat dapat menyelaraskan seni dan kebudayaan Bali dengan perkembangan zaman dan dapat menarik minat generasi muda.

Sekilas Galeri Indonesia Kaya (GIK)

Galeri Indonesia Kaya merupakan ruang publik berbasis digital yang didedikasikan untuk masyarakat dan dunia seni pertunjukan Indonesia sebagai wujud komitmen Bakti Budaya Djarum Foundation untuk terus memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan Indonesia khususnya generasi muda agar tidak kehilangan identitasnya sebagai bangsa Indonesia.

Ruang publik yang berlokasi di West Mall Grand Indonesia lantai 8 ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dalam memadukan konsep edukasi dengan digital multimedia untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia, khususnya bagi generasi muda, dengan cara yang menyenangkan, terbuka untuk umum, dan tidak dipungut biaya.

Sejak diresmikan pada 10 Oktober 2013 yang lalu, Galeri Indonesia Kaya telah dikunjungi lebih dari 600.000 pengunjung dan menyelenggarakan lebih dari 2.000 pertunjukan yang dipadu dengan konsep kekinian.

Selama itu pula, lebih dari 500 pekerja seni terlibat dalam beragam kegiatan seni seperti tarian, teater, monolog, pertunjukan musik, apresiasi sastra, kunjungan budaya, dan sebagainya.

Tempat seluas 635 m² ini juga memiliki auditorium berkapasitas 150 penonton yang didukung fasilitas modern sebagai sarana bagi pelaku seni maupun masyarakat umum untuk menampilkan berbagai kesenian Indonesia dan kegiatan lainnya secara gratis, termasuk pengunjung dan penontonnya.

Selain menampilkan ragam budaya nusantara di panggung budaya auditorium, konsep desain Galeri Indonesia Kaya tetap mengangkat ke-khas-an Indonesia dalam interior sentuhan rotan kekinian dengan motif pucuk rebung dan kembang tanjung, motif parang (pada ceiling).

Berbagai aplikasi terbaru dihadirkan dalam bentuk projection mapping dengan teknologi sensor yang interaktif dan
menyenangkan. Secara keseluruhan, terdapat 7 aplikasi yang terinspirasi dari ragam kekayaan Indonesia, antara lain: Bersatu Padu, Selaras Seirama, Sajian Rasa, Arundaya, Cerita Kita, Arungi, dan Pesona Alam.

Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya, Cinta Indonesia.

Editor: denkur

Berita Terkait

Foto: Pangandaran Dipadati Pengunjung
Bey Ingatkan Potensi Kemacetan Objek Wisata Setelah Idulfitri
Disparbud Jabar Proyeksikan Pantai Karang Papak Garut
Cycling de Jabar 2024 Bakal Eksplorasi Pariwisata Cirebon Raya
Bey Machmudin: Ciayumajakuning Potensial Jadi Primadona Baru Pariwisata Jabar
Calender of Event 2024 di Kuningan, Dari Festival Durian hingga Pacuan Kuda
Jawa Barat Raih Penghargaan Anugerah Bangga Berwisata di Indonesia 2023
Bupati Bandung: Pelaku Wisata dan Ekonomi Kreatif Harus Paham Teknologi Digital

Berita Terkait

Minggu, 14 April 2024 - 20:34 WIB

Foto: Pangandaran Dipadati Pengunjung

Rabu, 10 April 2024 - 20:21 WIB

Bey Ingatkan Potensi Kemacetan Objek Wisata Setelah Idulfitri

Rabu, 20 Maret 2024 - 22:18 WIB

Disparbud Jabar Proyeksikan Pantai Karang Papak Garut

Jumat, 15 Maret 2024 - 13:16 WIB

Cycling de Jabar 2024 Bakal Eksplorasi Pariwisata Cirebon Raya

Rabu, 31 Januari 2024 - 13:25 WIB

Bey Machmudin: Ciayumajakuning Potensial Jadi Primadona Baru Pariwisata Jabar

Sabtu, 27 Januari 2024 - 12:32 WIB

Calender of Event 2024 di Kuningan, Dari Festival Durian hingga Pacuan Kuda

Sabtu, 16 Desember 2023 - 22:13 WIB

Jawa Barat Raih Penghargaan Anugerah Bangga Berwisata di Indonesia 2023

Senin, 11 Desember 2023 - 19:04 WIB

Bupati Bandung: Pelaku Wisata dan Ekonomi Kreatif Harus Paham Teknologi Digital

Berita Terbaru

Pantai Pangandaran dipadati pengunjung (Foto: denkur/dara.co.id)

HEADLINE

Foto: Pangandaran Dipadati Pengunjung

Minggu, 14 Apr 2024 - 20:34 WIB


Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin mengecek Al Jabbar menyusul insiden bocah tenggelam di kolam dalam kompleks masjid pada Ahad (17/12/2023). (Foto: diskominfo)

BANDUNG UPDATE

Pj Gubernur Jabar : Sikat Praktik Pungli di Masjid Al Jabbar

Minggu, 14 Apr 2024 - 19:24 WIB