Mengenal Virus Nipah dan Gejalanya

Selasa, 2 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: Kemenkes)

Ilustrasi (Foto: Kemenkes)

Kelelawar adalah reservoir alami virus Nipah.

DARA | Virus Nipah pertama kali teridentifikasi di Malaysia pada sebuah peternakan babi. Pada saat itu, hewan-hewan tersebut menunjukkan gejala demam, kesulitan bernapas, dan kejang. World Health Organization (WHO) mencatat bahwa virus Nipah berasal dari kelelawar buah yang menularkannya ke babi.

Kelelawar adalah reservoir alami virus Nipah. Ini berarti virus tersebut tidak menyebabkan penyakit pada kelelawar, tetapi dapat menyebar dari mereka ke hewan lain, seperti babi.

Penebangan hutan menyebabkan kelelawar kehilangan habitat mereka, sehingga mereka pindah mendekati pemukiman manusia dan peternakan. Inilah yang memungkinkan virus Nipah berpindah dari kelelawar ke babi, dan dari babi ke manusia.

Cara Penularan Virus Nipah

Virus Nipah termasuk dalam kelompok Paramyxovirus yang merupakan virus RNA. Kelompok virus ini juga dapat menyebabkan penyakit lain, seperti pneumonia, gondongan, dan campak. Namun, virus Nipah memiliki karakteristik khusus yang membuatnya menjadi ancaman serius.

Penularan virus Nipah dapat terjadi ketika manusia bersentuhan langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine.

Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa seseorang bisa terinfeksi Virus Nipah melalui konsumsi daging hewan yang terinfeksi, terutama jika daging tersebut dimasak kurang matang.

Selain penularan dari hewan ke manusia, Virus Nipah juga diketahui dapat menular dari manusia ke manusia. Ini terjadi melalui kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi, terutama ketika pasien berada dalam kondisi yang menghasilkan banyak sekali cairan tubuh, seperti air liur.

Gejala Infeksi Virus Nipah

Setelah terinfeksi, virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 4-14 hari sebelum gejala muncul. Gejala infeksi ini dapat bervariasi dari ringan hingga berat, bahkan mengancam jiwa. Beberapa gejala yang mungkin terjadi termasuk:

-Demam

-Sakit kepala

-Batuk

-Sakit tenggorokan

-Nyeri otot

-Sesak napas

-Muntah

-Kesulitan menelan

-Peradangan otak (ensefalitis)

Kondisi ensefalitis yang disebabkan oleh Virus Nipah dapat mengakibatkan gejala serius seperti kantuk berlebihan, sulit berkonsentrasi, disorientasi, dan perubahan mood yang signifikan. Pada kasus yang parah, infeksi Virus Nipah dapat menyebabkan kematian.

Cara Mencegah Penularan Virus Nipah

Mencegah penularan Virus Nipah sangat penting untuk melindungi diri sendiri dan masyarakat. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah penularan termasuk:

-Hindari kontak langsung dengan hewan yang berisiko. Kelelawar dan hewan ternak seperti babi adalah sumber penularan utama. Hindari kontak langsung dengan hewan-hewan ini.

-Pastikan mencuci sayur dan buah sebelum mengkonsumsinya. Hindari makanan yang terkontaminasi oleh hewan.

-Ketika membersihkan kotoran atau urine hewan yang berisiko tertular, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, sepatu boots, dan pelindung wajah.

-Selalu cuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan atau orang yang sakit, terutama yang memiliki gejala infeksi Nipah.

-Pastikan daging hewan dimasak dengan baik dan hindari makan daging yang masih mentah.

Meskipun kasus infeksi Virus Nipah saat ini belum dilaporkan di Indonesia, tetaplah waspada karena virus ini memiliki potensi penularan yang cepat. Dengan mematuhi langkah-langkah pencegahan di atas, kita dapat melindungi diri dan masyarakat dari ancaman potensial virus nipah.

Artikel ini sebelumnya sudah tayang di situs resmi Kemenkes dengan judul yang sama.

Editor: denkur

Berita Terkait

Pemprov Jabar dan Direksi BIJB Agresif Meningkatkan Kinerja Bisnis
Tangisan Messi Berakhir Manis, Argentina Pertahankan Gelar Copa Amerika 2024
Bupati Bandung Perintahkan Soal Ini kepada Kepala Dinas Pendidikan Agus Firman
Pesan Bey Machmudin: Siswa Baru Jangan Tegang Ikut MPLS
Ini Komentar Pelatih Spanyol Usai Menjuarai Piala Eropa 2024
Bupati Bandung Membuka MPLS, Pesanya Guru Harus Jadi Teladan Untuk Siswanya
Mencicipi Citra Rasa Kopi di K-Coffee Culture & Arts KCCI
Jangan Ada Perpeloncoan Siswa Baru, Bey : Yang Melanggar Saya Tindak
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juli 2024 - 00:11 WIB

Pemprov Jabar dan Direksi BIJB Agresif Meningkatkan Kinerja Bisnis

Senin, 15 Juli 2024 - 16:30 WIB

Tangisan Messi Berakhir Manis, Argentina Pertahankan Gelar Copa Amerika 2024

Senin, 15 Juli 2024 - 15:14 WIB

Bupati Bandung Perintahkan Soal Ini kepada Kepala Dinas Pendidikan Agus Firman

Senin, 15 Juli 2024 - 14:55 WIB

Pesan Bey Machmudin: Siswa Baru Jangan Tegang Ikut MPLS

Senin, 15 Juli 2024 - 14:36 WIB

Ini Komentar Pelatih Spanyol Usai Menjuarai Piala Eropa 2024

Berita Terbaru

Foto: miga/dara.co.id

BANDUNG UPDATE

Prakiraan Cuaca Bandung, Selasa 16 Juli 2024

Selasa, 16 Jul 2024 - 05:41 WIB

mobil sim keliling kabupaten Bandung

BANDUNG UPDATE

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kabupaten Bandung, Selasa 16 Juli 2024

Selasa, 16 Jul 2024 - 05:36 WIB

mobil sim keliling kota Bandung

BANDUNG UPDATE

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Selasa 16 Juli 2024

Selasa, 16 Jul 2024 - 05:34 WIB