Lima Kecamatan Zona Merah Terapkan AKB Plus Berskala Mikro

mm

Kamis, 11 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksana Tugas Bupati Cianjur, Herman  Suherman (Foto: Purwanda/dara.co.id)

Pelaksana Tugas Bupati Cianjur, Herman Suherman (Foto: Purwanda/dara.co.id)

Adaptasi kebiasaan baru (AKB) plus berskala mikro diberlakukan di lima kecamatan yang berstatus zona merah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.


DARA – Lima kecamatan itu yakni Kecamatan Cianjur, Cipanas, Pacet, Cilaku, dan Cibeber.

Pelaksana Tugas Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan untuk mengawasi penerapan AKB plus berskala mikro itu, pemerintah daerah membentuk satuan tugas dan relawan hingga ke tingkat RT/RW.

“Ini sebagai upaya pemerintah daerah dalam menekan angka penyebaran dan penularan Covid-19,” kata Herman, kepada wartawan, Kamis (11/2/2021).

Meskipun Kabupaten Cianjur merupakan zona orange Covid-19, lanjut Herman, pemerintah tidak melakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro.

Sebagai gantinya, pemerintah menerapkan AKB plus berskala mikro untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Kita tetap AKB plus atau yang ditingkatkan. Tapi skalanya sekarang mikro, ikuti pusat yang juga menjalankan PPKM berskala mikro,” jelasnya.

AKB plus berskala mikro tersebut diterapkan di seluruh kecamatan di Cianjur, namun diutamakan akan dijalankan di lima kecamatan yang berstatus zona merah.

“Terdapat lima kecamatan yang statusnya zona merah. Yakni Kecamatan Cianjur, Cipanas, Pacet, Cilaku, dan Cibeber,” ujarnya.

Herman menjelaskan nantinya akan didata kembali dan ditinjau status berdasarkan tingkat RW dan RT. Jika dalam satu ke-RT-an atau RW banyak yang positif dan menjadi zona merah, akan dilakukan pembatasan kegiatan masyarakat.

Masyarakat akan diminta untuk tidak keluar dari lingkungannya. Bahkan orang dari luar juga tidak boleh masuk.

“Jadi karantina lokal, per RT atau RW. Tapi masih proses pendataan, diklasifikasikan berdasarkan lingkungan paling kecil,” tuturnya.***

Editor: denkur

Berita Terkait

Piala Asia U-23 2024, Simak Nih Persiapan Pelatih Qatar dan Indonesia
Foto: Pangandaran Dipadati Pengunjung
Antisipasi Dampak One Way: Kapolresta Cirebon Pimpin Patroli Pengamanan dan Pengaturan Arus Lalulintas di Jalur Tol
Arus Balik Lebaran di Daop 3 Cirebon: Rekor Penumpang Kereta Api!
Pj Gubernur Jabar : Sikat Praktik Pungli di Masjid Al Jabbar
Tim SAR Temukan Dua Pelajar Yang Tenggelam di Situ Cileunca Pangalengan
Cek Disini, Head to Head Qatar Vs Indonesia, Laga Pembuka Piala Asia U-23 2024
Simak Nih, Pengaduan Masyarakat Yang Masuk Aplikasi Sapawarga Pemprov Jabar

Berita Terkait

Minggu, 14 April 2024 - 22:31 WIB

Piala Asia U-23 2024, Simak Nih Persiapan Pelatih Qatar dan Indonesia

Minggu, 14 April 2024 - 20:34 WIB

Foto: Pangandaran Dipadati Pengunjung

Minggu, 14 April 2024 - 20:23 WIB

Antisipasi Dampak One Way: Kapolresta Cirebon Pimpin Patroli Pengamanan dan Pengaturan Arus Lalulintas di Jalur Tol

Minggu, 14 April 2024 - 20:21 WIB

Arus Balik Lebaran di Daop 3 Cirebon: Rekor Penumpang Kereta Api!

Minggu, 14 April 2024 - 19:24 WIB

Pj Gubernur Jabar : Sikat Praktik Pungli di Masjid Al Jabbar

Minggu, 14 April 2024 - 16:02 WIB

Cek Disini, Head to Head Qatar Vs Indonesia, Laga Pembuka Piala Asia U-23 2024

Minggu, 14 April 2024 - 14:20 WIB

Simak Nih, Pengaduan Masyarakat Yang Masuk Aplikasi Sapawarga Pemprov Jabar

Minggu, 14 April 2024 - 12:59 WIB

Inilah Penyakit Khas Pascalebaran, dr Dewi Sarankan Begini

Berita Terbaru

Pantai Pangandaran dipadati pengunjung (Foto: denkur/dara.co.id)

HEADLINE

Foto: Pangandaran Dipadati Pengunjung

Minggu, 14 Apr 2024 - 20:34 WIB


Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin mengecek Al Jabbar menyusul insiden bocah tenggelam di kolam dalam kompleks masjid pada Ahad (17/12/2023). (Foto: diskominfo)

BANDUNG UPDATE

Pj Gubernur Jabar : Sikat Praktik Pungli di Masjid Al Jabbar

Minggu, 14 Apr 2024 - 19:24 WIB