Lewat Si Duli, Pemerintah Libatkan Masyarakat Sapu Bersih Pungli

Kamis, 13 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kominfo

Foto: Kominfo

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto mengajak masyarakat untuk terlibat aktif melaporkan dan memberantas praktik pungutan liar.

DARA | “Aplikasi Si Duli dapat membantu Satgas Saber Pungli mengawasi praktek-praktek pungli yang ada di Indonesia, dan penilaian terhadap kinerja Unit Pemberantasan Pungli (UPP) sehingga akhirnya dapat mewujudkan Indonesia yang bersih dari pungli,” tuturnya saat membuka Rapat Kerja Nasional 2024 Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di Jakarta Pusat, Rabu (12/06/2024).

Si Duli merupakan pengembangan aplikasi yang telah ada yang dapat menjadi jembatan masyarakat untuk mengadukan kejadian–kejadian pungli baik di tingkat pusat, provinsi, bahkan sampai kabupaten dan kota.

Menko Hadi juga mengingatkan arti penting sinergitas Satgas Saber Pungli guna penguatan Indeks Perilaku Anti Korupsi melalui interoperabilitas Si Duli dan SP4N Lapor! milik Kemenpan RB.

“Diharapkan interoperabilitas aplikasi Si Duli dan SP4N Lapor! dapat berkontribusi secara signifikan dalam menaikkan nilai Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) pemerintah,” kata Menko Hadi.

Mantan Panglima TNI tersebut menyampaikan kehidupan berbangsa dan bernegara ini tidak terlepas dari peran pemerintah untuk memudahkan masyarakat melakukan kegiatannya sehari-hari dalam wujud pelayanan publik.

“Sehingga perlu upaya pemberantasan secara tegas, terpadu, efektif, efisien, dan mampu menimbulkan efek jera,”
ujar Hadi.

Menurut Menko Polhukam, Pungli merupakan salah satu bentuk contoh mal-administrasi yang sering terjadi dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Hal ini disebabkan beberapa faktor antara lain ketidakjelasan prosedur layanan, penyalahgunaan wewenang, keterbatasan informasi layanan yang diberikan, kurangnya pengawasan dari atasan dan pengawas internal, serta kebiasaan dari pelaksana dan pengguna layanan.

“Beberapa strategi yang dapat diimplementasikan dalam upaya meningkatkan capaian IPAK melalui pencegahan pungli antara lain meningkatkan transparansi dalam proses pelayanan publik, memperkuat pengawasan dan akuntabilitas, menerapkan pendekatan preventif serta melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam memerangi pungli,” tutur Hadi.***(Kominfo)

Editor: denkur

Berita Terkait

Final Piala Eropa 2024, Berikut Rekor Pertemuan Spanyol Vs Inggris
Ngabakso, Cara Sonny Salimi Serap Aspirasi Warga Kota Bandung
Jelang Pilkada, Partai Demokrat Tak Mau Asal Pilih Pemimpin Kota Bandung
Waduh, DAS Citarum Tercemar Obat-obatan Aktif, Bey: Usut Tuntas Pelakunya
Ikut Bintek Partai Demokrat, Kang Arfi Ingin Bandung Jadi Kota Fungsional dan Dicintai
Dapat Surat Tugas dari PSI, Kang Arfi Kantongi Empat Rekomendasi Parpol Untuk Pilwalkot Bandung
Cek Disini, Jadwal Siaran Langsung Piala AFF U-19
Begini Alasan, Juara 3 Piala Eropa Tidak Dipertandingkan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 14:09 WIB

Final Piala Eropa 2024, Berikut Rekor Pertemuan Spanyol Vs Inggris

Minggu, 14 Juli 2024 - 11:39 WIB

Ngabakso, Cara Sonny Salimi Serap Aspirasi Warga Kota Bandung

Sabtu, 13 Juli 2024 - 15:47 WIB

Waduh, DAS Citarum Tercemar Obat-obatan Aktif, Bey: Usut Tuntas Pelakunya

Sabtu, 13 Juli 2024 - 15:37 WIB

Ikut Bintek Partai Demokrat, Kang Arfi Ingin Bandung Jadi Kota Fungsional dan Dicintai

Sabtu, 13 Juli 2024 - 14:16 WIB

Dapat Surat Tugas dari PSI, Kang Arfi Kantongi Empat Rekomendasi Parpol Untuk Pilwalkot Bandung

Berita Terbaru


Bakal Calon Wali Kota Bandung dari Partai Gerindra, Sonny Salimi saat diwawancari wartawan. (Foto: deram/dara)

HEADLINE

Ngabakso, Cara Sonny Salimi Serap Aspirasi Warga Kota Bandung

Minggu, 14 Jul 2024 - 11:39 WIB

Foto: miga/dara.co.id

BANDUNG UPDATE

Prakiraan Cuaca Bandung, Minggu 14 Juli 2024

Minggu, 14 Jul 2024 - 07:33 WIB