Kusmana: Rembuk Stunting dan Peluncuran Aplikasi Siapdate Langkah Penting yang Harus Dilakukan

Jumat, 31 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

Pemerintah Kota Sukabumi gelar Rembuk Stunting 2024, di Hotel Balcony Kota Sukabumi, Jumat (31/5/2024).

DARA | Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji hadir sekaligus mendeklarasikan komitmen publik dalam upaya penurunan prevalensi stunting.

Kusmana mengatakan, Kota Sukabumi memiliki peran dalam pencapaian target prevalensi stunting Jawa Barat, yakni dengan melakukan sejumlah strategi diantaranya, pemantauan tumbuh kembang dan kondisi kesehatan balita.

Lalu, pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal dengan sasaran ibu hamil dan balita wasting serta under weight.

Kemudian, berkolaborasi dengan berbagai sektor dalam pencegahan balita stunting baru.

Kusmana menjelaskan, intervensi spesifik tidak hanya dilakukan oleh sektor kesehatan, tetapi juga dilaksanakan oleh berbagai sektor.

“Tingkat keberhasilan program percepatan penurunan stunting ini sangat dipengaruhi sektor non kesehatan (intervensi sensitive), dengan proporsi dukungan sebesar 70 persen,” ujar Kusmana.

Kota Sukabumi, lanjut Kusmana, memiliki inovasi berupa sebuah aplikasi yang mengintegrasikan data balita stunting, data keluarga berisiko stunting, data ketersediaan bantuan sosial, dan data geospasial balita stunting. Aplikasi tersebut dinamakan sistem data stunting terintegrasi (siapdate).

“Berdasarkan itu rembuk stunting dan peluncuran aplikasi siapdate ini merupakan langkah penting untuk memastikan terjadinya integrasi pelaksanaan intervensi penurunan prevalensi stunting di Kota Sukabumi,” ujar Kusmana.***

Editor: denkur

 

Berita Terkait

Kusmana Hartadji Berikan Uang “Kadeudeuh” kepada 13 Atlet Kota Sukabumi
Paripurna DPRD Kota Sukabumi, Pj Walikota Jelaskan Soal Penambahan Anggaran
Dinilai Membahayakan, Polres dan Dishub Garut Kembali Razia Bus Pariwisata yang Memakai Klakson Telolet
Libur Panjang Idhul Adha, Polres Sukabumi Kerahkan 300 Personel Pantau Situasi Arus Kendaraan
Diduga Dipicu Ucapan Ketua DPRD, Unjuk Rasa Ribuan Guru Honorer di Garut Ricuh
Nama Kadisperkim Kabupaten Sukabumi Dicatut, Lukman Sudrajat Tegaskan Itu Hoax
Pemkab Sukabumi Bikin Imbauan tentang Bahayanya Hoaks
Ingat! Birokrasi Harus Melayan Bukan Mempersulit Urusan Masyarakat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 21:50 WIB

Kusmana Hartadji Berikan Uang “Kadeudeuh” kepada 13 Atlet Kota Sukabumi

Sabtu, 15 Juni 2024 - 21:42 WIB

Paripurna DPRD Kota Sukabumi, Pj Walikota Jelaskan Soal Penambahan Anggaran

Sabtu, 15 Juni 2024 - 21:34 WIB

Dinilai Membahayakan, Polres dan Dishub Garut Kembali Razia Bus Pariwisata yang Memakai Klakson Telolet

Sabtu, 15 Juni 2024 - 20:27 WIB

Libur Panjang Idhul Adha, Polres Sukabumi Kerahkan 300 Personel Pantau Situasi Arus Kendaraan

Sabtu, 15 Juni 2024 - 17:51 WIB

Diduga Dipicu Ucapan Ketua DPRD, Unjuk Rasa Ribuan Guru Honorer di Garut Ricuh

Sabtu, 15 Juni 2024 - 17:42 WIB

Nama Kadisperkim Kabupaten Sukabumi Dicatut, Lukman Sudrajat Tegaskan Itu Hoax

Sabtu, 15 Juni 2024 - 17:04 WIB

Pemkab Sukabumi Bikin Imbauan tentang Bahayanya Hoaks

Sabtu, 15 Juni 2024 - 09:34 WIB

Ingat! Birokrasi Harus Melayan Bukan Mempersulit Urusan Masyarakat

Berita Terbaru

Foto: miga/dara.co.id

BANDUNG UPDATE

Prakiraan Cuaca Bandung, Minggu 16 Juni 2024

Minggu, 16 Jun 2024 - 06:52 WIB