KUALIFIKASI PIALA DUNIA : Ombak Kecil yang Diabaikan

Senin, 1 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OLEH : Sabpri Piliang
WARTAWAN SENIOR

ENZO BEARZOT, bagai “ombak Kecil yang diabaikan”. Timnas Italia 1982 di bawah asuhannya bukanlah ‘sesuatu’ yang diperhitungkan, “dianggap ladang padi yang tumbuh ilalang”. Di tengah skandal pengaturan skor kompetisi liga Italia (‘Totonero’), sejumlah pemain bintang Timnas Italia, masuk ‘ranah’ skandal, dan kena skorsing.
Adalah Enzo Bearzot, seorang pelatih yang ditunjuk untuk menyusun kerangka Timnas, yang compang-camping. Seperti “telur di ujung tanduk”, dia mencari ‘remah-remah’ pemain dari kompetisi Serie A Italia. Di tengah, beberapa Klub Serie A dihukum, dengan mendegradasinya ke Serie B.
Peran seorang pelatih, dan jam terbang, sangat mempengaruhi sebuah kompetisi. Terlebih untuk ‘World Cup’ (Piala Dunia). Dalam ‘kesunyian’nya oleh skandal “Totonero”, Enzo Bearzot menemukan sejumlah pemain bagus untuk lini Pertahanan: Marco Tardeli, Giuseppe Bergomi, Antonio Cabrini, dan Gaetano Sciera.
Menyadari posisi Italia kala itu, Bearzot menciptakan satu strategi Pertahanan yang disebut “Cattenacio”, pertahanan total, atau disebut “grendel”. Paradoks dengan konsep Rinus Michels, pelatih Belanda 1974 yang disebut “Total Football”, dengan jangkarnya trio Johny Rep, Johan Neeskens, dan Johan Cruyff.
Alhasil, Enzo Bearzot berhasil. Melibas favorit juara Brasil 3-2, sekaligus menggagalkan “The Dream Team” pelatih Tele Santana (Brasil), serta ekspektasi publik ketika itu. Betapa tidak. Adalah: Zico, Socrates, Serginho, Leandro, Falcao, Paulo Isidoro, Juninho, merupakan seniman-seniman bola, dengan “lenggak-lenggok” memukau memuaskan penonton.
Pengalaman ‘coach’ atau pelatih, serta taktik berbeda untuk menghadapi lawan yang berbeda, itu adalah kualitas yang melekat pada ‘sang’ pelatih.
Italia yang “sengkarut”, bagai ‘tubuh’ yang “berpenyakitan”, meluluhlantakkan semua lawan-lawan favorit. Argentina sang juara bertahan, diperkuat Diego Maradona kalah 1-2 oleh skuat Bearzot. Meski berintikan hampir semua veteran 1978 (juara): Osvaldo Ardilles, Ubaldo Fillol, Mario Kempes, Daniel Passarela, Ramon Diaz, Jorge Valdano, Alberto Tarantini, strategi “grendel” Italia, dahsyat. Argentina frustrasi.
Korban lain, yang juga terjungkal adalah Polandia. Italia merobek Polandia 2-0 di semifinal, dan akhirnya menyudahi Karl Heinz Rummenige dan veteran 1974 Paul Breitner (Jerman Barat) di final dengan skor 3-1.
Kini, jelang Piala Dunia 2026 (AS, Kanada, Meksiko), semua negara tengah mempersiapkan diri. Agar bisa lolos dari babak Kualifikasi. Indonesia yang telah lolos ke putaran ke-3, dan masuk Group C bersama: Jepang, Australia, Arab Saudi, Bahrain, dan China, tentu ingin menjadi bagian dari 48 Tim terpilih.
Tak diragukan, ke-enam Tim Asia ini, seperti 1982 (Italia). Federasinya memilih dan mendapatkan pelatih-pelatih “Grade A”. Seperti Arab Saudi, bersama pelatih asal Italia Roberto Mancini, China (Branco Ivankovic/Kroasia), Shin Tae-yong (Indonesia/Korea Selatan). Ketiga pelatih ini sangat berpengalaman di pentas dunia. Branco Ivankovic pernah melatih Timnas Qatar dan Oman. Menjuarai Liga Super China bersama Shandong Luneng, juga Hannover 96, Ivankovich bukan pelatih sembarangan.
Pelatih Arab Saudi Roberto Mancini, bintang Timnas Italia ini, pernah menjadi pelatih kepala Timnas Italia. Karier kepelatihannya sangat kaya, melanglangbuana di sejumlah Klub elite sebagai “peramu”: Fiorentina (2001-2002), Lazio (2002-2004), Inter Milan (2004-2008), Manchester City (2009-2013), Galatasaray (2013-2014), Inter Milan (2014-2016), Saint Petersburg (2017-2018), Timnas Italia (2018-2023), dan sekarang: Arab Saudi.
Bahrain, negara di Tepi Teluk Persia, juga bersiap diri. Merekrut pelatih asal Yugoslavia, Dragan Talajic, melakukan persiapan yang tak kalah apik. Lahir di Sarajevo (Ibukota Bosnia Herzegovina), karier kepelatihan Dragan Talajic tak kalah moncer. Sebelum bersama Bahrain (2022-sekarang), Dragan pernah melatih di: Al Ittihad, Kuwait SC, Muangthong United, Al Nahda, dll.
Graham Arnold, pelatih Australia saat ini, seperti tak tergantikan sebagai pelatih kepala Timnas ‘Socceroos’ (Australia). Ditunjuk sejak tahun 2018, Graham Arnold memenangkan dua liga Utama Australia bersama Sydney FC, dan satu Kejuaraan FFA.
Hajime Moriyasu yang kini menjadi pelatih Timnas Jepang, adalah favorit kuat untuk merebut salah satu, dari enam tiket pertama Asia ke Piala Dunia 2026. Dibekali dengan kompetisi Liga J (Jepang) yang hebat, tidaklah sulit bagi Moriyasu untuk mendapatkan pemain ‘super’, bagi Timnasnya. Tim berjuluk “Samurai Biru” ini, sejak 1998, telah menjadi langganan peserta Piala Dunia hingga tujuh kali.
Shin Tae-yong, atau Shin Tae Yong, yang sejak tahun 2019 me-restrukturisasi Timnas Indonesia, berhasil mengubah gaya Indonesia di pentas sepakbola. Meski belum mencatatkan juara untuk Timnas Indonesia, prestasinya patut dibanggakan.
Menaikkan peringkat Timnas, dari 174 ke 134, melampaui target dari delapan besar Asia U-23, ke empat besar Asia. Membawa Timnas Senior untuk pertama kali ke putaran ke-3 Pra Piala Dunia. Itu memberi harapan untuk Timnas Indonesia. Pengalaman Shin Tae Yong, atau STY di Piala Dunia 2018 (Rusia), diyakini akan mampu bersaing merebut 8 tiket langsung, Plus satu tiket “play off”.
Tanggal 5 September mendatang, adalah pertandingan Perdana untuk Indonesia. Melawan Arab Saudi, tentu tidak mudah. Namun bisa diusahakan. STY akan beradu taktik dengan Roberto Mancini yang sangat berpengalaman.
Pengalaman mengalahkan Timnas Jerman, saat STY melatih Timnas Korea 2018, adalah modal untuk Indonesia mengalahkan Arab Saudi. Meskipun begitu, bisa saja, Roberto Mancini menganggap Timnas Indonesia adalah “ombak kecil”. Bisa saja Mancini, mengabaikan taktik Shin Tae Yong. Ini justru menguntungkan untuk bisa membalikkan keadaan. Siapa tahu!

Berita Terkait

Cek Disini, Jadwal Siaran Langsung Piala AFF U-19
Begini Alasan, Juara 3 Piala Eropa Tidak Dipertandingkan
Presiden Jokowi Lepas Kontingen Olimpiade Paris 2024
Lamine Yamal Cetak Sejarah, Spanyol Lolos ke Final Piala Eropa 2024
Semifinal Piala Eropa 2024: Head to head Spanyol Vs Prancis
Piala Eropa 2024: Cody Gakpo Calon Top Skor, Harry Kane Jadi Ancaman
Cek Disini, Jadwal Semifinal Piala Eropa 2024
Lepas Atlet TC di Korea Selatan, Bey Ingin Jabar Hattrick Juara PON
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 14:06 WIB

Cek Disini, Jadwal Siaran Langsung Piala AFF U-19

Sabtu, 13 Juli 2024 - 13:02 WIB

Begini Alasan, Juara 3 Piala Eropa Tidak Dipertandingkan

Kamis, 11 Juli 2024 - 11:27 WIB

Presiden Jokowi Lepas Kontingen Olimpiade Paris 2024

Rabu, 10 Juli 2024 - 15:18 WIB

Lamine Yamal Cetak Sejarah, Spanyol Lolos ke Final Piala Eropa 2024

Selasa, 9 Juli 2024 - 12:51 WIB

Semifinal Piala Eropa 2024: Head to head Spanyol Vs Prancis

Berita Terbaru


Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety  Permanawati mengalungkan ID Card kepada peserta Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar Kwartir di Bumi Perkemahan Gentong, Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Sabtu (13/7/2024).(Foto: diskominfo)

EKSKUL

Emma Dety Ajak Anggota Pramuka Jadi Agen Perubahan

Sabtu, 13 Jul 2024 - 15:30 WIB