Komunitas Kemanusiaan Bandung Gelar Aksi “12 Jam untuk Palestina”

Senin, 1 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

Kegiatan ini upaya untuk membangun kesadaran masyarakat melawan kesewenang-wenangan dan membangun solidaritas pada korban penindasan.

DARA | Komunitas Peduli Kemanusiaan gelar aksi dengan tema “12 Jam untuk Palestina”, Minggu (30/6/2024).

Komunitas Peduli Kemanusiaan itu terdiri dari Rumpun Indonesia, Jendela Ide Indonesia, Sembilan Matahari, Jatiwangi Art Factory, Jaringan Relawan Independen, Komunitas Ketuktiluan, Studio Pohaci, Solidaritas Seni Untuk Palestina, the goodlife, Perkumpulan Inisiatif, Yayasan Sidikara, Sekewood Sarang Film dan Melukis Bersama Matahari.

Salah satu inisiator Marintan Sirait, dari Rumpun Indonesia mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya untuk membangun kesadaran masyarakat melawan kesewenang-wenangan dan membangun solidaritas pada korban penindasan.

Rangkaian aksi diisi dengan beragam kegiatan seperti talkshow, musik, melukis layang-layang, performance art, doa lintas keyakinan, video mapping dan menari bersama Ine Arini dan Tazkia Hariny.

Kegiatan ini berlangsung secara daring maupun luring di 5 titik yakni, Monumen Dasasila Bandung, Monumen Solidaritas Asia Afrika, Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Plaza Pikiran Rakyat dan the goodlife.

“Gerakan ini akan terus bergulir di kota-kabupaten lain dan tongkat estafet dari Bandung telah disambut baik oleh komunitas Jatiwangi Art Factory, Majalengka,” tutur Marintan.

Sely Martini, juga dari Rumpun Indonesia mengatakan, aksi tersebut membawa pesan penolakan serta keprihatinan atas apa yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina.

“Pada tahun 1940, warga Palestina telah membuka pintu rumah mereka untuk warga Yahudi yang saat itu menjadi korban Holocaust, namun balasan yang mereka terima adalah kekerasan, pendudukan ilegal, dan pelanggaran hak asasi manusia yang telah menyebabkan penderitaan yang tak terhitung selama lebih dari tujuh dekade,” ujarnya.

Selain itu, komunitas kemanusiaan juga mengecam Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya yang mendukung kebijakan agresif dan penindasan yang dilakukan oleh Israel.

Dukungan dari negara-negara ini, terutama dukungan senjata, hanya memperkuat tindakan represif Israel dan memperpanjang penderitaan rakyat Palestina.

“Mereka ikut terlibat dan harus turut bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan dan genosida yang telah terjadi,” katanya.

Karena itu, lanjut Marintan, peserta aksi mendesak dan menyerukan komunitas internasional, pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan semua pihak yang berkomitmen terhadap keadilan dan perdamaian untuk:
1. Mendesak Israel menghentikan semua bentuk kekerasan dan penindasan terhadap rakyat Palestina.
2. Mengakui hak-hak dasar rakyat Palestina, termasuk hak untuk menentukan nasib sendiri dan kembali ke tanah air mereka.
3. Menegakkan hukum internasional dan resolusi PBB yang terkait dengan penjajahan Israel atas Palestina.
4. Segera menyediakan bantuan kemanusiaan untuk mengatasi kondisi kelaparan dan krisis kesehatan di Gaza, Palestina.
5. Menghentikan segala bentuk dukungan terhadap Israel yang memperburuk situasi di Palestina, juga menuntut Israel untuk memikul tanggung jawab atas kejahatan yang telah terjadi.***

Editor: denkur

Berita Terkait

Jelang Pilkada, Partai Demokrat Tak Mau Asal Pilih Pemimpin Kota Bandung
Waduh, DAS Citarum Tercemar Obat-obatan Aktif, Bey: Usut Tuntas Pelakunya
Ikut Bintek Partai Demokrat, Kang Arfi Ingin Bandung Jadi Kota Fungsional dan Dicintai
Bupati Bandung: Program Insentif Guru Ngaji Untuk Meningkatkan Ukhuwah Islamiah
Dapat Surat Tugas dari PSI, Kang Arfi Kantongi Empat Rekomendasi Parpol Untuk Pilwalkot Bandung
Cek Disini, Jadwal Siaran Langsung Piala AFF U-19
Begini Alasan, Juara 3 Piala Eropa Tidak Dipertandingkan
Ancaman Makin Kompleks, Wapres Minta Aparat TNI-Polri ‘Melek’ Teknologi
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 15:57 WIB

Jelang Pilkada, Partai Demokrat Tak Mau Asal Pilih Pemimpin Kota Bandung

Sabtu, 13 Juli 2024 - 15:47 WIB

Waduh, DAS Citarum Tercemar Obat-obatan Aktif, Bey: Usut Tuntas Pelakunya

Sabtu, 13 Juli 2024 - 15:37 WIB

Ikut Bintek Partai Demokrat, Kang Arfi Ingin Bandung Jadi Kota Fungsional dan Dicintai

Sabtu, 13 Juli 2024 - 14:40 WIB

Bupati Bandung: Program Insentif Guru Ngaji Untuk Meningkatkan Ukhuwah Islamiah

Sabtu, 13 Juli 2024 - 14:06 WIB

Cek Disini, Jadwal Siaran Langsung Piala AFF U-19

Berita Terbaru


Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety  Permanawati mengalungkan ID Card kepada peserta Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar Kwartir di Bumi Perkemahan Gentong, Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Sabtu (13/7/2024).(Foto: diskominfo)

EKSKUL

Emma Dety Ajak Anggota Pramuka Jadi Agen Perubahan

Sabtu, 13 Jul 2024 - 15:30 WIB