Kesadaran Masyarakat dalam Mengelola Kualitas dan Pencemaran Air Dinilai Masih Rendah, Enjang Tedi Sosialisasikan Perda Nomor 3 Tahun 2004

Sabtu, 8 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Enjang Tedi S.Sos, M.Sos, memberikan keterangan kepada wartawan usai menggelar sosialisi di Aula Gedung Balai latihan Kerja (BLK), Jalan Samarang, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (8/6/2024)(Foto: Istimewa)

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Enjang Tedi S.Sos, M.Sos, memberikan keterangan kepada wartawan usai menggelar sosialisi di Aula Gedung Balai latihan Kerja (BLK), Jalan Samarang, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (8/6/2024)(Foto: Istimewa)

Kesadaran masyarakat dalam mengelola kualitas dan pencemaran air dinilai masih rendah. Padahal, segala sesuatu terkait kondisi mutu air telah diatur dalam Peraturan Daerah (PERDA) Provinsi Jawa Barat Nomor 3 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air.

DARA | Hal tersebut dikatakan Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Enjang Tedi, usai menjadi pembicara dalam sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah Tahun Anggaran 2023-2024 di Aula Gedung Balai latihan Kerja (BLK), Jalan Samarang, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (8/6/2024).

Oleh karena itu, menurut Enjang, Perda ini kembali disosialisasikan setelah kurang lebih 20 tahun disahkan. Menurutnya, Perda ini lahir dari kekhawatiran terhadap kondisi mutu air di sumber mata air di Jawa Barat yang cenderung menurun akibat aktivitas manusia.

“Sehingga air tidak lagi dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Namun masyarakat masih banyak yang belum tahu,” ujarnya usai menjadi pembicara dalam sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah Tahun Anggaran 2023-2024 di Aula Gedung Balai latihan Kerja (BLK), Jalan Samarang, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (8/6/2024).

Enjang menyebutkan, bahwa Perda ini bertujuan untuk melindungi air sebagai sumber daya alam vital yang menjadi hajat hidup orang banyak. Karena itu, ungkapnya, kualitas air perlu dijaga agar tetap bermanfaat bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

“Diperlukan upaya pelestarian dan pengendalian. Pelestarian kualitas air ini bertujuan untuk memelihara fungsi air agar kualitasnya tetap sesuai dengan kondisi alami,” ucapnya.

Enjang menuturkan, pelestarian kualitas air dilakukan pada sumber air yang berada di hutan lindung. Sementara pengelolaan kualitas air di luar hutan lindung dilakukan melalui upaya pengendalian pencemaran air.

“Pengendalian ini bertujuan untuk menjaga fungsi air sehingga kualitasnya memenuhi baku mutu yang ditetapkan,” katanya.

Empat Kelas

Enjang menuturkan, Perda Nomor 3 Tahun 2004 menetapkan klasifikasi peruntukan air menjadi empat kelas, yaitu Kelas 1 Air yang dapat digunakan sebagai air baku untuk minum dan peruntukan lain yang memerlukan mutu air yang sama.

Kemudian Kelas 2, Air yang dapat digunakan untuk rekreasi, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, pengairan pertanaman, dan peruntukan lain yang memerlukan mutu air yang sama. Kelas 3, Air yang digunakan untuk pembudidayaan air tawar, peternakan, pengairan pertanaman, dan peruntukan lain.

“Dan Kelas 4, Air yang digunakan untuk pengairan pertanaman dan peruntukan lain yang memerlukan mutu air yang sesuai,” ucap Enjang Tedi yang juga Wakil Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Barat itu.

Enjang menyampaikan bahwa Perda ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat agar mereka menyadari betapa vitalnya menjaga kualitas air. Selain pemerintah, ungkapnya, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga kualitas air. Kesadaran masyarakat untuk tidak mencemari sumber-sumber air sangat diperlukan.

“Strategi utama untuk menjaga kualitas air adalah dengan mengedukasi masyarakat melalui sosialisasi tentang pengelolaan kualitas air,” ujarnya.

Enjang menilai, bahwa kontrol terhadap masyarakat mengenai Perda ini masih lemah. Buktinya, sejak tahun 2012, dengan rentang waktu 8 tahun saat Perda tersebut ditetapkan, masyarakat sering dianggap sudah tahu.

“Padahal kenyataannya tidak demikian. Oleh karena itu, DPRD Jawa Barat di periode 2019-2024 aktif melakukan kegiatan sosialisasi Perda. Fungsi-fungsi DPRD, seperti budgeting, pengawasan, dan regulasi, ditindaklanjuti dengan fungsi sosialisasi untuk memastikan masyarakat benar-benar memahami Perda yang ada,” katanya.

Enjang menambahkan, DPRD Provinsi Jawa Barat akan berupaya memastikan masyarakat memahami dan mendukung upaya pelestarian dan pengendalian kualitas air. Ia berharap, aktivis dan masyarakat mendukung perlindungan sumber mata air, termasuk Sungai Cimanuk dari hulu hingga hilir.

Sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah Tahun Anggaran 2023-2024 yang digelar di Aula Gedung Balai Latihan Kerja (BLK), Jalan Samarang, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut ini dihadiri aktivis lingkungan Incu Putu Pangauban Cimanuk dan masyarakat yang peduli terhadap sumber mata air.

Dari diskusi pun terungkap jika mereka berharap kualitas sumber mata air dan aliran sungai tetap terjaga dengan baik demi kelangsungan hajat hidup orang banyak.***

Editor: denkur

Berita Terkait

Ingat! Birokrasi Harus Melayan Bukan Mempersulit Urusan Masyarakat
Sudah Ditetapkan KPU, Inilah Daftar Nama 50 Anggota DPRD Garut Terpilih
Kolaborasi Kemenparekraf dan Komisi X DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Manfaatkan Digital
Paripurna DPRD, Kusmana: Kebijakan Belanja Difokuskan pada Urusan Wajib Pelayanan
Tingkatkan Rute Penerbangan, PT BIJB Diskon Harga Avtur
Hari Bhayangkara, Jajaran Polres Sukabumi Bersih-bersih Masjid dan Gereja
Masa Jabatan 414 Kepala Desa di Garut Resmi Diperpanjang
Pilkada Cirebon, Bambang Mujiarto Sindir Manuver Politik Ayu: Cari Perhatian atau Strategi?
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 09:34 WIB

Ingat! Birokrasi Harus Melayan Bukan Mempersulit Urusan Masyarakat

Jumat, 14 Juni 2024 - 23:45 WIB

Sudah Ditetapkan KPU, Inilah Daftar Nama 50 Anggota DPRD Garut Terpilih

Jumat, 14 Juni 2024 - 23:36 WIB

Paripurna DPRD, Kusmana: Kebijakan Belanja Difokuskan pada Urusan Wajib Pelayanan

Jumat, 14 Juni 2024 - 14:51 WIB

Tingkatkan Rute Penerbangan, PT BIJB Diskon Harga Avtur

Jumat, 14 Juni 2024 - 13:51 WIB

Hari Bhayangkara, Jajaran Polres Sukabumi Bersih-bersih Masjid dan Gereja

Jumat, 14 Juni 2024 - 08:54 WIB

Masa Jabatan 414 Kepala Desa di Garut Resmi Diperpanjang

Kamis, 13 Juni 2024 - 16:38 WIB

Pilkada Cirebon, Bambang Mujiarto Sindir Manuver Politik Ayu: Cari Perhatian atau Strategi?

Rabu, 12 Juni 2024 - 17:40 WIB

Bey Janjikan Pembersihan Lautan Sampah di Sungai Citarum Bandung Barat Tuntas Satu Pekan

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

HEADLINE

Piala Eropa 2024, Jerman Pesta Gol ke Gawang Skotlandia

Sabtu, 15 Jun 2024 - 09:23 WIB

Foto: miga/dara.co.id

BANDUNG UPDATE

Prakiraan Cuaca Bandung, Sabtu 15 Juni 2024

Sabtu, 15 Jun 2024 - 08:31 WIB

mobil sim keliling kota Bandung

BANDUNG UPDATE

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Sabtu 15 Juni 2024

Sabtu, 15 Jun 2024 - 08:27 WIB