Jurnalis Jepang Akhirnya Dibebaskan

Kamis, 25 Oktober 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DARA|TOKYO –  Jurnalis Jepang yang baru saja dibebaskan setelah lebih dari tiga tahun disekap kelompok ekstremis di Suriah, menggambarkan masa-masa itu sebagai “neraka”.

Jumpei Yasuda dibebaskan awal pekan ini dan dibawa ke Turki. Di sana, pemerintah Jepang memastikan identitasnya sebelum mengumumkan pembebasannya pada Rabu (24/10/2018). Pada Kamis (25/102018), Jumpei terbang ke Tokyo dan sebelumnya dia sempat sejenak melayani wawancara dengan media Jepang.

“(Rasanya) Seperti neraka. Tak hanya fisik tetapi juga mental. Pikiran bahwa saya tak akan pernah bebas sedikit demi sedikit membuat saya kehilangan kontrol,” ujar Jumpei.

Kompas.com menulis, Jumpei berbicara amat tenang meski terlihat lelah. Secara umum dia dalam kondisi sehat. “Selama sekitar 40 bulan, saya tak berbicara bahasa Jepang sama sekali. Sekarang saya kesulitan menemukan kata-kata,” tambah dia.

“Saya senang bisa pulang ke Jepang. Di saat yang sama, saya tak tahu apa yang akan terjadi sekarang dan bagaimana saya  menjalani ini. Saya tak tahu harus bagaimana,” kata dia.

Jumpei meyakini dia disekap di Idlib, sebuah provinsi di wilayah barat laut Suriah, yang merupakan daerah terakhir yang tidak dikuasai pemerintah Suriah. Jumpei diculik di Suriah pada Juni 2015 dan dikabarkan disekap kelompok yang dulu dikenal dengan nama Front Al-Nusra, yang berafiliasi dengan Al-Qaeda. Namun, kelompok yang kini bernama Hayat Tahrir al-Sham awal pekan ini membantah terlibat dalam penculikan sang jurnalis.

Sejak disandera, tak banyak berita soal nasib Jumpei Yasuda. Salah satunya adalah sebuah video yang dirilis pada Agustus lalu. Dalam video itu Jumpei terlihat bersama seorang pria yang diidentifikasi sebagai warga Italia bernama Alessandro Sandrini. Kedua pria yang mengenakan pakaian terusan berwarna oranye itu memohon pembebasan mereka. Sementara di belakang keduanya berdiri seorang pria bertopeng membawa senjata.

Dalam video tersebut, Jumpei mengaku bernama Omar dan mengatakan dirinya adalah warga Korea Selatan. Namun, istrinya Myu memastikan bahwa pria di dalam video itu adalah sang suami, Jumpei Yasuda. Video itu tidak mengidentifikasi pria bersenjata itu atau tuntutan kelompok penyekap. Sejak video tersebut tak diketahui nasib Sandrini.

Sejauh ini, informasi seputar bagaimana Jumpei dibebaskan tidak kunjung terang benderang. Lembaga pemantau HAM Suriah (SOHR) mengatakan, pemerintah Jepang membayarkan sejumlah uang tebusan kepada ISIS. Pemerintah Jepang membantah klaim pembayaran uang tebusan seperti yang disebutkan SOHR.

Editor: Denkur

 

Berita Terkait

Suhu Madinah Panas, Begini Kondisi Jemaah Haji Indonesia
Siang Tadi, Taiwan Diguncang Gempa Dasyat dan Inilah Dampaknya bagi Indonesia
Inilah Peraih Piala Oscar 2024, Oppenheimer Terpilih sebagai Film Terbaik
Tampil Garang di PBB, Menlu Retno: Kemana Palestina Mengadu Jika PBB Gagal Menjalankan Resolusi yang Dibuatnya Sendiri?
Hati-hati! Indikasi Perang Dunia ke 3 Sudah Terlihat
Perang di Yaman, KBRI Pantau Nasib WNI
Gempa dan Tsunami Guncang Jepang, KBRI dan KJRI Buka Layanan Hotline
Breaking News, Jepang diguncang gempa 7,4 Magnitudo, Berpotensi Tsunami
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Mei 2024 - 17:24 WIB

Suhu Madinah Panas, Begini Kondisi Jemaah Haji Indonesia

Rabu, 3 April 2024 - 20:35 WIB

Siang Tadi, Taiwan Diguncang Gempa Dasyat dan Inilah Dampaknya bagi Indonesia

Selasa, 12 Maret 2024 - 01:50 WIB

Inilah Peraih Piala Oscar 2024, Oppenheimer Terpilih sebagai Film Terbaik

Rabu, 24 Januari 2024 - 11:53 WIB

Tampil Garang di PBB, Menlu Retno: Kemana Palestina Mengadu Jika PBB Gagal Menjalankan Resolusi yang Dibuatnya Sendiri?

Rabu, 24 Januari 2024 - 10:01 WIB

Hati-hati! Indikasi Perang Dunia ke 3 Sudah Terlihat

Sabtu, 13 Januari 2024 - 21:52 WIB

Perang di Yaman, KBRI Pantau Nasib WNI

Senin, 1 Januari 2024 - 20:14 WIB

Gempa dan Tsunami Guncang Jepang, KBRI dan KJRI Buka Layanan Hotline

Senin, 1 Januari 2024 - 15:49 WIB

Breaking News, Jepang diguncang gempa 7,4 Magnitudo, Berpotensi Tsunami

Berita Terbaru

Foto: miga/dara.co.id

BANDUNG UPDATE

Prakiraan Cuaca Bandung, Minggu 16 Juni 2024

Minggu, 16 Jun 2024 - 06:52 WIB