Ini Alasan Kenapa Impor Sejumlah Barang Diperketat

Senin, 9 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers, Jumat (06/10/2023), di Jakarta. (Foto: Humas Setkab/Dandy)

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers, Jumat (06/10/2023), di Jakarta. (Foto: Humas Setkab/Dandy)

Presiden RI Joko Widodo meminta jajarannya untuk melakukan pengetatan terhadap sejumlah barang impor yang mengganggu pangsa pasar produk dalam negeri.

DARA | Pengetatan tersebut dilatarbelakangi adanya keluhan dari asosiasi dan masyarakat terkait membanjirnya barang impor di pasar tradisional dan e-commerce.

Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti rapat terbatas (ratas) yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jumat (06/10/2023).

“Pemerintah, tadi arahan Bapak Presiden, untuk fokus pada pengetatan impor komoditas tertentu. Komoditas yang dipilih adalah mainan anak-anak, elektronik, alas kaki, kosmetik, barang tekstil, obat tradisional, dan suplemen kesehatan, pakaian jadi, dan aksesoris pakaian jadi, dan juga produksi tas,” ujar Menko Perekonomian.

Airlangga menambahkan, banjirnya barang impor juga dapat berdampak kepada tenaga kerja, seperti tenaga kerja di industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

“Yang eks impor ini tentunya akan mengganggu terhadap pangsa pasar produksi dalam negeri, kemudian juga maraknya impor ilegal pakaian bekas, dan juga di sektor industri tekstil terjadi PHK,” ujarnya.

Menko Perekonomian mengatakan, kebijakan pengetatan arus masuk barang impor akan difokuskan kepada komoditas barang konsumsi, yaitu produk tertentu, di antaranya mainan anak-anak, elektronik, alas kaki, kosmetik, barang tekstil, obat tradisional, suplemen kesehatan pakaian jadi, aksesoris pakaian jadi, dan tas.

Airlangga menyebut bahwa jumlah Harmonized System Code (HS Code) yang diubah sebanyak 327 kode pos untuk produk tertentu, pakaian jadi 328 kode pos, dan tas 23 kode pos. Selain itu, terdapat perubahan aturan pengawasan barang-barang yang dilarang atau dibatasi (lartas) menjadi border atau diawasi dalam kawasan pabean.

“Saat sekarang yang sifatnya post-border diubah menjadi border. Dengan persetujuan impor dan juga laporan surveyor. Indonesia sendiri sudah menangani beberapa komodiitas baik yang ada lartas itu ada 60 persen dan nonlartas ada 40 persen,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pengawasan kepada importir umum, dari awalnya post-border menjadi border. Akibat dari perubahan post-border menjadi border tersebut, kata Airlangga, maka ada regulasi yang harus diperbaiki di sejumlah kementerian/lembaga.

“Jadi peraturan Menteri Pertanian harus dilakukan perubahan, (Menteri) Perdagangan, (Menteri) Perindustrian, Badan POM, kemudian Kementerian Kesehatan, Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), dan (Menteri) Kominfo (Komunikasi dan Informatika). Bapak Presiden minta peraturan menteri turunannya ini bisa segera direvisi dalam waktu dua minggu,” tandasnya. (SETKAB/DND/UN)

Editor: denkur

Berita Terkait

Tangisan Messi Berakhir Manis, Argentina Pertahankan Gelar Copa Amerika 2024
Bupati Bandung Perintahkan Soal Ini kepada Kepala Dinas Pendidikan Agus Firman
Pesan Bey Machmudin: Siswa Baru Jangan Tegang Ikut MPLS
Ini Komentar Pelatih Spanyol Usai Menjuarai Piala Eropa 2024
Bupati Bandung Membuka MPLS, Pesanya Guru Harus Jadi Teladan Untuk Siswanya
Jangan Ada Perpeloncoan Siswa Baru, Bey : Yang Melanggar Saya Tindak
Final Piala Eropa 2024, Berikut Rekor Pertemuan Spanyol Vs Inggris
Ngabakso, Cara Sonny Salimi Serap Aspirasi Warga Kota Bandung
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juli 2024 - 16:30 WIB

Tangisan Messi Berakhir Manis, Argentina Pertahankan Gelar Copa Amerika 2024

Senin, 15 Juli 2024 - 15:14 WIB

Bupati Bandung Perintahkan Soal Ini kepada Kepala Dinas Pendidikan Agus Firman

Senin, 15 Juli 2024 - 14:55 WIB

Pesan Bey Machmudin: Siswa Baru Jangan Tegang Ikut MPLS

Senin, 15 Juli 2024 - 13:08 WIB

Bupati Bandung Membuka MPLS, Pesanya Guru Harus Jadi Teladan Untuk Siswanya

Minggu, 14 Juli 2024 - 14:53 WIB

Jangan Ada Perpeloncoan Siswa Baru, Bey : Yang Melanggar Saya Tindak

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

JABAR

Sekda Kabupaten Sukabumi Minta ASN Tetap Jaga Kekompakan

Senin, 15 Jul 2024 - 16:16 WIB



Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin  membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2024/2025 di SMA Negeri 5, Kota Bekasi, Senin (15/7/2024).(Foto: Biro Adpim Jabar)

EDUKASI

Pesan Bey Machmudin: Siswa Baru Jangan Tegang Ikut MPLS

Senin, 15 Jul 2024 - 14:55 WIB