Eros Jarot: Ancaman Matinya Demokrasi Indonesia

mm

Selasa, 31 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

Kehendak kebudayaan bangsa Indonesia, ditentukan oleh UUD 1945.

DARA | Harapan reformasi pemimpin sebagai solusi, tapi ternyata merupakan kelanjutan masalah. Ke depan terjadi masalah yang lebih besar lagi, karena pendekatan yang diharapkan berdasarkan UUD 1945 tapi ternyata dalam perjalanannya malah semakin jauh.

Demikian disampaikan Eros Djarot pada Diskusi Publik dengan tema: “Ancaman Matinya Demokrasi Indonesia” di Universitas Paramadina, Senin (30/10/2023).

Diskusi tersebut diselenggarakan secara hybrid dihadiri peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, aktivis, ekonom, dan masyarakat umum.

“Saat pertama kali masuk pemerintahan setelah orde baru, masih bisa membangun berbagai hal, seperti jalan tol, dan lainnya. Bayaran yang diberikan pemerintah sesuai yang ditawarkan, bisa berupa batubara, sehingga berbagai kesempatan terbuka dengan sangat luasnya, BUMN masih punya tangan. Hari ini kita gak bisa, dari satu sisi terjadi dekadensi luar biasa,” tutur Eros Jarot.

Eros Djarot melihat presiden baru yang mendatang, akan sibuk dengan IKN mengurusi penyesuaian, sinkronisasi, pola komunikasi, adaptasi, dan lain sebagainya.

Ia tidak akan membiarkan orang untuk merusak puluhan juta ras-nya sendiri, kemenangan rakyat Indonesia ini merupakan tujuan bersama.

“Kepura-puraan sering dijadikan sesuatu yang sakral, dan itu sebetulnya penuh kebohongan, karena yang nyatanya tidak pernah disentuh,” ujarnya.

Bahkan, Eros Djarot memberikan harapan besar kepada masyarakat Indonesia dan pergerakan dari lembaga intelektual untuk melawan kebijakan agar sesuai dengan kepentingan rakyat.

Menurut Sekjen Serikat Mahasiswa (SEMA) Universitas Paramadina, Afiq Naufal bahwa demokrasi bekerja melalui 2 sisi.

Sisi pertama Value of Democracy atau nilai-nilai demokrasi dan sisi kedua adalah Rule of the Law atau hukum dalam negara. Demokrasi adalah metodologi untuk menyeimbangkan kedua hal tersebut.

“Sayangnya sejak awal pemerintahan Jokowi gejala untuk menjerumuskan demokrasi telah tercium. Legislatif yang didominasi partai Jokowi dan partai pengusungnya mereduksi asas check and balance. DPR tidak lagi menjalankan fungsinya sebagai pengawas dari eksekutif, malah melegitimasi seluruh hajat dari eksekutif,” ujarnya.

Mega proyek yang dibangun pro-kapital pun tanpa mempertimbangkan kajian akademis secara komprehensif maupun pelembagaan audit seperti IKN, PSN, dijalankan dengan sangat sporadis. Bahkan, seringkali mengorbankan hak asasi rakyat kecil demi oligarki.

“Paling dekat kita lihat Ketua MK Anwar Usman, ipar Jokowi atau paman dari Gibran, memuluskan jalur sutra politik dinasti. Memuluskan kembalinya kematian demokrasi melalui nepotisme. Padahal, dengan sangat jelas konstitusi kita mengecam hal tersebut,” tutur Eros dalam rilis yang diterima redaksi, Selasa (31/10/2023).

Editor: denkur

Berita Terkait

Piala Asia U-23 2024, Simak Nih Persiapan Pelatih Qatar dan Indonesia
Foto: Pangandaran Dipadati Pengunjung
Pj Gubernur Jabar : Sikat Praktik Pungli di Masjid Al Jabbar
Tim SAR Temukan Dua Pelajar Yang Tenggelam di Situ Cileunca Pangalengan
Cek Disini, Head to Head Qatar Vs Indonesia, Laga Pembuka Piala Asia U-23 2024
Inilah Penyakit Khas Pascalebaran, dr Dewi Sarankan Begini
Waspada Cuaca Ekstrem Saat Arus Balik Lebaran dan di Kawasan Wisata
Ada Pungli di Masjid Al Jabbar, Sekda: Pengunjung Harap Segera Lapor

Berita Terkait

Minggu, 14 April 2024 - 22:31 WIB

Piala Asia U-23 2024, Simak Nih Persiapan Pelatih Qatar dan Indonesia

Minggu, 14 April 2024 - 20:34 WIB

Foto: Pangandaran Dipadati Pengunjung

Minggu, 14 April 2024 - 19:24 WIB

Pj Gubernur Jabar : Sikat Praktik Pungli di Masjid Al Jabbar

Minggu, 14 April 2024 - 16:02 WIB

Cek Disini, Head to Head Qatar Vs Indonesia, Laga Pembuka Piala Asia U-23 2024

Minggu, 14 April 2024 - 12:59 WIB

Inilah Penyakit Khas Pascalebaran, dr Dewi Sarankan Begini

Minggu, 14 April 2024 - 12:49 WIB

Waspada Cuaca Ekstrem Saat Arus Balik Lebaran dan di Kawasan Wisata

Minggu, 14 April 2024 - 12:29 WIB

Ada Pungli di Masjid Al Jabbar, Sekda: Pengunjung Harap Segera Lapor

Minggu, 14 April 2024 - 12:02 WIB

Mengurai Kepadatan Arus Balik Lebaran di Tol Cipali: Exs Gate Tol Palimanan Jadi Solusi

Berita Terbaru

Pantai Pangandaran dipadati pengunjung (Foto: denkur/dara.co.id)

HEADLINE

Foto: Pangandaran Dipadati Pengunjung

Minggu, 14 Apr 2024 - 20:34 WIB


Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin mengecek Al Jabbar menyusul insiden bocah tenggelam di kolam dalam kompleks masjid pada Ahad (17/12/2023). (Foto: diskominfo)

BANDUNG UPDATE

Pj Gubernur Jabar : Sikat Praktik Pungli di Masjid Al Jabbar

Minggu, 14 Apr 2024 - 19:24 WIB