Catatan Diskusi “Menimbang Visi dan Misi Capres dan Evaluasi Tentang Politik Luar Negeri

mm

Jumat, 12 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

Indonesia salah satu bagian dari ASEAN yang memiliki kelemahan yakni setiap keputusan harus diambil berdasarkan konsensus.

DARA | Demikian disampaikan Dr Theo L Sambuaga dalam diskusi yang diselenggarakan Universitas Paramadina dengan tema “Catatan Awal Tahun: Menimbang Visi dan Misi Capres dan Evaluasi Tentang Politik Luar Negeri”.

Diskusi berlangsung secara daring dimoderatori oleh Muhammad Fajar Anandi SIP, MGPP, Kamis kemarin.

Theo juga memberi contoh kasus Rohingya, dimana Indonesia dan beberapa negara ASEAN mempunyai prinsip untuk selalu menerima pengungsi Rohingya.

“Dalam kasus Rohingya, ASEAN tidak pernah bisa mengambil keputusan secara konsensus sehingga selama ini kasus mengenai Rohingya menjadi terabaikan,” ujarnya.

Contoh lain yang dipaparkan Theo, mengenai Laut Cina Selatan (LCS) karena adanya claim antara negara seperti Vietnam, Filiphina, Malaysia dan China dan Indonesia.

“Terakhir China malah mengklaim sebagian ZEE Indonesia sebagai wilayahnya yang ditentang Indonesia dan juga PBB. Karena masalah saling klaim antar negara, keputusan soal LCS tidak bisa diambil kesepakatan bersama,” lanjut Theo.

Dr Peni Hanggarini, Dosen Program studi Hubungan Internasional Universitas Paramadina melihat bahwa diplomasi kebijakan luar negeri Indonesia selama 10 tahun terakhir yang harus diberi apresiasi adalah pencapaian prioritas, penguatan diplomasi ekonomi, diplomasi perlindungan WNI, diplomasi kedaulatan, diplomasi Indonesia bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan dan dunia, serta peningkatan infrastruktur diplomasi.

Peni berharap pada 10 bulan ke depan hendaknya lebih menekankan pada grand strategi diplomasi ekonomi dan grand strategi untuk meningkatkan peran strategis, serta peran strategis diaspora Indonesia.

“Tinjauan terhadap Visi Misi para Capres perihal kebijakan luar negeri dan kritik para capres sebenarnya telah disampaikan oleh Menlu Retno Marsudi bahwa Diplomasi Indonesia tidaklah transaksional atau inward looking dan Indonesia telah berperan penting di tingkat multilateral,” kata Peni.

“Adapun pandangan terhadap kebijakan luar negeri Indonesia di masa mendatang bahwa ada tantangan dari lingkungan eksternal seperti, dampak rivalitas di Indo-Pasifik, dampak potensi perang berlarut, tantangan terhadap sentralitas ASEAN dan Peluang kerjasama organisasi antar kawasan,” imbuhnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/1/2024).

Narasumber berikutnya, Asriana Issa Sofia MA melihat isu-isu globalisasi, soft power, nation branding, dan diplomasi publik merupakan masalah utama yang dihadapi Indonesia saat ini.

“Soft power sebagai sebuah instrument sebuah negara bisa memanage proses internasionalnya dengan berhubungan di level dunia, dengan menggunakan soft power. Dengan menggunakan instrument berbeda, yaitu approach diplomasi, international exchange, culture, culinary, dan sports,” kata Asriana.

Pada hard power, Asriana melihat national image atau national branding yakni apa yang secara otomatis menjadi reputasi yang tercetak bagi Indonesia dan bisa ditangkap.

“Promosi/advertising tentang profil Indonesia yang harus dilihat oleh negara lain. Di situlah perlunya maksimalisasi soft power disamping hard power,” ujar Asriana.

Narasumber lainnya, Dr M Riza Widyarsa melihat pengguna internet diindonesia cukup tinggi, hal tersebut dipengaruhi dengan populasi Indonesia itu sendiri.

“Berdasarkan data BSSN tahun 2022, ada 976 juta serangan hacker di Indonesia, dan 14.75% kebocoran data secara sangat signifikan. Beberapa paslon juga membicarakan mengenai serangan cyber yang terjadi di Indonesia,” ujar Riza.

Riza memandang permasalahan yang terjadi adalah SDM yang memiliki kemampuan untuk membuat sebuah sistem pencegahan keamanan siber, karena data sangat privat dan sensitive.

“Memang benar seperti yang dikatakan oleh salah satu paslon bahwa internet yang dimiliki oleh Indonesia harus bagus, cepat dan stabil. Tetapi harus diimbangi dengan SDM yang mumpuni dalam bidangnya,” ujarnya.

Tak hanya permasalahan siber, tetapi ada juga permasalahan keamanan pangan yang dihadapi oleh Indonesia mengutip data BPS kita masih melakukan impor terhadap susu, beras, dan lain sebagainya.

“Hal ini yang membuat Indonesia menduduki peringkat ke-63 berdasarkan Global Food Security Indeks berdasarkan data pada tahun 2022. Oleh sebab itu, Indonesia sejak jaman Soeharto, SBY dan Jokowi membuat lumbung pangan atau food estate,” tuturnya.

“Program ketahanan pangan kita, berdampak besar terhadap lingkungan terutama di Kalimantan. Karena membabat hutan lindung sehingga membuat ekosistem menjadi rusak dan bersinggungan dengan tanah adat. Ditambah dengan jenis tanaman yang akan di tanam sehingga berdampak pada kerusakan alam,” imbuhnya.

Editor: denkur

Berita Terkait

Melihat Peluang Dadang Naser ke Senayan, Segini Raihan Suaranya
Real Count KPU, Prabowo-Gibran Moncer di 58.67 Persen
Pemda Harus Beri Bantuan bagi Petugas Penyelenggara Pemilu yang Wafat
Salinan Formulir C 1 Jadi Incaran Peserta Pemilu, Begini Penjelasan Komisioner KPU KBB
Sejumlah Artis Berpeluang Lolos ke Senayan, Diantaranya Ahmad Dhani
Sementara, Inilah Lima Partai Peraih Suara Terbanyak di Kabupaten Bandung
Real Count KPU Hingga Hari Ini, Prabowo-Gibran Masih Unggul, 57.95 Persen
Real Count KPU Hari Ini, Prabowo Gibran Masih Unggul, Meraih 57,5 Persen

Berita Terkait

Selasa, 20 Februari 2024 - 12:58 WIB

Melihat Peluang Dadang Naser ke Senayan, Segini Raihan Suaranya

Selasa, 20 Februari 2024 - 12:39 WIB

Real Count KPU, Prabowo-Gibran Moncer di 58.67 Persen

Selasa, 20 Februari 2024 - 12:08 WIB

Pemda Harus Beri Bantuan bagi Petugas Penyelenggara Pemilu yang Wafat

Senin, 19 Februari 2024 - 20:25 WIB

Salinan Formulir C 1 Jadi Incaran Peserta Pemilu, Begini Penjelasan Komisioner KPU KBB

Senin, 19 Februari 2024 - 12:31 WIB

Sejumlah Artis Berpeluang Lolos ke Senayan, Diantaranya Ahmad Dhani

Minggu, 18 Februari 2024 - 16:17 WIB

Sementara, Inilah Lima Partai Peraih Suara Terbanyak di Kabupaten Bandung

Minggu, 18 Februari 2024 - 15:57 WIB

Real Count KPU Hingga Hari Ini, Prabowo-Gibran Masih Unggul, 57.95 Persen

Sabtu, 17 Februari 2024 - 12:42 WIB

Real Count KPU Hari Ini, Prabowo Gibran Masih Unggul, Meraih 57,5 Persen

Berita Terbaru

Foto: miga/dara.co.id

BANDUNG UPDATE

Prakiraan Cuaca Bandung, Rabu 21 Februari 2024

Rabu, 21 Feb 2024 - 06:15 WIB

mobil sim keliling kota Bandung

BANDUNG UPDATE

Lokasi Mobil SIM Keliling di Kota Bandung, Rabu 21 Februari 2024

Rabu, 21 Feb 2024 - 05:59 WIB

Foto: Istimewa

JABAR

Adu Banteng di Talegong, Diduga Akibat Rem Blong

Selasa, 20 Feb 2024 - 21:47 WIB