Bey Machmudin : Film Hantu di Sekolah, Ide Kreatif Cegah Pungli Dunia Pendidikan

Sabtu, 6 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menghadiri launching film pendek Saber Pungli berjuuld Hantu di Sekolah, di Gedong Budaya Sabilulungan Kabupaten Bandung, Sabtu (6/7/2024). (Foto: adpim jabar)

Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menghadiri launching film pendek Saber Pungli berjuuld Hantu di Sekolah, di Gedong Budaya Sabilulungan Kabupaten Bandung, Sabtu (6/7/2024). (Foto: adpim jabar)

Bey Machmudin menyimpulkan kejujuran harus dimulai sejak dini dan salah satunya dimulai dari sekolah.

DARA| Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, mengapresiasi film pendek berjudul “Hantu di Sekolah” yang digagas Satgas Saber Pungli Provinsi Jabar.

Film pendek ini yang diluncurkan bertepatan dengan berlangsungnya masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sebagai upaya kreatif dalam menyosialisasikan pencegahan pungutan liar di satuan pendidikan.

Kampanye melalui film pendek bertujuan mewujudkan PPDB yang aman, lancar, kondusif serta sesuai dengan regulasi yang ada dan tentunya bebas dari berbagai praktik pungli.

Usai menyaksikan langsung film tersebut, Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menarik kesimpulan kejujuran harus dimulai sejak dini dan salah satunya dimulai dari sekolah.

“Oleh karena itu, kemarin pada saat PPDB saya mencanangkan bahwa PPDB 2024 di Jawa Barat harus jadi terbaik secara nasional, yang baik seperti apa? Yang taat aturan, tidak ada titip menitip, dan juga tidak ada pungli,” ujar Bey Machmudin di Gedung Budaya Sabilulungan Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (6/7/2024).

Menurut Bey, itulah prinsip dalam menghadirkan generasi unggul masa depan, yang mana sumber daya manusia yang baik dan beradab tidak lahir dari proses yang curang.

“Karena prinsip, bagaimana kita bisa memiliki sumber daya manusia yang baik kalau orang tuanya saja sudah curang,” kata Bey.

“Jadi saya titipkan kepada Pak Kepala Disdik, sampai hari ini masih menganulir, kami menganulir ini bukannya bangga, tapi sedih karena ada kecurangan yang terus dilakukan oleh orang tua, peserta, dalam PPDB ini,” tambahnya.

Bey mengingatkan kunci membangun SDM yang baik. Ia juga berharap PPDB di Jabar akan semakin baik penyelenggaraannya.

“Saya harap tahun depan tidak ada kecurangan sehingga kita pastikan bahwa anak didik yang masuk PPDB adalah anak yang baik secara moral, berintegritas, dan penuh dengan kejujuran,” imbuhnya.

Soal kualitas film, Bey mengapresiasi bahwa film yang dibuat menarik dan mudah dicerna oleh siswa, orang tua, para guru, kepala sekolah, dan insan pendidikan lainnya.

Dengan begitu, melalui sosialisasi kreatif diharapkan peserta didik sadar bahwa memulai menolak pungli itu dari sekolah itu penting.

Ia pun mengajak semua pihak bila menemukan pungli di lingkungan sekolah khususnya agar segera melapor ke Satgas Saber Pungli Jabar.

“Kita berharap ini jadi momentum kita untuk pendidikan yang jujur dari awal, sehingga kita mendapatkan generasi yang baik, pemimpin yang baik di masa depan,” ucap Bey.

Terobosan Kreatif Mencegah Pungli di Sekolah

Ketua Satgas Saber Pungli Provinsi Jawa Barat, Kombes Pol Kalingga Rendra, menyebut praktik pungli ini dapat merusak sendi- sendi kehidupan berbangsa dan negara.

Maka sesuai Peraturan Presiden No 87 tahun 2016, Satgas Saber Pungli Jabar telah mencanangkan sukses kembar: sukses pencegahan atau sosialisasi dan sukses penindakan.

“Satgas Saber Pungli telah melakukan sosialisasi kepada pejabat di Dinas Pendidikan, kepala sekolah, peserta didik, dan masyarakat,” kata Kalingga.

Tujuan pembuatan film Hantu di Sekolah menurutnya merupakan terobosan kreatif mencegah pungli di sekolah.

Film pendek ini dikerjakan kurang lebih selama tiga bulan. Kegiatan peluncuran Film pendek dihadiri sekira 848 peserta yang hadir, diikuti 497 partisipan melalui sambungan online belum termasuk sambungan live streaming Youtube.

Ia berharap diluncurkannya film pendek ini mengawal kegiatan penerimaan peserta didik baru, PPDB agar berjalan lurus, jujur sesuai dengan aturan dan tanpa kecurangan.

“Kami bersama Pak Pj Gubernur, ketua DPRD, Kapolda, Pangdam, Kajati dan masyarakat di dunia pendidikan siap untuk memelihara, menjaga kejujuran, mengamankan PPDB 2024 agar berlangsung sesuai aturan dan tanpa kecurangan,” tutup Kalingga.

Editor: Maji

Berita Terkait

Jelang Pilkada, Partai Demokrat Tak Mau Asal Pilih Pemimpin Kota Bandung
Waduh, DAS Citarum Tercemar Obat-obatan Aktif, Bey: Usut Tuntas Pelakunya
Ikut Bintek Partai Demokrat, Kang Arfi Ingin Bandung Jadi Kota Fungsional dan Dicintai
Dapat Surat Tugas dari PSI, Kang Arfi Kantongi Empat Rekomendasi Parpol Untuk Pilwalkot Bandung
Cek Disini, Jadwal Siaran Langsung Piala AFF U-19
Begini Alasan, Juara 3 Piala Eropa Tidak Dipertandingkan
Ancaman Makin Kompleks, Wapres Minta Aparat TNI-Polri ‘Melek’ Teknologi
Laporkan Jika ada Kekerasan dalam Masa Orientasi Siswa Baru
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 15:57 WIB

Jelang Pilkada, Partai Demokrat Tak Mau Asal Pilih Pemimpin Kota Bandung

Sabtu, 13 Juli 2024 - 15:47 WIB

Waduh, DAS Citarum Tercemar Obat-obatan Aktif, Bey: Usut Tuntas Pelakunya

Sabtu, 13 Juli 2024 - 15:37 WIB

Ikut Bintek Partai Demokrat, Kang Arfi Ingin Bandung Jadi Kota Fungsional dan Dicintai

Sabtu, 13 Juli 2024 - 14:06 WIB

Cek Disini, Jadwal Siaran Langsung Piala AFF U-19

Sabtu, 13 Juli 2024 - 13:02 WIB

Begini Alasan, Juara 3 Piala Eropa Tidak Dipertandingkan

Berita Terbaru


Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety  Permanawati mengalungkan ID Card kepada peserta Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar Kwartir di Bumi Perkemahan Gentong, Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Sabtu (13/7/2024).(Foto: diskominfo)

EKSKUL

Emma Dety Ajak Anggota Pramuka Jadi Agen Perubahan

Sabtu, 13 Jul 2024 - 15:30 WIB