Begeni Strategi Kang DS Kembalikan Masa Kejayaan Sarung Tenun Majalaya

Rabu, 13 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Atraksi Tari Sarung Tenun Majalaya pada pameran  Fasionablity Impression Fashion Show Saroeng Majalaya 2023, di Trans Convention Center (TCC) The Trans Luxury Hotel Bandung, Selasa (12/12/2023) malam. (Foto: diskominfo)

Atraksi Tari Sarung Tenun Majalaya pada pameran Fasionablity Impression Fashion Show Saroeng Majalaya 2023, di Trans Convention Center (TCC) The Trans Luxury Hotel Bandung, Selasa (12/12/2023) malam. (Foto: diskominfo)

“Namun perlu diingat para pelaku usaha sektor fashion ini juga harus mengatur strategi promosi produknya dengan memanfaatkan segala bentuk platform, media sosial, serta aplikasi lainnya,” tuturnya.


DARA| Bupati Bandung Dadang Supriatna turut mengapresiasi kepada Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dengan dilaksanakannya pameran Fasionablity Impression Fashion Show Saroeng Majalaya 2023.

Hal ini diungkapkan Bupati Bandung saat menghadiri pameran tersebut di Trans Convention Center (TCC) The Trans Luxury Hotel Bandung, Selasa (12/12/2023) malam.

“Saya berharap ini bisa menjadi wadah untuk turut mengembangkan potensi pelaku usaha dan perajin di bidang mode dan kriya, sehingga produk-produk dari berbagai daerah di Jawa Barat dapat menembus pasar nasional dan internasional,” harap Bupati Bandung.

Dadang Supriatna mengungkapkan tradisi menenun di Jawa Barat sudah dikenal sejak ratusan tahun yang lalu.

“Istilah ‘upageuning’ yang tertulis dalam naskah kuno Sanghyang Siksa Kandang Karesian, mengungkapkan bahwa masyarakat Jawa Barat sudah mengenal kesopanan dalam berusaha. Salah satu daerah penghasil sarung tenun di Jawa Barat adalah Majalaya di Kabupaten Bandung,” ungkap Dadang Supriatna.

Bupati Bandung mengutip pernyataan dari Tim Peneliti Program Studi Magister Desain, Institut Teknologi Bandung, bahwa pada Saroeng Majalaya ditemukannya motif poleng sebagai motif lokal yang pernah muncul di Majalaya tahun 1930-1970.

“Dengan nomenklatur variasi sarung poleng Majalaya yakni, poleng camat, poleng haji, poleng totog, poleng bolegbag, poleng taliktik, poleng namicalung. Motif poleng merupakan aplikasi dari motif dasar dengan struktur yang termasuk kedalam kategori garis dan kotak-kotak,” ungkapnya.

Tentunya, imbuh Bupati Bedas ini, kini saroeng Majalaya bukan saja menjadi sektor industri tekstil di Jawa Barat, namun menjadi kebanggaan Kabupaten Bandung yang ikut mengangkat nama dan potensi lainnya.

“Variasi motif saroeng Majalaya dapat dikreasikan menjadi aneka ragam busana juga hasil kerajinan yang bernilai estetis dan ekonomis,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini menyebutkan, sangat menyambut baik rangkaian acara yang digelar APPMI bersama Dekranasda mengangkat 3 sektor bidang, yaitu bisnis dan trade, pendidikan dan teknologi serta wastra dan busana.

“Terlebih lagi dengan kegiataan tersebut diisi beragam acara seperti pameran dagang, coaching clinic dan seminar, pagelaran fashion show yang akan menjadi wahana untuk memetakan proses fashion dari hulu ke hilir di Jawa Barat,” ungkapnya.

Ia berharap para pelaku usaha bisa peka dan beradaptasi dengan perkembangan mode dan permintaan masyarakat.

“Juga tentu saja dapat memanfaatkan agenda ini sebagai momentum menjalin kerjasama dagang, meningkatkan potensi usaha, memamerkan hasil karya serta memperluas jaringan pasar,” katanya.

Bupati Bandung Dadang Supriatna saat memberi sambutan pada pameran Fasionablity Impression Fashion Show Saroeng Majalaya 2023, di Trans Convention Center (TCC) The Trans Luxury Hotel Bandung, Selasa (12/12/2023) malam. (Foto: diskominfo)

 

Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna menegaskan dalam setiap tantangan, selalu ada peluang, digitalisasi, kreasi, inovasi dan adaptasi menjadi kunci utama dalam mengendalikan pasar sektor fashion.

“Silahkan berinovasi dengan berpikir positif mengenai peluang-peluang di tengah badai tantangan,” tandasnya.

Menurutnya, pelaku usaha fashion pada dasarnya merupakan individu yang kreatif. Mereka sudah tidak asing lagi dengan perubahan tren yang perlu diantisipasi dan diadaptasi.

“Namun perlu diingat para pelaku usaha sektor fashion ini juga harus mengatur strategi promosi produknya dengan memanfaatkan segala bentuk platform, media sosial, serta aplikasi lainnya yang tentu saja lebih cepat, efektif, efisien untuk menjangkau konsumen sebanyak-banyaknya,” tuturnya.

Ia menilai menjalankan bisnis fashion berbasis teknologi merupakan bisnis yang sulit dan penuh dengan tantangan.

“Hanya mereka yang berambisi dan cerdas yang mampu unggul dan dengan sukses melewati semua tantangan yang ada. Tidak mudah menyerah, kompetitif dan fokus,” pungkasnya.

Editor: Maji

 

Berita Terkait

Tangisan Messi Berakhir Manis, Argentina Pertahankan Gelar Copa Amerika 2024
Bupati Bandung Perintahkan Soal Ini kepada Kepala Dinas Pendidikan Agus Firman
Pesan Bey Machmudin: Siswa Baru Jangan Tegang Ikut MPLS
Ini Komentar Pelatih Spanyol Usai Menjuarai Piala Eropa 2024
Bupati Bandung Membuka MPLS, Pesanya Guru Harus Jadi Teladan Untuk Siswanya
Jangan Ada Perpeloncoan Siswa Baru, Bey : Yang Melanggar Saya Tindak
Final Piala Eropa 2024, Berikut Rekor Pertemuan Spanyol Vs Inggris
Ngabakso, Cara Sonny Salimi Serap Aspirasi Warga Kota Bandung
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juli 2024 - 16:30 WIB

Tangisan Messi Berakhir Manis, Argentina Pertahankan Gelar Copa Amerika 2024

Senin, 15 Juli 2024 - 15:14 WIB

Bupati Bandung Perintahkan Soal Ini kepada Kepala Dinas Pendidikan Agus Firman

Senin, 15 Juli 2024 - 14:55 WIB

Pesan Bey Machmudin: Siswa Baru Jangan Tegang Ikut MPLS

Senin, 15 Juli 2024 - 13:08 WIB

Bupati Bandung Membuka MPLS, Pesanya Guru Harus Jadi Teladan Untuk Siswanya

Minggu, 14 Juli 2024 - 14:53 WIB

Jangan Ada Perpeloncoan Siswa Baru, Bey : Yang Melanggar Saya Tindak

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

JABAR

Sekda Kabupaten Sukabumi Minta ASN Tetap Jaga Kekompakan

Senin, 15 Jul 2024 - 16:16 WIB



Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin  membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2024/2025 di SMA Negeri 5, Kota Bekasi, Senin (15/7/2024).(Foto: Biro Adpim Jabar)

EDUKASI

Pesan Bey Machmudin: Siswa Baru Jangan Tegang Ikut MPLS

Senin, 15 Jul 2024 - 14:55 WIB