Bahtsul Masail PWNU Jabar Putuskan Ma’had al-Zaytun Menyimpang dari Ahlussunnah wal Jamaah

Senin, 19 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bahtsul Masail PWNU Jabar Putuskan Ma'had al-Zaytun Menyimpang dari Ahlussunnah wa Jamaah (Foto: jabar.nu.or.id)

Bahtsul Masail PWNU Jabar Putuskan Ma'had al-Zaytun Menyimpang dari Ahlussunnah wa Jamaah (Foto: jabar.nu.or.id)

Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat resmi menyepakati bahwa Ma’had Al-Zaytun menyimpang dari ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.


DARA | Bahtsul Masail berlangsung di Pondok Pesantren Hidayatuttholibin Kabupaten Indramayu, Kamis 15 Juni 2023 lalu.

Selain itu, juga termasuk menafsirkan al-Quran secara serampangan yang diancam Nabi masuk neraka. Istidlal pihak al Zaytun tidak memenuhi metodologi penafsiran ayat secara ilmiah, baik secara dalil yang digunakan atau madlul (makna yang dikehendaki).

LBMNU juga menyebutkan, pandangan tersebut dilihat dari Istidlal pihak al Zaytun dalam pelaksanaan shalat berjarak yang berdasarkan kepada QS Al Mujadalah ayat 11 apakah dapat dikategorikan menyimpang dari ajaran Aswaja.

LBMNU berpandangan bahwa penyimpangan istidlal al Zaytun dalam konteks ini karena beberapa hal sebagai berikut:

Pertama, makna “Tafassahu” dalam ayat bukan memerintahkan untuk menjaga jarak dalam barisan shalat, namun merenggangkan tempat untuk mempersilahkan orang lain menempati majlis agar kebagian tempat duduk.

Kedua, bertentangan dengan hadits shahih yang secara tegas menganjurkan merapatkan barisan shalat.

Ketiga, bertentangan dengan ijma ulama perihal anjuran merapatkan barisan shalat.

Kemudian, dalih ikut kepada madzhab Bung Karno yang diungkapkan oleh Panji Gumilang terkait penempatan posisi perempuan dan non muslim di antara jamaah shalat yang mayoritas laki-laki sudah sesuai dengan tutunan beribadah Aswaja.

“Tidak sesuai dengan tuntunan beribadah Aswaja dan statemen Bapak Panji Gumilang perihal di atas hukumnya haram,” ujarnya, seperti dikutip dari laman resmi jabar.nu.or.id, Senin (19/6/2023).

Ketidaksesuaian tersebut dijelaskan dengan beberapa hal sebagai berikut:

Pertama, menyandarkan argumen fiqh tidak kepada ahli fiqh yang kredibel.

Kedua, menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat bahwa formasi barisan shalat seperti di atas merupakan hal yang disyariatkan (Syar’u ma lam yusyro’).

Lalu, pertanyaan selanjutnya mengenai hukum menyanyikan “Havenu shalom alachem”, mengingat secara historis lirik tersebut kental dengan agama Yahudi, baik dari segi kemunculan dan penggunaannya.

Hasil keputusan LBMNU Jawa Barat menegaskan, hukum menyanyikan lagu tersebut haram, karena:

Pertama, menyerupai dan mensyiarkan tradisi agama lain.

Kedua, mengajarkan doktrin yang dapat berpotensi hilangnya konstitusi syariat perihal fiqih “Mengucapkan salam” kepada non muslim.

Selain itu, jawaban selanjutnya dari pertanyaan mengenai pandangan fikih terkait pemerintah yang terkesan membiarkan polemik al Al Zaytun yakni mempertimbangkan tugas dan kewajiban pemerintah sebagai berikut:

Pertama, menjaga masyarakat dari segala bentuk penyimpangan, baik agama, budaya dan norma yang berlaku.

Kedua, menjaga konstitusi syariat.

Ketiga, melakukan tindakan tegas terhadap segala bentuk kemunkaran sesuai tahapannya Maka, pemerintah tidak dibenarkan melakukan pembiaran terhadap segala bentuk penyimpangan Ma‟had al Zaytun.

Terakhir, dari semua polemik yang muncul, hukum memondokkan anak ke pesantren al Zaytun adalah haram karena:

Pertama, membiarkan anak didik berada di lingkungan yang buruk (pelaku penyimpangan)

Kedua, memilihkan guru yang salah bagi pendidikan anak.

Ketiga, memperbanyak jumlah keanggotaan kelompok menyimpang. Karena kewajiban orang tua adalah memilihkan pesantren yang jelas sanad keilmuan serta masyhur kompetensinya di bidang ilmu agama.

Sementara itu, pasca dibacakan hasil Kajian Ilmiah Bahtsul Masail LBMNU Jawa Barat, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad memmberikan rekomendasi kepada Pemerintah terkait Polemik Ma’had Al-Zaytun.

“Pertama, kepada pemerintah agar segera menindak tegas Ma‟had al Zaytun dan tokohnya atas segala penyimpangan yang telah terbukti berdasarkan kajian ilmiah Bahtsul Masail PW LBMNU Jabar. Kedua, kepada para stakeholder agar memproteksi masyarakat dari bahaya penyimpangan Ma‟had al Zaytun. Ketiga, masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan penindakan atas polemik yang terjadi kepada pihak yang berwenang,” tuturnya masih dikutip dari laman jabar.nu.or.id.

Editor: denkur

Berita Terkait

Sudah Ditetapkan KPU, Inilah Daftar Nama 50 Anggota DPRD Garut Terpilih
Pilkada Bandung Barat, Ernawan Natasaputra Siap Nyalon, Mendapat Dukungan dari Masyarakat dan Keluarga
Pilkada Cirebon, Bambang Mujiarto Sindir Manuver Politik Ayu: Cari Perhatian atau Strategi?
Cek Disini,Jadwal Lengkap Pertandingan Piala Eropa 2024
Lewat Si Duli, Pemerintah Libatkan Masyarakat Sapu Bersih Pungli
Info Haji, Wukuf di Arafah akan Berlangsung 15 Juni 2024, Waspada Cuaca Panas dan Berdebu
Logo, Tema dan Rangkaian Kegiatan Hari Jadi Kota Bandung 2024
Tegas, Bupati Bandung akan Cabut Izin SPBE dan Agen Gas yang Nakal
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 23:45 WIB

Sudah Ditetapkan KPU, Inilah Daftar Nama 50 Anggota DPRD Garut Terpilih

Kamis, 13 Juni 2024 - 20:13 WIB

Pilkada Bandung Barat, Ernawan Natasaputra Siap Nyalon, Mendapat Dukungan dari Masyarakat dan Keluarga

Kamis, 13 Juni 2024 - 16:38 WIB

Pilkada Cirebon, Bambang Mujiarto Sindir Manuver Politik Ayu: Cari Perhatian atau Strategi?

Kamis, 13 Juni 2024 - 11:57 WIB

Cek Disini,Jadwal Lengkap Pertandingan Piala Eropa 2024

Kamis, 13 Juni 2024 - 11:26 WIB

Lewat Si Duli, Pemerintah Libatkan Masyarakat Sapu Bersih Pungli

Kamis, 13 Juni 2024 - 10:49 WIB

Info Haji, Wukuf di Arafah akan Berlangsung 15 Juni 2024, Waspada Cuaca Panas dan Berdebu

Kamis, 13 Juni 2024 - 09:58 WIB

Logo, Tema dan Rangkaian Kegiatan Hari Jadi Kota Bandung 2024

Rabu, 12 Juni 2024 - 13:36 WIB

Tegas, Bupati Bandung akan Cabut Izin SPBE dan Agen Gas yang Nakal

Berita Terbaru

Bandara Kertajati (Foto: Setkab)

BANDUNG UPDATE

Tingkatkan Rute Penerbangan, PT BIJB Diskon Harga Avtur

Jumat, 14 Jun 2024 - 14:51 WIB