Logo
Featured Image
Camat Pangalengan Vena Andriawan saata udensi dengan Bupati Bandung Dadang Supriatna di Rumah Dinas Bupati, Selasa (7/7/2026).(Foto: maji/dara)
Edukasi

Tingkat Lulusan SMP Tembus 2.000 Siswa, Masyarakat Pangalengan Butuh SMA Negeri Baru

Jurnalis
Wartawan Maji
Editor Maji 8 Juli 2026

Camat Pangalengan Vena Andriawan incar lahan milik Balai Benih Induk jadi lokasi.


DARA| Kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung membutuhkan pembangunan SMA Negeri Baru. Hal itu terungkap saat audensi Bupati Bandung dengan Camat Pangalengan, Kepala Desa Pulosari, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan tokoh masyarakat,di Rumah Dinas Bupati, Selasa (7/7/2026).

Permintaan masyarakat tersebut sangat beralasan mengingat tingkat lulusan SMP mencapai 2.000 siswa, sementara daya tampung SMA Negeri hanya 900 siswa.

Camat Pangalengan Vena Andriawan menjelaskan, usulan pembangunan SMA Negeri baru sebenarnya tindak lanjut dari Rembug Bedas Tahun 2024. Berbagai alternatif lokasi telah dicari, termasuk lahan milik Pemerintah Provinsi di Balai Benih Induk (BBI), namun belum dapat direalisasikan.

Sebagai bentuk dukungan, masyarakat Desa Pulosari melalui Musyawarah Desa telah menyatakan kesiapan untuk menyerahkan tanah carik apabila regulasi memungkinkan.

Vena juga memaparkan Pangalengan masih menghadapi sejumlah persoalan strategis, mulai dari tingginya angka kemiskinan hingga stunting. Meskipun prevalensi stunting berhasil ditekan dari 29 persen pada 2024 menjadi sekitar 14 persen, ancaman munculnya kasus baru masih cukup besar akibat tingginya angka pernikahan dini.

Menurutnya, keterbatasan akses pendidikan menjadi salah satu penyebab utama. Dengan hanya satu SMA Negeri dan satu SMK Negeri, ribuan lulusan SMP setiap tahun tidak seluruhnya dapat melanjutkan pendidikan.

"Kami sangat berharap melalui langkah yang diambil Bapak Bupati hari ini akan lahir solusi terbaik sehingga pembangunan SMA Negeri baru di Pangalengan dapat segera diwujudkan. Kehadiran sekolah baru ini bukan hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan, menekan pernikahan dini, dan mencegah stunting," ujar Vena.
 

Opini Pembaca