Jenazah Evi tak bisa dipulangkan karena terbentur biaya.
| Evi Mentari adalah sosok wanita tangguh berusia 37 tahun. Sudah bertahun-tahun Ia mengais rejeki di tanah orang, yakni di Jeddah, Arab Saudi demi memperbaiki kehidupan keluarganya.
Sang suami bernama Erwin Susman sehari-hari berprofesi sebagai pengemudi ojeg online.
Pasangan suami istri ini dikarunia tiga anak dan tinggal di Jalan RA Kosasih, Gang Mahmud, RT 03/RW 05, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.
Kabar mengenaskan tiba-tiba muncul tiga pekan lalu, bahwa Evi meninggal dunia di Jeddah sana. Hingga berita ini ditayangkan belum diketahui penyebab pahlawan devisa itu meninggal.
Erwin bersama anak-anaknya tentu saja kaget dan sangat terpukul. Mereka kehilangan sosok panutan keluarga yang telah berjuang memperbaiki nasib keluarganya.
Dibalik itu, Erwin yang sudah 21 tahun mendampingi almarhumah sebagai suami, kebingungan. Ia belum mampu memulangkan jenazah istrinya tersebut karena terbentur biaya.
Biaya memulangkan jenazah ditaksir mencapai Rp60 juta hingga Rp70 juta. Nilai yang cukup besar bagi Erwin.
Erwin tak bisa berbuat apa-apa kecuali berharap kepada pemerintah atau lembaga manas aja agar kiranya bersedia membantu untuk memulangkan jenazah istrinya agar bisa dimakamkan di kampung halaman.
Diketahui, Evi adalah korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
"Saya dan anak-anak sangat ingin melihat untuk terakhir kalinya wajah almarhumah. Hati kami teriris setiap saat jika mengingat almarhumah. Apalagi anak kami yang bungsu. Ia sering bilang meminta ingin melihat wajah mamanya," ujar Erwin kepada wartawan Minggu (2/8/2026).
Sejak menerima kabar meninggalnya sang istri, Erwin mengaku tak lagi fokus bekerja. Selama tiga pekan terakhir, ia lebih banyak berusaha mencari jalan keluar agar jenazah sang istri dapat segera dipulangkan ke Indonesia.
"Sudah tiga minggu saya tidak ngojol. Saya hanya berusaha mencari bantuan agar istri saya bisa pulang. Sampai sekarang belum ada titik terang, terutama soal biaya pemulangan jenazah," katanya.
Erwin tak berdaya, ia hanya bisa mengenang kisah indah saat bersama. Dikatakannya, sudah 21 tahun membangun rumahtangga hingga dikaruniai tiga anak, yakni M Andira Pratama (19), M. Arga Prawira (14), dan Alkahfi Firdaus (8).***
