Lantik Pengurus Korpri Kota Bekasi, Dedi Taufik Sampaikan Lima Isu Strategis dan Transformasi Digital
DARA - Ketua Dewan Pengurus Korpri Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, secara resmi mengukuhkan Dewan Pengurus Korpri Kota Bekasi masa bakti 2026 di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (2/3). Dalam arahannya, Dedi menekankan bahwa pelantikan ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat peran Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai motor penggerak reformasi birokrasi.
Dedi menyampaikan bahwa Korpri Kota Bekasi kini dihadapkan pada tantangan besar, mulai dari transformasi digital hingga ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi. Ia merumuskan lima isu strategis yang harus menjadi fokus utama, yakni adaptasi teknologi informasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan integritas dan netralitas, kesejahteraan ASN, serta sinergi dalam mendukung visi pembangunan daerah.
"Korpri harus menjadi garda terdepan dalam membangun budaya kerja yang berorientasi pada kepuasan masyarakat. ASN dituntut semakin profesional, adaptif, dan responsif terhadap perubahan melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik yang transparan," ujar Dedi Taufik.
Selain tantangan nasional, Dedi juga menyoroti persoalan khas Kota Bekasi sebagai kota penyangga ibu kota dengan tingkat kepadatan penduduk mencapai 12.113 jiwa per kilometer persegi. Tekanan ruang hidup yang besar ini berdampak pada masalah lingkungan, terutama penanganan banjir dan pengelolaan drainase yang memerlukan perencanaan berbasis data.
Sektor ekonomi juga menjadi perhatian, di mana pertumbuhan ekonomi Bekasi yang tetap positif di atas 5% menuntut ASN untuk lebih andal dalam perencanaan transportasi dan rekayasa lalu lintas guna menekan kemacetan. Dedi mengapresiasi capaian Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kota Bekasi tahun 2025 yang meraih skor 3,96 dengan predikat "Sangat Baik".
"Digitalisasi tidak boleh berhenti pada aplikasi saja, tetapi harus berdampak nyata. Korpri diharapkan mampu mendorong ASN mengoperasikan sistem perizinan dan layanan sosial secara efektif dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat," tegasnya.
Di sektor layanan dasar, Dedi memaparkan capaian positif Bekasi yang telah meraih Universal Health Coverage (UHC) sebesar 99,62% pada 2024. Meski kepuasan warga di bidang pendidikan dan sosial berada di angka 75-76%, ia mengingatkan masih adanya tantangan besar pada efektivitas layanan kesehatan preventif dan integrasi pelayanan bagi kelompok rentan.
Data menunjukkan Indeks Profesionalitas ASN Kota Bekasi tahun 2023 berada di angka 85,35 atau kategori "Tinggi". Namun, Dedi mendorong agar angka tersebut terus ditingkatkan hingga mencapai kategori "Sangat Baik" atau di atas skor 90 melalui kedisiplinan dan kepekaan sosial yang lebih tajam.
Kepada pengurus yang baru dilantik, Dedi berpesan agar menjalankan amanah dengan kepemimpinan yang bijaksana dan inovatif. Korpri diharapkan menjadi wadah pemersatu yang solid sekaligus mitra strategis Pemerintah Kota Bekasi dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
"Mari kita jadikan Korpri Kota Bekasi sebagai penguat profesionalisme yang relevan dengan tantangan zaman, demi meningkatkan pengabdian kita kepada bangsa dan negara," pungkas Dedi Taufik menutup sambutannya.

Berikan Opinimu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE