Logo
Internasional

Konflik Meluas: Iran Ancam 'bakar' Kapal-kapal di Selat Hormuz, Kedubes AS di Riyadh Dihantam Drone

Konflik Meluas: Iran Ancam 'bakar' Kapal-kapal di Selat Hormuz, Kedubes AS di Riyadh Dihantam Drone
(foto: bbcnews)

DARA | Ebrahim Jabbari, penasihat Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), memperingatkan  akan "membakar" kapal-kapal yang mencoba melewati Selat Hormuz. Selat Hormuz, adalah jalur minyak dan gas yang sangat penting bagi pendistribusian minyak dan gas dunia.

Ebrahim Jabbari menyatakan peringatan itu, dalam siaran khusus pada siaran televisi pemerintah.   

Dia mengatakan selat tersebut dalam status tertutup dan memperingatkan bahwa kapal-kapal, tidak boleh datang ke wilayah ini, mereka pasti akan menghadapi respons serius.

Jabbari juga menegaskan  AS "haus  minyak di wilayah ini"
Karena itu  Iran akan menyerang jalur pipa mereka di wilayah tersebut dan tidak akan mengizinkan ekspor minyak dari daerah ini.

Selat Hormuz adalah salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia dan titik transit minyak yang paling vital. Sekitar seperlima minyak dan gas dunia melewati selat tersebut.

Respon soal ini AS memgamcam akan menyerang kembali Iran dengan serangan terberat.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan "serangan terberat" terhadap Iran "masih akan datang", seraya menambahkan tidak akan "memberikan rincian upaya taktisnya. 

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dia mengambil keputusan untuk melancarkan perang terhadap Iran, karena itu adalah "kesempatan terakhir dan terbaik" untuk menghentikan rezim yang berkuasa.

Berbicara di Gedung Putih untuk pertama kalinya sejak AS menyerang Iran, Trump mengatakan AS terus melakukan "operasi tempur skala besar".

Pernyataan ini muncul setelah Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, dihantam dua drone, yang mengakibatkan kebakaran  dan kerusakan  pada bangunan.

Kedutaan Besar AS di Riyadh dihantam drone

Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengkonfirmasi, kedutaan besar AS di Riyadh diserang oleh dua drone.

Dalam pernyataan yang dibagikan melalui X, mereka mengatakan serangan drone itu mengakibatkan "kebakaran terbatas dan kerusakan material kecil pada sejumlah bangunan".

Otoritas AS di Arab Saudi pun mengeluarkan pemberitahuan kepada warganya agar tetap tinggal di Jeddah, Riyadh, dan Dhahran, dan diminta membatasi perjalanan yang tidak penting ke instalasi militer mana pun di wilayah tersebut.

Atas serangan drone di Kedutaan AS di Riyadh, Trump mengisyaratkan bahwa pihaknya akan melakukan serangan balasan.

Trump mengatakan kepada jaringan kabel NewsNation bahwa AS akan membalas "segera" atas serangan terhadap kedutaan AS di Riyadh dan kematian anggota militer AS.

Enam anggota militer telah tewas sejauh ini sementara 18 lainnya terluka, ungkap keterangan resmi.

Bahan: BBC News Indonesia 

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Bunga Fatma 04 Mar 2026 11:07

Astagfirulah...