Logo
Featured Image
Anggota MPR RI Atalia Praratya menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI bersama mahasiswa Fakultas Hukum dan Bisnis Digital Universitas Kristen Maranatha, Selasa (15/9/2026).
Jabar

Atalia Praratya Ajak Mahasiswa Maranatha Perkuat Nilai Kebangsaan di Tengah Tantangan Era Digital

Jurnalis
Wartawan deram
Editor deram 16 September 2026

DARA | Anggota MPR RI Atalia Praratya menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI bersama mahasiswa Fakultas Hukum dan Bisnis Digital Universitas Kristen Maranatha, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Fakultas Hukum dan Bisnis Digital Universitas Kristen Maranatha ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan sekaligus relevansinya dalam menghadapi perkembangan teknologi, globalisasi, dan dinamika kehidupan masyarakat.

 

Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas konstitusional MPR RI dalam memasyarakatkan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

 

Dalam sambutannya, Atalia Praratya menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai kebangsaan. Sebagai generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi, mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga memiliki peran dalam membentuk opini dan diskursus di ruang publik.

 

“Mahasiswa hari ini hidup dalam dunia yang sangat terbuka. Informasi datang begitu cepat dan batas antarnegara semakin tidak terasa. Karena itu, kita membutuhkan fondasi kebangsaan yang kuat agar keterbukaan tidak membuat kita kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” ujar Atalia.

 

Menurut Atalia, pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan juga penting bagi mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan, termasuk hukum dan bisnis digital. Nilai-nilai Pancasila dan konstitusi, menurutnya, dapat menjadi landasan dalam membangun kehidupan profesional yang menjunjung tinggi integritas, keadilan, tanggung jawab, serta kepentingan masyarakat.

 

“Ilmu yang kita miliki harus memiliki nilai dan keberpihakan kepada kemanusiaan. Bagi mahasiswa hukum maupun bisnis digital, integritas, keadilan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap keberagaman harus menjadi bagian dari karakter,” tambahnya.

 

Atalia juga menyoroti tantangan yang muncul di ruang digital, mulai dari penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, intoleransi, hingga potensi polarisasi masyarakat. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis perlu berjalan beriringan dengan kesadaran kebangsaan agar perkembangan teknologi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengikis semangat persatuan.

 

Kegiatan ini menghadirkan Guru Besar Universitas Kristen Maranatha sekaligus dari Lemhanas RI Hassanain Haykal Guru Besar Universitas Kristen Maranatha sekaligus dari sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Hassanain membahas nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dari perspektif hukum, filsafat, dan kehidupan bernegara, serta relevansinya dengan tantangan yang dihadapi generasi muda.

 

Ia menekankan pentingnya memahami Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai sumber nilai yang menjadi pedoman dalam membangun kehidupan bersama. Pemahaman tersebut diperlukan agar generasi muda mampu menempatkan kebebasan, hak, dan tanggung jawab warga negara secara seimbang.

 

Diskusi kegiatan dipandu oleh Shelly Kurniawan selaku Kepala Program Studi S1 Hukum Universitas Kristen Maranatha. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan mahasiswa yang menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai penerapan nilai Pancasila, konstitusi, kebinekaan, serta tantangan kehidupan berbangsa di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Oscar Karnalim selaku Wakil Rektor III Universitas Kristen Maranatha. Kehadiran jajaran pimpinan universitas serta sivitas akademika menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan pendidikan kebangsaan di lingkungan perguruan tinggi.

 

Atalia menilai kampus memiliki peran penting sebagai ruang untuk membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Menurutnya, keberagaman pandangan di lingkungan akademik justru dapat menjadi kekuatan apabila dibangun di atas semangat saling menghormati dan komitmen terhadap persatuan Indonesia.

 

Melalui kegiatan ini, Atalia berharap mahasiswa Universitas Kristen Maranatha dapat membawa pemahaman Empat Pilar Kebangsaan ke dalam kehidupan akademik, organisasi, dunia profesional, serta ruang digital.

 

“Pancasila harus terus hidup dalam cara kita berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan. Saya berharap mahasiswa Maranatha menjadi generasi yang kritis, terbuka terhadap perubahan, tetapi tetap memiliki akar kebangsaan yang kuat. Karena kemajuan Indonesia harus berjalan bersama dengan persatuan,” tutup Atalia Praratya.

 

Dapatkan Update Berita Terkini!

Mari bergabung di Saluran WhatsApp kami untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya langsung di genggaman Anda.

Gabung Saluran WA

Opini Pembaca