Angka Kemiskinan dan Ketimpangan Indonesia Menurun

Jumat, 5 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sumber: Humas Kemenkeu

sumber: Humas Kemenkeu

Di tengah stagnasi ekonomi global, berbagai kebijakan strategis pemerintah berhasil menopang resiliensi ekonomi nasional.

DARA | Per Maret 2024, tingkat kemiskinan melanjutkan tren menurun menjadi 9,03 persen dari 9,36 persen pada Maret 2023.

“Penduduk miskin pada Maret 2024 turun 0,68 juta orang dari Maret 2023 sehingga jumlah penduduk miskin menjadi sebesar 25,22 juta orang. Angka kemiskinan ini merupakan yang terendah dalam satu dekade terakhir,” ujar Kepala Badan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu, dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jumat (05/07/2024).

Secara spasial, tingkat kemiskinan juga terlihat menurun baik di perkotaan maupun di perdesaan. Tingkat kemiskinan di perkotaan turun ke level 7,09 persen dari 7,29 persen pada Maret 2023. Sementara itu, persentase penduduk miskin di perdesaan mengalami penurunan menjadi sebesar 11,79 persen dari 12,22 persen pada Maret 2023.

Penurunan kemiskinan juga terjadi di seluruh wilayah Indonesia, dengan penurunan tertinggi terjadi di Bali dan Nusa Tenggara.

“Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia (rasio gini) juga menurun dan berada di bawah level prapandemi menjadi sebesar 0,379 pada Maret 2024 (Maret 2023: 0,388). Level tersebut merupakan yang terendah dalam satu dekade terakhir. Penurunan ketimpangan terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan,” ujarnya.

Penurunan angka kemiskinan pada Maret 2024 ditopang oleh solidnya aktivitas ekonomi domestik dan berbagai program bantuan sosial pemerintah, khususnya dalam merespons kenaikan inflasi pangan pada awal 2024.

“Penurunan tingkat kemiskinan ini memberikan harapan di tengah stagnasi perekonomian global. Pemerintah akan terus berkomitmen menjaga stabilitas inflasi sehingga dapat mendorong peningkatan daya beli masyarakat, yang selanjutnya dapat mengakselerasi penurunan tingkat kemiskinan dan perbaikan kesejahteraan masyarakat.” tandas Febrio.*** (SETKAB/HUMAS KEMENKEU/UN)

Editor: denkur

Berita Terkait

Tangisan Messi Berakhir Manis, Argentina Pertahankan Gelar Copa Amerika 2024
Bupati Bandung Perintahkan Soal Ini kepada Kepala Dinas Pendidikan Agus Firman
Pesan Bey Machmudin: Siswa Baru Jangan Tegang Ikut MPLS
Ini Komentar Pelatih Spanyol Usai Menjuarai Piala Eropa 2024
Bupati Bandung Membuka MPLS, Pesanya Guru Harus Jadi Teladan Untuk Siswanya
Mencicipi Citra Rasa Kopi di K-Coffee Culture & Arts KCCI
Jangan Ada Perpeloncoan Siswa Baru, Bey : Yang Melanggar Saya Tindak
Final Piala Eropa 2024, Berikut Rekor Pertemuan Spanyol Vs Inggris
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juli 2024 - 16:30 WIB

Tangisan Messi Berakhir Manis, Argentina Pertahankan Gelar Copa Amerika 2024

Senin, 15 Juli 2024 - 15:14 WIB

Bupati Bandung Perintahkan Soal Ini kepada Kepala Dinas Pendidikan Agus Firman

Senin, 15 Juli 2024 - 14:55 WIB

Pesan Bey Machmudin: Siswa Baru Jangan Tegang Ikut MPLS

Senin, 15 Juli 2024 - 13:08 WIB

Bupati Bandung Membuka MPLS, Pesanya Guru Harus Jadi Teladan Untuk Siswanya

Minggu, 14 Juli 2024 - 15:46 WIB

Mencicipi Citra Rasa Kopi di K-Coffee Culture & Arts KCCI

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

JABAR

Sekda Kabupaten Sukabumi Minta ASN Tetap Jaga Kekompakan

Senin, 15 Jul 2024 - 16:16 WIB



Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin  membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2024/2025 di SMA Negeri 5, Kota Bekasi, Senin (15/7/2024).(Foto: Biro Adpim Jabar)

EDUKASI

Pesan Bey Machmudin: Siswa Baru Jangan Tegang Ikut MPLS

Senin, 15 Jul 2024 - 14:55 WIB