Alissa Wahid: Koalisi Parpol Lebih ke Transaksi Kekuasaan

Selasa, 5 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alissa Wahid (Foto: NUOnline)

Alissa Wahid (Foto: NUOnline)

Koalisi partai politik di Indonesia saat ini cenderung lebih ke transaksi kekuasaan tanpa mempertimbangkan paradigma politik ideologis.

DARA | Demikian dikatakan Alissa Wahid lewat akun X-twitternya, Senin (4/9/2023).

“Misal paradigma politik Gus Dur adalah keadilan dan kemanusiaan, maka mudah baginya untuk mengembalikan nama Papua dan menghentikan operasi militer, mengembalikan hak-hak kultural masyarakat Tionghoa, dan seterusnya,” ujar putri mantan presiden Abdurahman Wahid alias Gus Dur itu.

Alissa mengatakan, secara awam paradigma politik rezim Orde Baru adalah kestabilan politik atas nama kekuasaan mutlak, maka pendekatan opresif represif dihalalkan.

“Maka warga ratusan desa di kawasan (calon) waduk Kedungombo pun diintimidasi dan alami kekerasan,” kata Ketua PBNU ini, seperti dikutip dari NUOnline, Selasa (5/9/2023).

Di AS, kata Alissa, partai Demokrat punya ideologi dan paradigma politik berseberangan dengan partai Republik. Maka kebijakan-kebijakannya pun berbeda. Kebijakan luar negeri, ekonomi, dan lain-lain.

Jadi kalau hari ini di Indonesia, imbuh Alissa, partai-partai politik asal berkoalisi tanpa pertimbangan ideologis. Menurutnya, hal itu bukan persatuan atau mencegah polarisasi.

“Analisis saya, itu lebih ke transaksi kekuasaan. Dan itu akan masalah, karena kebijakan pemerintahannya nanti juga akan terpengaruh,” ujarnya.

“Misalnya kebijakan keberagamaan, apakah akan pakai paradigma kesetaraan hak warga negara sehingga semua umat beragama akan bebas membangun rumah ibadah, atau paradigma harmoni sosial yang mengedepankan penerimaan kelompok mayoritas setempat,” imbuhnya.

Editor: denkur | Sumber: NUOnline

Berita Terkait

Golkar, Gerindra dan PSI Gabung untuk Pilwalkot Bandung, Arfi: Sudah Ada Chemistry
BPKP Lakukan Kontribusi Keuangan Negara Senilai Rp310,36 Triliun
Pemberantasan Judi Online Secara Sistematis dan Komprehensif
Agama dan Kebangsaan: Kompatibilitas Islam dan Nilai-Nilai Kebangsaan
Tolak UU Penyiaran, Puluhan Wartawan di Sukabumi Gelar Demo, Ini Empat Tuntutannya
Jusuf Kalla dalam Doa dan Kenangan Sahabat untuk almarhum Salim Haji Said
Sukses Besar, Polres Sukabumi Kota Ungkap Kasus Narkoba Senilai Rp2,9 Miliar
Pernah Kunjungi Indonesia, Presiden Jokowi Sampaikan Dukacita atas Wafatnya Presiden Iran
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 12:18 WIB

Golkar, Gerindra dan PSI Gabung untuk Pilwalkot Bandung, Arfi: Sudah Ada Chemistry

Kamis, 23 Mei 2024 - 16:49 WIB

BPKP Lakukan Kontribusi Keuangan Negara Senilai Rp310,36 Triliun

Kamis, 23 Mei 2024 - 16:45 WIB

Pemberantasan Judi Online Secara Sistematis dan Komprehensif

Rabu, 22 Mei 2024 - 23:02 WIB

Agama dan Kebangsaan: Kompatibilitas Islam dan Nilai-Nilai Kebangsaan

Rabu, 22 Mei 2024 - 19:43 WIB

Tolak UU Penyiaran, Puluhan Wartawan di Sukabumi Gelar Demo, Ini Empat Tuntutannya

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:28 WIB

Jusuf Kalla dalam Doa dan Kenangan Sahabat untuk almarhum Salim Haji Said

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:20 WIB

Sukses Besar, Polres Sukabumi Kota Ungkap Kasus Narkoba Senilai Rp2,9 Miliar

Selasa, 21 Mei 2024 - 17:39 WIB

Pernah Kunjungi Indonesia, Presiden Jokowi Sampaikan Dukacita atas Wafatnya Presiden Iran

Berita Terbaru